Connect with us

BERITA

Ulah Pengendara Sepeda Motor Trail di Pantai Pangandaran Membahayakan

Dipublikasikan

pada

PANGANDARAN, (SP) – Ulah wisatawan yang mengendarai sepeda motor trail rental di Pantai Pangandaran dikeluhkan warga. Pasalnya selain banyak dari pengendara masih dibawah umur, banyak diantara mereka berkendara ugal-ugalan.

“Selain membahayakan diri sendiri juga berbahaya bagi pengendara lain,”kata Ramdhani (24) warga setempat, Senin (17/12/2018).

Dirinya berharap pihak berwenang memperhatikan masalah ini, dan memberikan solusi sesuai dengan kewenangannya.

Sementara itu, Ketua Satgas Balawista Dodo Taryana menyampaikan, keberadaan sepeda motor trail rental yang ditawarkan para pelaku usaha di Pantai Pangandaran, sebenarnya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke obyek wisata paling terkenal di Jawa Barat ini.

“Namun ulah wisatawan yang mengendarai sepeda motor trail di pinggir pantai, mengganggu wistawan lain dan membahayakan keselamatan,” kata Dia.

Menurutnya, tidak adanya ketentuan yang mengatur secara khusus mengenai jalur yang aman digunakan para penyewa sepeda motor trail, membuat mereka bebas berkendara dimanapun, termasuk di kawasan pantai.

“Sudah sering terjadi kecelakaan di pantai, baik wisatawan maupun warga setempat yang sedang beraktifitas menikmati keindahan Pantai Pangandaran,” ungkapnya.

Menurut Dodo, setidaknya sudah tiga kali terjadi wisatawan terserempet pengendara sepeda motor trail.

“Kemarin anak kecil menjadi korban. Saya berharap tidak terulang lagi dan menjadi kecelakaan terakhir,” tegasnya. (wan)

Advertisement
Comments

Jawa Barat

Sidang Perkara Money Politic Pilkada Pangandaran, Mobil Putih Jadi Misteri

Dipublikasikan

pada

CIAMIS – Pengadilan Negeri Ciamis menggelar sidang lanjutan perkara money politic di Pilkada Pangandaran 2020, Selasa (19/1/2021).

Perkara ini menyeret tiga orang terdakwa yaitu Yanto, Nina dan Tohidin warga Dusun Purwasari Desa Paledah Kecamatan Padaherang Pangandaran.

Ketiganya diketahui relawan pemenangan pasangan calon Bupati Pangandaran nomor urut 2 Adang Hadari dan Supratman.

Agenda sidang kali ini menghadirkan 12 orang saksi, salah satunya Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari yang pada Pilkada Pangandaran 2020 lalu merupakan calon Bupati nomor urut 2.

Secara umum sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Tri Wahyudi dan dua hakim anggota Lanora Siregar dan Indra Muharam itu berjalan lancar, meski dari 12 saksi yang dipanggil hanya 10 orang yang hadir.

Dalam surat dakwaan jaksa penuntut, dugaan politik uang itu terjadi 4 Desember 2020 sekitar jam 22.30 WIB di rumah Nandang Hermawan Dusun Purwasari Desa Paledah Kecamatan Padaherang Pangandaran. Saat itu digelar silaturahmi relawan dan kampanye yang dihadiri oleh calon Bupati Adang Hadari.

Saat itu terdakwa Tohidin menyiapkan daftar hadir, tercatat ada 70 orang yang hadir. Lalu saat Tohidin sedang berada di dapur rumah itu, datang seorang tak dikenal menanyakan jumlah peserta yang hadir. Lalu pria tak dikenal itu mengajaknya masuk ke dalam mobil warna putih.

Didalam mobil putih sudah ada 3 pria lainnya. Setelah menanyakan jumlah peserta, orang di mobil itu kemudian menyerahkan 70 amplop yang belakangan diketahui berisi uang Rp 52 ribu kepada terdakwa Tohidin.

Usai acara, terdakwa Tohidin kemudian membawa kantong berisi 70 amplop itu ke hadapan terdakwa Yanto dan saksi Nandang.

Yanto kemudian menyuruh Tohidin membagikan amplop tersebut kepada warga yang hadir.

Selain itu Yanto juga meminta kepada terdakwa Nina untuk membagikan kepada peserta lainnya.

