Pangandaran – Meskipun Pemerintah secara resmi belum mengumumkan dibukanya objek wisata, namun pada Senin (30/8/2021) sejumlah wisatawan terpantau sudah masuk ke objek wisata Pantai Pangandaran dan beberapa objek wisata lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran Untung Saful Rachman mengatakan, hingga saat ini seluruh tempat wisata di daerahnya belum dibuka kembali. Pihaknya masih menunggu evaluasi pemerintah pusat.
“Soal wisatawan yang masuk ke kawasan pantai, mereka yang main kucing-kucingan lewat jalan lain. Ada saja sih, biasa nyolong-nyolong itu mah,” kata Untung melalui sambungan telepon, Minggu (29/8/2021) kemarin.
Dalam Intruksi Bupati Pangandaran Nomor 17 terkait penerapan PPKM Level 3, disebutkan bahwa hotel bisa beroperasi dengan okupansi hanya 50% dari kapasitas.
“Kelonggaran itu juga hanya khusus bagi mereka (tamu) yang sedang melakukan perjalanan dinas dan kunjungam keluarga. Bukan untuk mereka yang akan berwisata,” tuturnya.
Salah seorang sopir rombongan bus asal Cicalengka, Kabupaten Bandung, Anang, 50, mengaku, dirinya tidak mengetahui jika tempat wisata ini masih ditutup bagi wisatawan.
“Saya tidak tahu kalau tempat wisata di Pangandaran ini masih tutup. Kemarin saya masuk lewat Pantai Timur. Saya bawa rombongan pekerja konveksi, sengaja liburan, piknik dari Cicalengka,” ujarnya.
Sementara itu, petugas retribusi Pantai Pangandaran Agum menyebutkan, pihaknya belum membuka kembali tiketing untuk objek wisata. Lantaran masih dalam masa PPKM Level 3.
“Katanya sih nanti tanggal 1 Agustus mau dibuka, tapi nggak tahu, belum jelas. Soal wisatawan yang di dalam nggak tahu lewat mana mereka. Hari Sabtu juga tidak ada bus yang masuk pintu wisata,” sebutnya.
Pantauan di lapangan, Senin (30/8/2021) tampak beberapa mobil dan motor dengan Plat Nomor luar Pangandaran tampak menepi di kawasan wisata. Seperti plat D, B, R dan lainnya.
Di beberapa hotel dan penginapan juga tampak sejumlah kendaraan roda empat milik wisatawan terparkir dan rata-rata ber- plat nomor luar Kabupaten Pangandaran.





