Pemerintah Janji Bebaskan 20 WNI Korban TPPO di Myanmar

Merah Putih. dengan – Serikat Pekerja Imigran Indonesia (SBMI) melaporkan, perekrut berinisial A dan P telah menempatkan sedikitnya 20 orang pekerja migran Indonesia yang diduga menjadi korban TPPO di Myanmar, ke Bareskrim Polri.

Kedua perekrut tersebut menempatkan pekerja Indonesia secara ilegal, menawarkan mereka pekerjaan sebagai operator komputer di bursa efek di Thailand.

Baca juga:

Bareskrim Polri selidiki dugaan perdagangan WNI di Myanmar

Buruh migran dibujuk dengan upah tinggi sekitar Rp. 8 juta menjadi Rp. 10 juta sebulan dan gratis kamar dan pondokan.

Perekrut membiayai akomodasi keberangkatan korban, seperti paspor, tiket pesawat dan kebutuhan lainnya dengan syarat pinjaman dan pengembalian pinjaman melalui pemotongan upah setelah pekerja migran bekerja dan menerima upah.

Puluhan pekerja migran Indonesia berangkat ke Myanmar melalui jalur air dari Bangkok, Thailand.

Namun, sesampainya di tempat kerja, mereka ditahan oleh perusahaan dan dijaga oleh orang-orang bersenjata berseragam militer, yang menyita telepon genggam korban.

Mereka mempekerjakan korban secara paksa untuk penipuan online selama 17 jam sehari, memperlakukan korban secara kejam dengan tindakan kekerasan fisik dan psikologis, dan bahkan memukuli mereka dengan sengatan listrik.

Baca juga:  Pakai Nomor Keramat 7 Man United, Mason Mount Janji Tak Akan Kecewakan Suporter

Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri berupaya mengevakuasi 20 pekerja migran Indonesia dari Myanmar yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan manusia (TPPO).

“Kami sedang berusaha membawa mereka dan mengevakuasi mereka agar mereka bisa pergi. Kementerian Luar Negeri telah berusaha dan sedang melakukan evakuasi,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan Kementerian Luar Negeri RI terus berkomunikasi dengan otoritas Myanmar agar WNI bisa dipulangkan. Ke-20 WNI tersebut mengalami penipuan karena tidak ditempatkan pada pekerjaan yang dijanjikan.

“Ini penipuan, mereka dibawa ke tempat yang tidak mereka inginkan,” kata Presiden.

Baca juga:

Polisi bandara menangkap pedagang dan korban 64 orang



Source link