26 Warga Korban Kebakaran Depo Plumpang Masih Dirawat di 4 Rumah Sakit

Merah Putih. dengan – Jumlah pasien korban kebakaran gudang Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara, yang dirawat di rumah sakit berkurang menjadi 26 orang dari sebelumnya 28 orang pada Jumat (10/3). Sedangkan korban tewas akibat tragedi gudang tersebut berjumlah 19 orang.

“Korban yang dirawat sedang dirawat oleh tim medis di 4 rumah sakit”, kata Kepala BPBD DKI Isnawa Adji, Jumat (3/10).

Baca juga:

Anggota DPR Serukan Relokasi Depo Plumpang Pertamina Dipadatkan Kebijakan

Data BPBD DKI mencatat jumlah pengungsi saat ini sebanyak 148 orang. Di kantor PMI Jakarta Utara ada 41 orang, RPTRA Rasella ada 25 orang dan Posko RW.09 Kelurahan Rawa Badak Selatan ada 82 orang.

BPBD juga menyalurkan bantuan berupa air mineral, sarung, selimut, mukena, terpal, matras, perlengkapan keluarga, perlengkapan anak, pakaian, kantong jenazah, sabun batangan, wipol, hand sanitizer, masker, kipas angin, tikar dan megafon.

Selain itu, bantuan juga diserahkan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta kepada korban kebakaran di Kelurahan Rawa Badak Selatan berupa sembako (beras, mie instan, ikan kaleng dan kecap); Pakaian (kemeja, sweater, pakaian dalam pria dan wanita, selimut dan handuk); Lainnya berupa kasur, terpal, air mineral, alat pres dewasa, makanan siap saji dan biskuit.

Baca juga:  Keok dari Mallorca, Ancelotti Yakin Real Madrid Masih dalam Trek Juara

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta sendiri menyediakan 377 layanan, dengan tambahan 33 layanan antara lain pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), pencetakan Kartu Keluarga (KK), pendaftaran Identitas Digital Kependudukan (IKD), permohonan akta kelahiran dan konsultasi.

Sementara itu, PMI Jakarta Utara (Jakut) memberikan batas waktu evakuasi hingga tujuh. Sebanyak 41 warga dari 10 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Koja, pada 3 Maret lalu, masih tinggal di tenda-tenda darurat di markas Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta Utara.

Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal menegaskan, jika para pengungsi sudah memiliki rumah kontrakan, mereka akan keluar dari lokasi tenda darurat PMI.

“Pos pengungsian tidak akan ditutup sampai mereka menemukan tempat tinggal yang nyaman di luar,” ujarnya.

Baca juga:

Deposit Plumpang akan menjadi tempat ekosistem minyak



Source link