Menteri Agamabuka ucapan usai salah seseorang petinggi ingin memberikan tindakan disiplin kepadanya.
Yaqut menjelaskan bahwa PKB adalah partai kebijakan pemerintah yang digunakan mempunyai aturan. Dia lantas mempertanyakan di dalam area mana kesalahan dirinya hingga ingin diberi tindakan disiplin.
“Lha kan ada AD/ART-nya, PKB itu ada AD/ART-nya, partai itu ada AD/ART-nya mau nyanksi orang, kader itu kan semua ada aturannya, kesalahannya di dalam tempat mana,” kata Yaqut di area tempat Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/10).
Yaqut juga menegaskan bahwa dirinya salah satu pengurus DPP PKB. Dia menjabat sebagai ketua salah satu bidang di area area DPP.
Menurutnya, harus jelas siapa pada DPP PKB yang tersebut ingin memanggilnya untuk diberi tindakan disiplin.
Ia pun mengaku hingga saat ini belum menerima surat panggilan dari PKB.
“Lho pengurus yang mana mana dulu, Siapa yang tersebut dimaksud berhak. Saya ini salah satu pengurus, masa manggil diri saya sendiri,” kata Yaqut.
Sebelumnya, Yaqut mengajak warga untuk memilih pemimpin yang mana digunakan tak cuma pandai berbicara serta bermulut manis. Ia mengajukan permohonan agar rakyat mencermati betul rekam jejak para calon yang mana akan bertarung nanti.
Yaqut menyampaikan itu dalam sambutannya saat menghadiri acara doa bersama Wahana Nagara Rahaja pada Hotel Alila, Solo, Jumat (29/9).
“Track record-nya bagus syukur, mukanya ganteng syukur, bicaranya manis, itu dipilih. Kalau nggak ya jangan, jangan pertaruhkan negeri ini kepada orang yang digunakan mana bukan ada mempunyai perhatian kepada kita semua, cek track record-nya,” kata Yaqut.
Selain itu, ia mengingatkan agar tak memilih pemimpin yang tersebut dimaksud menggunakan agama untuk kepentingan politik. Yaqut juga mengungkit Pilkada DKI Jakarta 2017 serta pemilihan umum 2014 juga 2019 yang mana hal itu menurutnya sarat pemakaian agama sebagai alat politik.
Waketum PKB Jazilul Fawaid pun merespons pernyataan itu. Ia menyebut calon mengambil langkah disiplin atas Yaqut buntut pernyataannya.
Ia menyayangkan pernyataan Yaqut tersebut. Menurutnya, selaku pejabat umum ia tak seharusnya menyatakan demikian.
Senada, Ketum PKB Muhaimin Iskandar menilai omongan Yaqut itu bak pernyataan manusia buzzer atau pendengung yang tersebut dimaksud tak layak diucapkan oleh manusia menteri.
Sumber: CNN Indonesia
