Indeks

Unggahan Mesra di Medsos, Apakah Lumrah?

SERING Lihat unggahan pasangan yang kerap mesra di media sosial? Hal ini terkadang dapat menimbulkan rasa iri pada sebagian orang yang melihatnya. Tapi, apakah mereka benar-benar bahagia dalam hubungan itu?

Media sosial sering digunakan untuk berbagi berbagai momen. Salah satunya adalah momen kemesraan dengan pasangan.

Baca juga:

Riset: Gen Z Lebih Shier dari Generasi Milenial

Memposting foto atau video di jejaring sosial tidak bisa menjadi acuan ideal untuk menilai tingkat kebahagiaan pasangan. (freepik/tirahardz)

Fenomena ini disebut tampilan publik kasih sayang (FDA). Bisa berupa berbagi foto atau video yang menunjukkan kemesraan, saling menuliskan hal-hal mesra di kolom komentar, termasuk status hubungan.

Beberapa penelitian mengungkap fakta unik tentang pasangan yang suka menunjukkan kemesraannya di dunia maya. Penelitian ini dikutip dari laman Healthline menyebutkan bahwa pasangan yang mengumbar kemesraan di media sosial mungkin merasa lebih bahagia dibandingkan pasangan yang tidak membagikan momen intimnya.

Meski begitu, tidak semua pasangan yang kurang atau jarang mengumbar kemesraan di media sosial merasa tidak bahagia. Pasalnya, dalam penelitian ini juga disebutkan bahwa pasangan bahagia tidak banyak fokus pada mengumbar kemesraan di dunia maya. Mereka biasanya lebih suka menikmati kebahagiaan mereka dengan menghabiskan waktu bersama. waktu berkualitas.

Kesimpulannya, unggahan foto atau video di media sosial tidak bisa dijadikan tolak ukur ideal untuk menilai tingkat kebahagiaan pasangan atau individu. Hal itu dikarenakan perasaan senang dan bahagia bersifat subjektif dan dapat diartikan berbeda oleh setiap orang.

Baca juga:

Orang yang mengangkat kacamata seringkali tidak bahagia

Tidak semua pasangan suka memposting kemesraan, mereka yang jarang mengumbar kemesraan di media sosial belum tentu tidak bahagia. (Lepaskan/Kerucut)




Perlu Anda ketahui bahwa memposting sesuatu di media sosial secara berlebihan, baik itu konten mesra, aktivitas sehari-hari, semburan atau yang lainnya, bisa berdampak buruk, misalnya perundungan siberpenyalahgunaan foto atau video, bahkan kebocoran data pribadi.

Akibatnya, hal itu dapat dipengaruhi secara negatif oleh penggunaan media sosial. Hal ini dapat menyebabkan stres. Jika digunakan secara sembarangan, media sosial dapat meningkatkan risiko berkembangnya masalah kesehatan mental yang lebih serius seperti depresi, gangguan kecemasan, dan bahkan keinginan bunuh diri.

Jadi Anda dan pasangan ingin berbagi momen mesra di media sosial, hal itu sudah lumrah. Namun, Anda berdua tetap menggunakannya dengan baik dan bijak agar media sosial dapat memberikan dampak positif di dunia nyata.

Jika pada akhirnya Anda atau pasangan menjadi kecanduan akibat penggunaan media sosial, sebaiknya Anda atau pasangan berkonsultasi dengan psikolog. Apalagi jika kehidupan nyata Anda dan hubungan Anda dengan pasangan sudah mulai rusak. (dll.)

Baca juga:

4 Zodiak Ini Sering Minta Saran Keluarga Tentang Hubungan Cintanya



Source link

Exit mobile version