Connect with us

BERITA

Unik, Goa di Pangandaran Ini Dapat Mengeluarkan Bunyi Seperti Gamelan

Published

on

Goa Sidong Goong Pangapungan adalah salah satu dari sekian banyak goa di Kabupaten Pangandaran, yang memiliki nilai historis yang sangat besar.

Goa Sidong Goong Pangapungan adalah fenomena alam yang menyajikan mahakarya cipta Illahi yang indah. Salasatu keunikan dari Goa yang berada di Dusun Kutakanyere Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran ini adalah batu yang berirama.

Potensi yang belum begitu digali ini terus mendapat perhatian dari masyarakat. Selain itu konon goa ini bahkan tersambung ke Pamijahan, Banten dan Panjalu.

Selain goa disinipun terdapat makam sesepuh penyebar agama islam, yang berasal dari Jawa Timur.

Kepala Desa Sindangsari, Herman, mengatakan, potensi inilah yang diharapkan masyarakat desa sindangsari bisa membangkitkan wisata religi di Kabupaten Pangandaran.

“Goa Sidong Pangapungan dan makam sesepuh ini diharapkan bisa menjadi wisata alam kategori wisata religi” ucap Herman.

Herman pun menuturkan kalau jalan menuju ke goa Sidong Goong Pangapungan tersebut sudah bagus.

“Akses Jalan sudah bagus, sudah di cor, tinggal beberapa puluh meter lagi yang sedang ditata oleh warga” ungkapnya.

Advertisement
Comments

BERITA

Pemkab Pangandaran Anggarkan Rp.4 Miliar untuk Pembangunan Gedung Pramuka

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Untuk memenuhi kebutuhan sarana dan fasilitas anggota Pramuka, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menganggarkan Rp4 miliar untuk pembangunan gedung Pramuka.

Pernyataan tersebut disampaikan Jeje Wiradinata saat memberikan sambutan pada ulang tahun Pramuka yang ke 59 di TPI Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

“Gerakan Pramuka ini merupakan salah satu gerakan yang memberikan kontribusi pembentukan karakter dan mental,” kata Jeje, Minggu, (20/9/2020).

Jeje menambahkan, banyak tokoh nasional dan pemimpin bangsa saat ini yang dicetak melalui proses di Pramuka karena diberikan berbagai ilmu pengetahuan dan diajari tatakrama juga sopan santun.

“Hari ini saya menjadi Bupati karena dulu waktu kecil ikut Pramuka dan banyak manfaat yang didapat dari Pramuka,” tambahnya.

Bahkan setiap ada acara atau kegiatan gabungan antar sekolah, Jeje Wiradinata kecil sering ditunjuk menjadi petugas upacara.

“Selama saya menjadi Bupati Pangandaran, dedikasi dan loyalitas Pramuka sudah memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah,” papar Jeje.

Sebagai Pemerintah Daerah, kata Jeje, memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi dan mempertahankan prestasi yang telah diraih dengan cara memberikan kenyamanan dan sarana juga fasilitas yang memadai.

“Anggaran Rp.4 miliar itu terbilang kecil jika didanai dari APBD karena kedepan APBD tidak lagi memiliki beban pembangunan RSUD dan infrastruktur,” terangnya.

Untuk pembangunan yang mendasar seperti RSUD, jalan dan yang lainnya sudah dikerjakan selama Jeje memimpin, sehingga beban APBD kedepan akan ringan.

“Gedung Pramuka nanti jika sudah kami realisasikan silahkan gunakan untuk kegiatan yang bermanfaat seperti pelatihan dan kursus khusus yang bernilai dan bisa memajukan ekonomi,” sambung Jeje.

Jeje menginginkan, dari anggaran Rp4 miliar untuk gedung Pramuka tersebut ada arena atau areal ruang terbuka hijau, sarana olahraga dan kios UMKM.

“Jika suatu tempat dibangun berbagai sarana dan fasilitas maka kegiatan satu sama lainnya akan terjadi kesinambungan yang sinergis,” terang Jeje.***

Continue Reading

BERITA

Sebanyak 1629 KPM PKH di Pangandaran Telah Graduasi Mandiri

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Kabupaten Pangandaran menjadi daerah pertama di Indonesia yang berhasil melakukan graduasi mandiri sejahtera Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) lebih dari 10 persen.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan sebanyak 1629 KPM PKH di Kabupaten Pangandaran,  telah melakukan graduasi mandiri sejahtera dan tidak lagi menerima bantuan.

“Dari total jumlah KPM PKH sebanyak 16.123, yang sudah melakukan graduasi sebanyak 1.629 KPM atau kalau dipersentasekan lebih dari 10 persen,” kata Jeje, usai menghadiri Wisuda Graduasi Mandiri Sejahtera dan Penandatanganan Fakta Integritas Ketua Kelompok Penerima Manfaat, di Aula Hotel Pantai Indah Pangandaran, Minggu (20/9/2020).

Jeje mengatakan setiap tahun peningkatan jumlah graduasi mandiri akan terus ditingkatkan.

“Mereka yang telah graduasi mandiri adalah yang telah terangkat kehidupannya dan ada usaha yang tetap,” katanya.

Jeje menambahkan, dalam kegiatan kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan pakta integritas yang diikuti oleh Ketua Kelompok KPM PKH.

Penandatanganan pakta integritas tersebut sebagai bahan agar tidak ada lagi pemotongan atau pungutan kepada angota KPM PKH terkait bantuan sosial.

“Selanjutnya apabila terdapat anggota KPM PKH yang sudah relatif mampu, maka ketua kelompok melaporkan kepada pendamping PKH untuk kemudian diberikan motivasi agar dapat melakukan graduasi mandiri,” tegasnya.

Pada dasarnya, jelas Jeje program perlindungan sosial termasuk PKH tidak semata hanya untuk membuat masyarakat pra-sejahtera sekedar bertahan dari kondisinya dan menutupi segala kebutuhan agar tidak semakin terpuruk, namun juga sebagai sarana untuk memacu pertumbuhan ekonomi dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Lebih lanjut Jeje berpesan, dengan keberhasilan melakukan graduasi mandiri sejahtera sebesar 10 persen, tidak membuat pendamping PKH berpuas diri.

“Untuk ke depan kita targetkan 50 persen KPM PKH dapat melakukan mandiri sejahtera,” ujar Dia.

Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, ada dua hal yang akan dilakukan. Pertama meningkatkan perekonomian masyarakat dan kedua melakukan pembinaan mental.

“Ya, masyarakat harus diberikan pemahaman mental, agar tidak selalu mengharapkan bantuan atau tangan di bawah. Masyarakat harus bisa mandiri secara ekonomi dan optimis,” ucapnya.***

Continue Reading

BERITA

Bupati Jeje Wiradinata Meresmikan bjb Pangandaran NgaDigi

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Dalam kondisi pandemi saat ini, terutama di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang berdampak hampir di seluruh sektor perekonomian, tak terkecuali sektor pariwisata yang turun secara drastis dan menyebabkan penurunan perekonomian baik secara nasional maupun daerah.

Kondisi ini diperlukan perubahan yang signifikan untuk dapat mendongkrak perekonomian, seperti melakukan percepatan digitalisasi dalam setiap aktivitas perekonomian.

Hal ini dapat dilihat dari perubahan perilaku masyarakat yang menyesuaikan dengan kondisi pandemi.

Untuk dapat menggerakkan kembali perekonomian, Pemerintah memberikan berbagai stimulus dan bantuan-bantuan serta paket kebijakan agar perekonomian kembali membaik.

Termasuk memfasilitasi masyarakat dapat mengakses fasilitas transaksi secara digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dapat membantu meminimalisir kontak fisik yang sejalan dengan penerapan protokol kesehatan pada saat berwisata sebagai upaya untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat yaitu, Pangandaran yang ramai dikunjungi oleh masyarakat merupakan contoh baik dalam penerapan QRIS.

Corporate Secretary
bank bjb Widi Hartoto, menyampaikan, bank bjb bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk mendorong pengaplikasian QRIS diseluruh tenant di Pangandaran melalui program “bjb Pangandaran NgaDigi”.

“bank bjb turut aktif melakukan pengaplikasian 373 bjb DigiCash di sejumlah objek wisata, di antaranya yaitu di Kampung Turis, Hotel, Restoran, persewaan transportasi di seluruh penjuru Pangandaran, hal ini juga merupakan wujud implementasi atas dukungan gerakan cashless society,” kata Widi, usai launching bjb Pangandaran NgaDigi, oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, di Hotel Pantai Indah, Pangandaran, Sabtu (19/9/2020).

bjb Pangandaran NgaDigi, jelas Dia, merupakan aktifitas yang bertujuan untuk dapat memudahkan para pengunjung wisata di Pangandaran agar dapat menikmati kemudahan pembayaran tanpa harus bersentuhan atau kontak fisik dan membawa uang tunai.

Dimana transaksi dilakukan secara digital cukup menggunakan handphone melalui scan bjb DigiCash (QRIS bank bjb) atau uang elektronik lainnya atau bjb Digi.

“bjb Digi adalah aplikasi digital hasil inovasi bank bjb yang dibuat untuk menjadi solusi atas berbagai kebutuhan transaksi,” tuturnya.

Aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh nasabah terutama untuk mengimbangi tuntutan beraktivitas secara cepat dan efisien sesuai dengan laju perkembangan zaman

“Dengan adanya bjb Pangandaran NgaDigi ini diharapkan dapat mempromosikan Kabupaten Pangandaran, serta dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menerapkan pembayaran secara non tunai dan dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha UMKM di Pangandaran,” terangnya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, menyambut baik dengan diluncurkannya program bjb Pangandaran NgaDigi.