Suasana sidang lanjutan perkara money politic di Pilkada Pangandaran 2020. (foto : iwan/sp)

Mobil Putih Jadi Misteri

Sementara itu kepada majelis hakim, Adang Hadari mengaku tidak tahu dengan adanya pembagian amplop tersebut.

Adang juga mengatakan acara itu bukan kampanye melainkan silaturahmi relawan. “Itu acara silaturahmi relawan. Saya tidak berkampanye atau menyampaikan visi misi. Hanya memperkenalkan diri, mengucapkan terimakasih dan minta doa restu,” kata Adang.

Dia juga mengaku tidak tahu mengenai adanya mobil warna putih yang memberika uang kepada terdakwa Tohidin. “Hanya ada 3 mobil. Mobil Patwal, mobil saya dan mobil tim kampanye,” ungkap Adang.

Ketua mejelis hakim Tri Wahyudi mengatakan keberadaan orang bermobil putih selama ini masih menjadi misteri. “Yang masih menjadi misteri itu adalah soal mobil putih,” kata Tri, di sela sidang.

Hakim anggota Indra Muharam yang juga humas PN Ciamis mengatakan putusan perkara ini dijadwalkan akan digelar pada 25 Januari 2021 mendatang.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk hari ini menghadirkan Adang Hadari, sebagai saksi,” kata Indra. ***

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Duh, 28 Tenaga Kesehatan di Pangandaran Terpapar Covid-19

Dipublikasikan

pada

Oleh

PANGANDARAN -Sebanyak 28 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pangandaran, terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kab Pangandaran drg. Yani Achmad Marzuki, melalui telepon mengatakan, dari ke 28 orang nakes itu terdiri dari 23 nakes di beberapa puskesmas dan 5 nakes di RSUD Pandega Pangandaran.

“Semua nakes statusnya orang tanpa gejala (OTG). Sekarang sedang menjalani isolasi mandiri,” kata Yani.

Menurut dia, ke 28 nakes tersebut terpapar ketika sedang melakukan pelayanan kesehatan. Ada juga yang terpapar di klaster keluarga.

“Misal, ada keluarga dari nakes yang positif, lalu ikut terpapar,” ujarnya.

Dirinya memastikan, meski ke 28 nakes terpapar Covid-19, namun pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.

“Kalau untuk pelayanan Poned boleh dihentikan sementara, tetapi untuk pelayanan seperti rawat inap itu tetap buka,” kata Yani.

Yani juga mengatakan, bahwa pihaknya tengah mengusulkan vaksin Covid-19 ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Kemungkinan di Minggu ke tiga, vaksin sudah ada,” ujarnya.

Yani menjelaskan, kenapa Pangandaran terlambat mendapatkan vaksin Covid-19, karena Pemrov Jabar lebih mengutamakan daerah-daerah yang kasus Covid-19 nya tinggi diantaranya Bekasi dan Depok.

Itupun kata Yani, vaksin Covid-19 akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan terlebih dahulu, lalu tahap selanjutnya untuk di pelayanan seperti di kantor dinas, TNI dan Polri.

“Setelah itu baru untuk masyarakat. Vaksin Covid-19 diberikan secara gratis,” kata Yani.

Tidak hanya nakes, tambah Yani, dari hasil tes Swab hari ini juga ditemukan 4 orang PNS dilingkungan kantor Sekretariat Daerah Kab Pangandaran yang juga terpapar Covid-19.***

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Dibangun Tahun 2022, Relokasi Sementara Pedagang Pasar Pananjung Selesai Tahun Ini

Dipublikasikan

pada

Oleh

PANGANDARAN – Dalam rangkaian revitalisasi Pasar Pananjung, di Kecamatan Pangandaran, Pemerintah akan melakukan relokasi sementara pedagang tahun 2021 ini.

“Untuk pelaksanaan relokasi ini, kita sudah menganggarkan 3,6 miliar. Untuk tempat relokasi ini, sudah ada. Tinggal teknis pembagian kelompoknya antara dinas terkait dengan para pedagang,” kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, usai melakukan pertemuan dengan para pedagang Pasar Pananjung, Senin (18/1/2021).

Dirinya menyampaikan, untuk tempat relokasi sementara lokasinya tak jauh dari lokasi semula.

Selanjutnya lanjut Jeje, untuk 250 kios yang pedagang yang sebelumnya kebagian di lantai dua, akhinya akan ditempatkan dilantai satu seperti yang lainnya.

Hal ini berdasarkan pengalaman, biasanya pedagang yang kebagian lantai atas akan menimbulkan persoalan.

