26.6 C
Bandung
Senin, Agustus 2, 2021

Warga yang Sedang Jalani Isolasi Mandiri di Pangandaran Gantung Diri

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -

H (35) warga Dusun Burujul, Desa Padaherang, Kabupaten Pangandaran ditemukan meninggal dunia dalam posisi leher terjerat di pintu rumahnya, sekitar pukul 07.15 WIB, Sabtu (3/7/2021). Diduga akibat gantung diri.

Dirinya diduga depresi karena kondisi tubuhnya yang cacat akibat  kecelakaan, dan tertekan di isolasi mandiri karena Positif Covid.

Lebih tragis lagi, sebelumnya, ayahnya berinisial E M pun meninggal dunia pukul 04.00 WIB, saat dalam perawatan di RSUD Pandega karena Covid-19

Menurut Ketua RT Waryati, sebelumnya warga mengira H sedang berdiri di pintu depan rumah karena tali untuk gantung diri tidak terlihat.

Dia menjelaskan H selama ini tinggal sendirian di rumahnya. Dia pun mengalami cacat di kaki akibat kecelakaan dan harus menggunakan jangka untuk berjalan.

Beberapa hari lalu dia dikunjungi oleh bapaknya yang sakit. Setelah berobat di sebuah klinik di Padaherang, bapaknya dirujuk ke RSUD Pangandaran karena diketahui terpapar COVID-19.

H sebagai kontak erat menjalani rapid antigen dan dinyatakan reaktif sehingga harus isolasi mandiri.

Kata Waryati, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Pandega oleh pihak medis dari Puskesmas Padaherang bersama Satgas Desa, untuk dilakukan pemulasaraan sesuai protokol Covid-19.

“Kemungkinan akan di makamkan bersamaan dengan orang tuanya. Sementara pihak keluarga dan pemerintah setempat menunggu jenazah H di TPU,” ungkapnya.

Ditempat terpisah Kapolsek Padaherang Iptu Aan Supriatna membenarkan adanya peristiwa warga yang gantung diri.

“Dirinya memang sedang dalam isolasi mandiri dan sendirian di rumahnya,” terangnya.

Kemungkinan, kata Aan, setelah mendengar kabar ayahnya meninggal dunia di RSUD Pandega karena Covid. Dia diduga merasa putus asa dan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

“Ayahnya, E M (60) meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB saat menjalani perawatan khusus Covid-19 di RSUD Pandega Pangandaran,” ucapnya.

“Korban diduga depresi saat mendengar orang tuanya E M meninggal dunia pagi tadi, sekitar pukul 04:00 WIB,” kata Aan.

Kemungkinan, tambah Aan, dengan beban hidup dan merasa hidup sendiri,  H mengambil jalan pintas dengan gantung diri menggunakan kain selendang.

“Kedua korban akan di makamkan dengan prosedur Covid-19 oleh Satgas Kabupaten Pangandaran dan Desa setempat,” pungkasnya. (Eris Riswana)

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

- Advertisement -spot_img
Redaksihttps://seputarpangandaran.com
Seputar Pangandaran adalah media online yang memberikan informasi terpercaya mengenai Kabupaten Pangandaran dengan segala dinamikanya.
Kabar Terbaru
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -