Usir Hama Wereng, Petani Pangandaran Melakukan Penyemprotan Serentak

  • Bagikan

Sejumlah anggota kelompok tani melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara massal organisme pengganggu tanaman (OPT), hama Wereng Batang Coklat (WBC) di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Didampingi petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Padaherang, puluhan petani melakukan penyemprotan.

Ketua Kelompok Tani Maman Suparman mengatakan, penyemprotan hama ini dilakukan karena banyak sekali hama wereng yang menyerang tanaman padi siap panen, bahkan yang berumur muda.

“Selain itu, kita bergerak dengan PPL juga POPT BPP Kecamatan untuk pendampingan. Penyemprotan ini dilakukan agar aman dari hama dan padi bisa tumbuh dan dapat di panen,” ucapnya saat di temui di lokasi penyemprotan, Sabtu (31/07/2021) sore.

Menurutnya, ini terjadi lima tahun kebelakang, namun tidak setiap tahun hama wereng batang coklat menyerang tanaman padi.

“Memang disayangkan masa tanamnya tidak berbarengan, sehingga hama tersebut berpindah-pindah,” terangnya.

Untuk penyemprotan hama serempak pun baru saat ini dilakukan, kata Maman, bahkan seminggu sebelumnya sudah dilakukan, namun di lokasi yang berbeda dan tidak serempak.

Baca juga:  Ini Daftar Harga Terbaru Rokok di Pangandaran

“Tujuannya, supaya hama dapat terkendali dan tidak menyerang tanaman padi lagi ,” kata Maman.

Sementara di lokasi yang sama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Padaherang, Rizal Nur Ihsan menyatakan, ini salah satu gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan WBC (wereng batang coklat) secara serentak.

“Supaya Hama Wereng tersebut terkendalinya bersamaan, makanya dilakukan secara serempak,” ucapnya.

Lanjutnya, kalau penyemprotannya di lakukan sendiri-sendiri atau blok blokan, dikhawatirkan hama tersebut akan berpindah pindah dan sulit dikendalikan.

“Kenapa ini bisa terjadi, sebab masa tanamnya tidak bersamaan, maka yang terjadi hama tersebut pindah pindah dari yang sudah panen ke padi yang masih berusia dini atau baru tanam,” terangnya.

Agar tidak terulang, kata Rijal, maka masa tanamnya harus berbarengan, pemupukannya juga berimbang dan pengendaliannya dengan menggunakan pestisida nabati sebelum ke pestisida kimia.

“Tetapi saat ini kita gunakan pestisida kimia karena kebanyakan wereng batang coklat akan pindah ke tanaman padi yang belum panen,” jelasnya.

”Penyemprotan yang sedang kita lakukan saat ini, khusus tanaman padi yang masih muda atau usia 21 hari hingga 30 hari. Kita fokus terhadap tanaman yang usianya dibawah 45 hari supaya bisa terkendalikan dan bisa panen,” kata Rijal.

Baca juga:  Ribuan Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Serentak Jalani Vaksinasi

“Untuk total persawahan di Kecamatan Padaherang yang terdampak sekitar 100 hektar lebih dan salah-satunya di wilayah Desa Maruyungsari,” ungkapnya.

“Sudah sekitar 80 hektar yang terdampak dan sudah di lakukan pengendalian dengan penyemprotan,” pungkasnya. (Eris Riswana)

  • Bagikan