Viral Sepatu Donasi di Sungapura Dijual di Indonesia, Menperin Minta Ditindak Tegas

MerahPutih.com– Masih maraknya impor ilegal alas kaki bekas menjadi penghambat pertumbuhan optimal subsektor industri alas kaki nasional.

Salah satunya adalah impor sepatu bekas dari Singapura yang dilakukan secara terorganisir yang videonya baru-baru ini viral di media sosial.

Baca juga:

Menperin mendorong pemberdayaan perempuan di dunia kerja

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, berdasarkan video investigasi wartawan di Singapura, terungkap sepatu bekas sumbangan negara yang disumbangkan oleh pemiliknya untuk proyek keberlanjutan berakhir di pasar loak di Indonesia.

“Impor sepatu bekas ilegal ini harus dihentikan karena berdampak negatif terhadap industri alas kaki nasional,” kata Agus di Jakarta, Senin (3/6).

Dalam video tersebut terlihat warga Singapura mendonasikan sepatu olahraga bekas melalui kotak donasi di tempat umum.

Dia mengatakan sepatu itu akan didaur ulang menjadi alas bermain dan lintasan lari. Seorang jurnalis memasang alat pelacak di beberapa sepatu yang disumbangkannya.

Namun, hasil tracking menunjukkan sepatu tersebut dijual di pusat penjualan sepatu bekas di Batam dan Jakarta.

Baca juga:  Lionel Messi Dikabarkan Absen Lawan Skuad Garuda, Netizen Indonesia Mulai Serbu Instagram La Pulga

“Kejadian ini menunjukkan bahwa impor sepatu bekas ilegal dilakukan secara terorganisasi dan menyalahgunakan proyek-proyek sosial,” kata Agus Gumiwang.

Agus mengatakan Kementerian Perindustrian tidak bisa sendirian menangani impor ilegal. Perlu dukungan pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk menegakkan aturan secara tegas.

Dia menjelaskan Kemenperin berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian dan meningkatkan pengawasan barang impor hingga ke pelabuhan terkecil.

Baca juga:

Kemenperin Mitigasi Penarikan Mie Instan Indonesia ke Luar Negeri

Selanjutnya berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan tentang usulan penambahan pasal kewajiban pelaku usaha untuk mencantumkan nomor pendaftaran komoditi K3L dan NPB atau SNI dalam tampilan perdagangan elektronik untuk Produk Tekstil (TPT) dan alas kaki yang wajib Peraturan Menteri Perdagangan 26/2021.

Selain itu, Kementerian Perindustrian mengusulkan agar impor produk alas kaki dilakukan di perbatasan dan mengusulkan pembentukan insentif Pajak Impor yang Dipungut Pemerintah (BMDTP) untuk impor bahan baku dan bahan penolong produk alas kaki bermerek. .

Untuk terus meningkatkan daya saing industri alas kaki Indonesia yang merupakan industri padat karya, Kementerian Perindustrian memperkuat rantai produksi dan menggarap potensi industri alas kaki di pasar dalam negeri.

Baca juga:  INFOGRAFIS - 5 Negara Gila Bola di Dunia, Indonesia Gak Masuk!

Selain itu, bagi pelaku industri kecil dan menengah alas kaki (IKM), Kementerian Perindustrian mendorong program pengembangan produk yang mencakup pengembangan teknologi serta program promosi pemasaran akses pasar bagi IKM alas kaki untuk ekspor.

Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Pengembangan Kapasitas Industri Alas Kaki Indonesia (BPIPI) juga menggandeng pelaku industri besar dan IKM alas kaki untuk berkolaborasi sehingga dapat mengisi pasar potensial. (Knu)

Baca juga:

Kemenperin menyebut baru 5 persen pengecer minyak goreng cetak kode QR CareProtect



Source link