“Ini tentu memudahkan masyarakat dan wisatawan dalam bertransaksi. Dengan kemudahan ini, akan berdampak pada peningkatan perekonomian para pelaku usaha dan UMKM di Pangandaran,” kata Jeje.***

Continue Reading

BERITA

Bupati Jeje Wiradinata Larut Dalam Suka Cita Warga di Festival Cikalong

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Sebagai upaya melestarikan budaya peninggalan ‘karuhun’ atau nenek moyang, warga Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih menggelar Festival Budaya Cikalong dan dibuka oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Sabtu (19/9/2020)

Dalam festival tersebut ditampilkan aneka ragam seni dan budaya tradisional seperti Festival Nampaling, lomba Sasawangan, Bazzar Kuliner Buhun, Seni Buhun Eok, Beluk,Ronggeng Gunung Ketuk Tilu, Rampak Gondang dan Pesta Patok.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Pangandaran, pejabat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan tamu undangan lainnya.

Kepala Desa Cikalong Ruspandi mengatakan, budaya menangkap belalang atau nampaling merupakan peninggalan nenek moyang yang masih dilestarikan oleh masyarakat.

“Makanya digelar festival ini, sebagai bagian dalam melestarikan budaya karuhun,” katanya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan apresiasi atas digelarnya festival di Desa Cikalong.

Menurutnya Desa Cikalong merupakan desa yang unik dan istimewa karena mampu melestarikan seni dan budaya leluhur hingga saat ini.

Diapun bertekad, festival tersebut akan menjadi agenda tahunan dan promosi wisata tradisional Kabupaten Pangandaran.

“Alhamdulillah ini, tahun kedua diselenggaran festival serupa.
Saya bangga masyarakat Cikalong masih memelihara tradisi yang diwariskan turun temurun,” ujar Jeje.

Sebagai daerah wisata, lanjutnya, maka akan kita upayakan festival nampaling agar diselenggarakan lebih baik lagi.

“Apalagi rangkaian kegiatan ini, juga menampilkan berbagai budaya tradisional desa Cikalong seperti beluk, rampak gondang dan lainnya,” terangnya.

Dirinya memerintahkan dinas terkait, untuk memoles ragam tampilan seni di Desa Cikalong, tanpa mengurangi pakemnya, agar lebih baik lagi saat disuguhkan kepada wisatawan.

Sementara itu masyarakat Desa Cikalong yang menjadi peserta festival, tampak semangat dan riang gembira dalam kegiatan ini.

Dengan membawa alat nampaling atau alat untuk menangkap belalang berbahan bambu, warga berburu belalang ke sawah beramai-ramai.

Hasil tangkapannya berupa belakang dimasukan ke dalam toler yang juga terbuat dari bambu.

Aturan dalam festival tersebut, semua peserta ikut terjun ke sawah untuk menangkap belalang.

Sebagai motivasi panitia menyediakan berbagai hadiah untuk peserta dan warga. (*)

Continue Reading

BERITA

Jeje Wiradinata Siapkan Program Pencetakan 5000 Wirausahawan Baru di Pangandaran

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan Pemerintah Kabupaten Pangandaran sedang menyiapkan program pencetakan 5.000 wirausahawan baru.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Nantinya Pemkab Pangandaran akan menyiapkan pelatihan pengembangan minat dan bakat mereka melalui bidang industri kreatif,” kata Jeje.

Pelatihan dilakukan dalam bentuk teori dan praktik. Pelatihan yang dilakukan untuk berbagai bidang usaha yang memiliki peluang besar dan laku dipasaran.

“Nanti kita bimbing, termasuk pemasarannya. Di era digital peluang usaha sudah tidak dibatasi ruang, jarak dan waktu, karena semuanya dapat dilakukan secara online dimanapun,” terang Jeje.

Melalui pelatihan yang disiapkan pemerintah, terang Dia, diharapkan akan mencetak wirausaha dan menambah daya dongkrak perekonomian yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Jeje mengatakan, gagasan tersebut dirancang Jeje Wiradinata setelah melihat kebutuhan mendasar masyarakat seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis dan pembangunan infrastruktur sudah merata di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Kebutuhan publik seperti sarana dan prasarana juga fasilitas umum hampir selesai dikerjakan selama 4 tahun saya menjadi Bupati Pangandaran,” kata Jeje.

Hasil evaluasi, dari beberapa kegiatan pembangunan yang telah dikerjakan cukup baik dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Akses transportasi sudah dirasakan semakin lancar sehingga roda perekonomian masyarakat meningkat,” tambahnya.

Waktu masih jalan jelek, masyarakat yang akan menjual hasil bumi kerap mengalami kendala dan waktu tempuh yang lama.

“Kalau dulu masih jalan jelek masyarakat yang menjual hasil bumi dari perkampungan ke kota sudah beruntung dapat kembali modal,” terang Jeje.

Mereka kata Jeje, kerap terkendala waktu dan kerusakan kendaraan saat melakukan pengiriman barang, tetapi sekarang sudah lancar tanpa kendala dan bisa mendapat keuntungan yang layak.

“Tetapi bagi saya, untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat Pangandaran tidak cukup sebatas pembangunan infrastruktur saja,” paparnya.

Jeje mengaku, masih banyak rancangan dan target yang sudah disiapkan untuk masyarakat Pangandaran kedepan agar perekonomiannya kokoh dan sejahtera.***

Continue Reading

Populer