Prabowo ingatkan mahasiswa jangan jadi koruptor saat berkarir

Prabowo ingatkan mahasiswa jangan jadi koruptor saat berkarir

Malang, Jawa Timur – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengingatkan para mahasiswa untuk tidak ada menjadi pelaku langkah pidana korupsi atau koruptor saat nanti berkarir di dalam berbagai profesi.

Dalam kuliah umum di area Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di tempat Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, Prabowo mengatakan bahwa pada 2050 para mahasiswa itu akan menempati berbagai jabatan strategis, bahkan bisa jadi menjadi orang presiden.

"Saya titip, kalau nanti kalian jadi (pejabat negara), jangan kalian khianati rakyatmu, jangan kalian lupa orang tua, jangan jadi koruptor," kata Prabowo disambut riuh ribuan mahasiswa.

Prabowo menjelaskan generasi muda Indonesia yang dimaksud saat ini masih menimba ilmu pada perguruan tinggi akan mempunyai berbagai prospek untuk membangun karir ke depan. Tidak melakukan penutupan kemungkinan, beberapa mahasiswa UMM akan menjadi pejabat negara.

Menurutnya, berbagai profesi yang dimaksud sanggup diraih para mahasiswa hal tersebut di area antaranya menjadi pribadi gubernur, bupati atau wali kota, profesor, konglomerat, menteri pertahanan atau bahkan presiden.

"Pada 2050, ada di tempat antara kalian yang tersebut menjadi gubernur, bupati, profesor, konglomerat, menteri pertahanan atau menjadi presiden. Saya menitipkan Indonesia (kepada para mahasiswa)," katanya.

Baca juga:  Prabowo juga Cak Imin Bahas Jatah Kursi Menteri? Gus Jazil Bilang Begini

Ia menambahkan pada 2050 Indonesia diproyeksikan akan menjadi negara dengan perekonomian keempat terbesar dunia. Ia berharap generasi muda Indonesia saat ini bisa jadi memiliki masa depan yang mana cemerlang.

"Nanti 26 tahun lagi, saya tak tahu berada di tempat mana. Mudah-mudahan masih sanggup melihat kalian (menjadi pejabat negara). Kalaupun bukan dari dunia ini, saya akan mengintip dari dunia lain. Kalau kalian jadi koruptor, saya akan kembali, saya cari kalian," ujarnya sembari tertawa.

Perusahaan bank penanaman modal lalu keuangan multinasional selama Amerika Serikat, Goldman Sachs memperkirakan adanya pergeseran sumber pertumbuhan ekonomi dunia pada 2050 hingga 2075, dalam laporan Goldman Sachs Global Economics Paper pada 2022.

Negara-negara maju tidak lagi menjadi pusat pertumbuhan, melainkan negara berkembang mampu menggantikan negara-negara kaya. Bahkan, Goldman Sachs meramalkan Indonesia akan menjadi negara dengan dunia usaha terbesar keempat pada 2050, dalam bawah China, Amerika Serikat, serta India.

Sumber: Antara news