“Akhirnya kita berikan solusi. Mereka yang tadinya kebagian di lantai atas akan ditempatkan di lokasi terminal Pangandaran seluas 7000 meter. Jadi akan dibangun satu lantai,” terang Jeje.

Sedangkan terminal itu, lanjut Dia, hanya akan digunakan sebagai lintasan dan tempat naik dan turun penumpang.

“Kamis depan saya akan ke Dishub Jawa Barat di Bandung, untuk melaksanakan rencana ini. Sehingga nantinya semua akan kebagian dibawah, dibangun di tahun 2022. Untuk pelaksanaan revitalisasi ini akan menelan anggaran Rp65 miliar,” ungkapnya. ,” ungkap Jeje.

Lebih jauh Dirinya menjelaskan, bangunan kios di tempat yang baru, akan selesai sekitar 6 bulan. Diharapkan pasarnya akan bagus, bersih dan sebagai muka Pangandaran akan makin cantik.

“Jadi ada dua tujuan dari relokasi ini, pertama penguatan ekonomi masyarakat dan kedua bagian dari penataan kawasan,” ucapnya.

Walaupun dalam reloksi ini sifatnya sementara namun Jeje menjamin kios dan lingkungan sekitarnya tidak akan kumuh. (Iwan/SP)
***

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Ada Tenaga Medis Positif Covid-19, Pelayanan di Puskesmas Kalipucang Dihentikan Sementara 

Dipublikasikan

pada

Oleh

KALIPUCANG – Salah satu tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terkonfirmasi positif Covid-19.

Akibatnya, pelayanan UGD, rawat jalan, rawat Inap dan poned dihentikan sementara dari 18 sampai 19 Januari 2021.

Selanjutnya tenaga medis lainnya, pihak Kecamatan dengan orang yang pernah kontak erat dengan pasien, dilakukan tes Swab di halaman depan Puskesmas Kalipucang.

Kepala Puskesmas Kalipucang Sugiharto mengatakan, pihaknya memutuskan menutup pelayanan sementara waktu, dan akan dibuka kembali setelah ada hasil tes Swab tenaga medis.

“Hari ini kita lakukan tes Swab bagi tenaga medis lainnya termasuk saya, dan juga ada sebagian dari pihak Kecamatan dan dengan orang orang yang sudah pernah kontak erat,” jelasnya, Senin 18 Januari 2021.

Menurut Sugiarto, penutupan ini sebagai langkah keselamatan buat semua pihak.

“Kita akan di buka kembali pada tanggal 20 Januari 2021. Kebetulan kemarin sebelum di tutup, hanya terdapat dua pasien. Itu pun kami rujuk ke RSUD Pandega,” tuturnya.

Menurutnya, penutupan layanan kesehatan di Puskesmas Kalipucang, lantaran ada tenaga kesehatan Puskesmas Kalipucang yang positif Covid-19 akibat kontak erat dengan pasien.

“Bagi yang sedang melakukan tes Swab saat ini mudah-mudahan hasilnya negatif,” pungkasnya. (Eris Riswana/SP)

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Lowongan Kerja Staff Administrasi di Pangandaran, Buruan Daftar!

Dipublikasikan

pada

PANGANDARAN – PT Garuda Braja Sakti (GBS), merupakan penyedia jasa sekuriti di Kabupaten Pangandaran yang bekerja sama dengan DITBINMAS Polda Jabar, membuka lowongan kerja untuk 1 (satu) orang Staff Administrasi.

Tugas & Tanggung Jawab:

-Membuat laporan yang diperlukan oleh management

-Menghandle telepon yang masuk dan keluar

-Filling dokumen dan laporan

-Melakukan kegiatan administrasi secara general

Kualifikasi:

-Pria

-Usia maksimal 35 Tahun

-Pendidikan Sarjana Komputer (S.Kom.)

-Pengalaman sebagai staff administrasi minimal 1 tahun

-Dapat mengoperasikan MS. Word, MS Excel, Internet

-Mandiri, teliti, bertanggung jawab, cekatan, inisiatif, & dapat berkomunikasi dengan baik

-Dapat bekerja dalam team.

Untuk Informasi dan pendaftaran Silahkan datang ke alamat di bawah ini :

PT GARUDA BRAJA SAKTI, di Jalan Raya Babakan, KM 1, di depan RM. Pring Sewu, Dusun Karanggedang Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
(Advertorial)

Lanjutkan membaca

Populer