Indeks

Walkot Bandung Minta Warga Berani Laporkan KDRT

Merah Putih. dengan – Data Badan Pusat Statistik Kota Bandung, jumlah kasus KDRT yang tercatat atau dilaporkan, pada tahun 2021 mencapai 119 kasus. Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Bandung mencapai 642 kasus dari tahun 2018 hingga 2021.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengimbau warga untuk melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ke polisi atau layanan pelaporan yang disediakan Pemkot Bandung melalui Pusat Pelayanan dan Pemberdayaan Perempuan Kelurahan (Puspel PP).

Baca juga:

Mengenali karakter pasangan sebelum menikah membantu mencegah kekerasan dalam rumah tangga

“Kami mendorong para korban untuk melaporkan KDRT, baik kekerasan verbal maupun fisik. Karena selama ini banyak korban yang enggan melapor karena pelaku atau korban masih satu keluarga,” kata Yana saat membuka Center for Pengembangan Manajemen. Pusat Pelayanan dan Pemberdayaan Perempuan (Puspel PP) Kelurahan Kota Bandung Tahun 2023 di Hotel Grandia, Senin, 27 Februari 2023.

Yana mengatakan, Pemkot Bandung terus meningkatkan kapasitas kader Puspel PP untuk mengetahui adanya KDRT di wilayahnya.

“Setelah pembinaan ini, teman-teman Puspel PP secara aktif mengetahui kasus-kasus yang mungkin terjadi dan mensosialisasikannya kepada masyarakat sehingga berani melaporkan kejadian KDRT,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Yana, pelapor akan mendapat pendampingan dan tindak lanjut berupa pemulihan trauma.

“Pemerintah Kota Bandung fokus pada pemulihan psikologis para korban sehingga dampak traumatisnya bisa diatasi. Kami siap menindaklanjuti, baik itu pendampingan psikologis bagi para korban dan keluarganya,” ujarnya.

Yana berharap dengan adanya Puspel PP di kelurahan, masyarakat dapat melaporkan kasus dan menekan angka KDRT di Kota Bandung.

“Puspel PP dapat menggerakkan partisipasi aktif masyarakat untuk mencegah KDRT. Saya harap dapat mengurangi kasus KDRT di Kota Bandung,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Uum Sumiati mengatakan, saat ini Puspel PP telah terbentuk di 106 kelurahan di Kota Bandung.

Puspel PP merupakan mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pencegahan KDRT di tingkat Kelurahan.

Saat ini, kata Uum sepanjang 2022, pihaknya menerima ratusan pengaduan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak. Oleh karena itu, Uum mengajak warga untuk berani mengadukan kasus KDRT yang terjadi di wilayahnya.

“Jumlah kekerasan ini akan meningkat karena banyak warga yang berani melapor. Ini tidak dilihat sebagai hal yang negatif, tapi kami melihatnya sebagai keberhasilan mendidik masyarakat untuk berani melapor,” katanya.

Dia meyakinkan bahwa dia akan mencoba untuk menekan tindakan kekerasan terhadap masyarakat. Oleh karena itu, peran Puspel PP di Kelurahan menjadi sangat signifikan.

“Semua PP Center di desa aktif mencegah dan menangani KDRT. Aktif di sini berarti harus berinisiatif, bergerak dan memberi dampak, karena ini merupakan indikator keberhasilan. Dengan mengaktifkan PP Center di Kelurahan, maka diharapkan kasus KDRT dapat lebih cepat teridentifikasi, dan segera diperoleh bantuan untuk solusi baru,” imbuhnya.(Imanha/Jawa Barat)

Baca juga:

Menghapus Pengalaman Trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada Anak



Source link

Exit mobile version