Dalam beberapa tahun terakhir, hampir semua produk perawatan kulit dijual dengan bahan aktif dan tingkat konsentrasinya. Biasanya, konsumen memilih produk ini untuk fokus mengatasi masalah kulit tertentu pada wajah.
Bahan yang sering ditemukan adalah asam salisilat untuk wajah. Apa saja kandungan dan manfaat asam salisilat? Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya Anda mengetahui pengertian asam salisilat untuk wajah seperti ulasan berikut ini.
Apa itu asam salisilat?
Asam salisilat adalah asam beta hidroksi atau yang biasa kita kenal dengan BHA. BHA merupakan salah satu jenis exfoliating atau exfoliating acid. Jenis lainnya adalah AHA atau asam alfa hidroksi, bahan seperti asam laktat dan glikolat.
Apakah bersumber dari kulit pohon willow atau dibuat secara sintetis, senyawa ini memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Ini juga merupakan salisilat, yang menempatkannya dalam kelompok yang sama dengan aspirin.
Menjadi BHA, asam salisilat larut dalam minyak, artinya dapat menembus kulit pada tingkat yang jauh lebih dalam daripada bahan AHA yang larut dalam air. Selain aktif bekerja di permukaan kulit, bahan aktif ini juga bisa masuk ke pori-pori dan memecah ikatan minyak serta sel kulit mati.
Karena cara kerjanya, asam salisilat sangat cocok untuk mereka yang memiliki kulit berminyak dan berjerawat.
Sederet Manfaat Asam Salisilat
Jika melihat cara kerjanya, berikut adalah beberapa manfaat asam salisilat untuk wajah yang perlu Anda ketahui:
1. Mengurangi minyak berlebih di wajah
Asam salisilat untuk wajah jelas sangat baik untuk jenis kulit berminyak. Manfaat itu berasal dari cara kerjanya yang dapat memutus ikatan minyak.
Studi tentang Jurnal Dermatologi Kosmetik (2014) menemukan bahwa penggunaan asam salisilat dengan konsentrasi 30% secara signifikan dapat mengurangi minyak berlebih pada wajah.
Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa setelah 2 minggu, penurunan kandungan minyak lebih terlihat dengan penggunaan asam salisilat 30% dibandingkan dengan penggunaan asam salisilat 30%. asam piruvat 50%.
2. Sebagai exfoliant
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, BHA juga merupakan bagian dari asam salisilat yang digunakan untuk mengeksfoliasi kulit. BHA sama dengan AHA karena sudah terbiasa kulit kimia atau pengelupasan kimia.
Jenis pengelupasan ini dianggap sebagai pengelupasan kimiawi, jadi jangan berharap butirannya akan mengikis sel kulit mati seperti pengelupas kulit. Di sisi lain, exfoliant kimia ringan seperti asam salisilat dapat melarutkan sel kulit mati, yang dapat membuat kulit Anda terlihat lebih bercahaya dan awet muda seiring waktu.
3. Mengontrol jerawat
Ada manfaat asam salisilat yang dirasakan pada wajah yaitu pengurangan jerawat yang berlebihan. Anda harus tahu bahwa jerawat muncul karena produksi minyak berlebih, infeksi bakteri Propionibacterium acnes dan pori-pori tersumbat.
Karena asam salisilat mengontrol kadar minyak dan membuka pori-pori yang tersumbat, beberapa penyebab jerawat juga dapat diobati. Dengan demikian, jerawat pun dapat terkontrol, berkurang bahkan sembuh.
Untuk bisa menyembuhkan jerawat, tentunya konsentrasi asam salisilat yang bisa digunakan adalah dari 0,5% hingga 10%.
4. Meredakan peradangan
Anda harus tahu bahwa salah satu kondisi yang menyebabkan peradangan pada wajah adalah jerawat. Umumnya jerawat yang meradang akan muncul nanah, kemerahan, bengkak dan nyeri.
Padahal, sifat asam salisilat untuk wajah bersifat antiradang dan antiradang untuk jerawat. Untuk itu asam salisilat dapat membantu memperlambat pembentukan senyawa penyebab peradangan yaitu prostaglandin.
Menurut survei oleh Dermatologi Klinis, Kosmetik, dan Investigatif (2015), asam salisilat dapat bekerja meredakan peradangan pada wajah pada kadar 0,5% hingga 5%.
5. Meredakan gejala hiperkeratosis
Hiperkeratosis adalah kondisi yang mengakibatkan penebalan lapisan luar kulit akibat penumpukan keratin. Biasanya, masalah kulit ini terjadi pada psoriasis, keratosis pilaris, dan ichthyosis. Ketiganya bisa membuat wajah terlihat mengelupas, pecah-pecah dan kering.
Karena dapat mengelupas sel kulit mati, sifat asam salisilat juga dapat menghilangkan hiperkeratosis pada penebalan lapisan kulit. Biasanya, kandungan asam salisilat yang digunakan adalah 3% hingga 6%.
6. Mengatasi kutil di wajah
Tidak hanya untuk jerawat, asam salisilat juga memiliki manfaat untuk digunakan sebagai cara menghilangkan kutil di wajah. Sebagai bahan yang dapat menghilangkan endapan keratin, asam salisilat membantu memecah lapisan luar kulit secara perlahan yang telah terinfeksi virus pemicu kutil.
Selain itu, asam salisilat juga membantu pelepasan virus pada sel kulit dan merangsang respon imun tubuh sehingga tubuh terhindar dari infeksi virus. Biasanya konsentrasi yang digunakan untuk mengobati kutil adalah dari 5% sampai 40%. Namun, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan bahan aktif ini untuk kutil wajah.
Artinya, segudang manfaat asam salisilat untuk kulit wajah yang bisa Anda gunakan dengan dosis yang tepat untuk hasil yang memuaskan. Jika Anda ingin menggunakan bahan ini, pastikan Anda mencobanya di belakang telinga terlebih dahulu di wajah Anda untuk melihat apakah Anda alergi atau tidak.
Referensi:
Asam salisilat untuk wajah, ini manfaat dan efek sampingnya
Temukan 4 manfaat perawatan kulit yang mengandung asam salisilat
Sumber gambar: Shutterstock
