
MerahPutih.com – Penyebaran COVID-19 kembali meningkat. Bahkan, jumlahnya melampaui 2.000 kasus sehari.
Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah mundur untuk mengantisipasi bahaya COVID-19.
Penjelasan dari pemerintah, kata dia, diperlukan untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat.
Baca juga:
Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan peningkatan kasus COVID-19
“Dengan bertambahnya kasus, masyarakat perlu memahami betapa berbahayanya kondisi COVID-19 saat ini. Sebab, sebagian masyarakat menganggap saat ini seperti flu biasa”, jelas Puan di Jakarta, Jumat (5/5).
Presiden DPP PDIP ini menilai tindakan pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati.
“Pemerintah perlu mengumumkan apakah kondisi COVID-19 saat ini parah atau tidak,” ujarnya.
Puan ingin penjelasan ini disampaikan secara tegas dan komprehensif, termasuk tingkat risiko dan bahaya dari COVID-19.
Harapannya, masyarakat dapat memperkirakan perilaku sehari-hari dan tindakan yang perlu dilakukan untuk menghindari potensi COVID-19.
“Dengan kepastian dari pemerintah, masyarakat dapat memahami tingkat bahaya kondisi COVID-19 saat ini, karena mempengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, yang juga akan berdampak pada perekonomian dunia,” jelasnya.
Baca juga:
Temui Strain COVID-19 Arcturus Baru
Menurutnya, euforia yang berlebihan akan berbahaya karena bisa membuat lengah.
“Kalau berada di tempat ramai, sebisa mungkin gunakan masker karena masih sangat efektif mencegah penularan virus,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Puan kembali mengajak masyarakat melengkapi vaksin penguat COVID-19 untuk mengurangi potensi risiko dampak virus tersebut.
Selain itu, saat ini pemerintah juga sedang menambah satu jenis vaksinasi booster produksi dalam negeri bernama Indovac yang dinilai mampu melindungi dari COVID-19, khususnya subvarian Arcturus.
“Tidak perlu terlalu khawatir karena infrastruktur kesehatan kita untuk melawan COVID-19 juga lebih siap,” lanjutnya.
Sesuai informasi terkini, penambahan kasus COVID-19 pada awal Mei 2023 mencapai 2.647 kasus dalam sehari saat kasus aktif mencapai 14.205.
Peningkatan kasus tersebut merupakan yang tertinggi dalam 10 bulan terakhir dan dipengaruhi oleh tingkat positif yang meningkat menjadi 14,76 persen. (Knu)
Baca juga:
COVID-19 dapat dideteksi melalui bau anjing





