Manfaat dan Tips Puasa Bagi Pengidap Hipertensi

CEPAT itu bukan hanya kewajiban agama tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan mental dan fisik. Bagi beberapa kondisi, termasuk penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, puasa tentu menjadi tantangan tersendiri.

Dari segi manfaat kesehatan fisik, puasa membawa manfaat seperti membersihkan sistem pencernaan, mengurangi risiko jantung, mencegah tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Namun bagaimana dengan puasa bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi?

Dalam siaran pers HealthReplies.com diterima Merahputih.com, Rabu (19/4), hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah di pembuluh darah terus meningkat. Hipertensi dapat menyebabkan sejumlah komplikasi kesehatan, termasuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, sekitar 32,7% penduduk Indonesia menderita hipertensi. Prevalensi hipertensi yang tinggi berhubungan dengan asupan garam yang berlebihan, tingkat stres yang tinggi, serta rendahnya konsumsi sayur dan buah.

Baca juga:

Penyintas Hipertensi, Hindari Makanan Ini Saat Puasa

Manfaat dan tips puasa bagi penderita hipertensi
Cek tekanan darah ke dokter. (Alodokter)

“Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti hipertensi, dimana tekanan darah bisa lebih besar dari 130/80 mmHg, seringkali menghadapi tantangan puasa karena ada obat yang harus diminum secara teratur beberapa kali sehari,” ujar Senior Manager konten medis pemasaran oleh Alodokter, dr. Abi Noya.

Baca juga:  Kapolri Mutasi 437 Personel Ada 7 Kapolda, 3 Pejabat Utama Mabes Polri, dan 77 Penyegaran

“Banyak yang khawatir dengan mengubah pola makan dan mengatur jadwal minum obat saat puasa bisa memicu kekambuhan darah tinggi. Hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan tentunya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu melalui chat dengan dokter di Alodokter,” lanjutnya.

Adapun tips agar puasa lancar dan memberikan manfaat kesehatan bagi penderita hipertensi. Pertama, perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi selama berpuasa. Jumlah total air yang dibutuhkan tubuh adalah delapan gelas sehari, dibagi waktu sahur dan berbuka.

Baca juga:

Menu buka puasa dan sahur yang baik untuk penderita diabetes


Manfaat dan tips puasa bagi penderita hipertensi
Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan. (Hapus percikan/Anna Pelzer)

Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan saat sahur dan saat berbuka puasa, karena keduanya mengandung potasium yang dapat mengimbangi efek sodium atau garam pada tekanan darah. Contoh buah yang banyak mengandung potasium antara lain pisang, blewah, jeruk dan melon. Sedangkan untuk sayuran, semua sayuran hijau mengandung potasium tinggi.

“Batasi makanan tinggi garam saat sahur dan buka puasa. Garam boleh ada, tapi tidak lebih dari dua gram atau sekitar satu sendok teh sehari,” kata Abi.

Baca juga:  Perlengkapan yang Dibawa Bus Mobile Workshop Hino, di Jalur Mudik Jawa dan Sumatera

Usahakan untuk rutin berolahraga, tidak harus berat dan intensif. Olahraga ringan, seperti jalan kaki balapan, senam atau bersepeda santai, selama 15 sampai 30 menit sehari.

Jika ada obat yang harus diminum secara teratur, sesuaikan jadwalnya agar dapat diminum antara waktu berbuka dan sahur, dengan jumlah dan dosis yang cukup. Anda juga perlu memperhatikan waktu minum obat, apakah sebelum atau sesudah makan. (Dia)


Baca juga:

Puasa melatih anak untuk disiplin dan hidup sehat.




Source link