Puan sebut PDIP tak pecah kongsi dengan Jokowi

Puan sebut PDIP tak pecah kongsi dengan Jokowi
Tidak ada sebanding sekali pecah kongsi. Semuanya baik-baik saja

Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan bahwa partai berlambang banteng moncong putih itu tak pecah kongsi dengan Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan Puan sebelum pengumuman akan datang cawapres Ganjar Pranowo dalam area Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu.

"Tidak ada serupa sekali pecah kongsi. Semuanya baik-baik saja," ujar Puan kepada awak media.

Ia menjelaskan kedua belah pihak saling menghormati juga menghargai. Hal ini juga sesuai pernyataan Jokowi kalau urusan capres serta cawapres merupakan urusan partai politik.

"Jadi, ini merupakan hal daripada partai politik, yaitu PDI Perjuangan bersama partai yang dimaksud digunakan bersama dengan PDI Perjuangan ada partai Perindo, Hanura serta PPP," jelasnya.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mengumumkan sosok akan datang calon duta presiden (cawapres) Ganjar Pranowo pada Rabu (18/10) di dalam tempat Kantor DPP PDIP, Jakarta.

Hal ini telah dilakukan terjadi dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pada tempat kediaman Megawati yang tersebut yang disebut berada dalam Jalan Teuku Umar, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam.

Baca juga:  DPP PDIP Desak Sanksi Cinta Mega Segera Diputuskan

"Ibu Megawati Soekarnoputri menugaskan DPP PDIP berkoordinasi dengan TPN GP, sehingga Rabu besok pukul 10.00 WIB akan diumumkan cawapres yang digunakan dimaksud akan mendampingi Pak Ganjar Pranowo," kata Hasto dalam dalam Jakarta, Selasa (17/10).

Dia mengatakan keputusan hal hal tersebut diambil setelah pimpinan PDIP melaporkan kepada Megawati terkait dinamika kebijakan pemerintah terkini, khususnya setelah putusan MK terkait batas usia capres-cawapres menjadi berusia 40 tahun atau pernah berpengalaman sebagai kepala daerah.

Hasto mengatakan Megawati setelah melihat dinamika urusan kebijakan pemerintah nasional maka diputuskan pengumuman calon cawapres pendamping Ganjar akan diumumkan Rabu.

"Tadi saya melaporkan kepada Ibu Megawati dengan didampingi Bapak Olly Dondokambey kemudian Mas Prananda Prabowo, akibat Mba Puan (Maharani) baru pulang dari tugas luar negeri," ujarnya.

Terkait inisial "M" yang digunakan diisukan akan menjadi calon cawapres pendamping Ganjar, Hasto mengatakan bahwa calon yang tersebut yang disebut diputuskan merupakan sosok untuk rakyat Indonesia dan juga juga kemajuan bersama.

Berdasarkan jadwal yang hal itu telah terjadi terjadi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran akan datang calon presiden juga perwakilan presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Baca juga:  Rocky Gerung Sebut Tidak Punya Dendam Pribadi ke Jokowi

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden lalu duta presiden diusulkan oleh partai urusan kebijakan pemerintah atau gabungan partai urusan urusan politik peserta pilpres yang dimaksud hal tersebut memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari total kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari pengumuman sah secara nasional pada pilpres anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, terdapat 575 kursi di area area parlemen sehingga pasangan calon presiden kemudian perwakilan presiden pada Pilpres 2024 harus mempunyai dukungan minimal 115 kursi di dalam dalam DPR RI. Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta pemilihan umum 2019 dengan total perolehan ucapan sah minimal 34.992.703 suara.

Sumber: Antara