Tuah Bung Tomo Diharapkan Bawa Kemenangan Timnas Indonesia atas Palestina

MerahPutih.com – Timnas Indonesia akan menghadapi Palestina dalam laga FIFA Match Day di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (14/6) malam.
Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) dan PSSI Jatim memastikan kawasan Stadion GBT siap digunakan untuk pertandingan. Sekitar 4.300 pasukan gabungan disiapkan untuk menjamin keberangkatan.
Kekuatan personel pengamanan merupakan gabungan TNI-Polri dengan Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan personel Medis. Pemkot Surabaya dan PSSI telah menyiapkan sederet skema pengamanan akses tol menuju dan dari Stadion GBT.
Baca juga:
Menyumbangkan Penjualan tiket ke Palestina, Erick menilai tegak lurus kebijakan luar negeri Indonesia
“Alhamdulillah (tiket) sudah ludes, itu menunjukkan animo masyarakat Surabaya terhadap sepak bola tinggi. (Izin) semua sudah lengkap. Tinggal Rabu (14/6) besok saja. jaga keamanan dan ketertiban sebagai tuan rumah yang baik”, kata Ahmad Riyadh, anggota Komite Eksekutif PSSI (Exco). bertemu dan menyapa di Taman Surya, Prefektur Surabaya, sebagaimana dikutip Bolaskor. dengan.
“Dan terkait pintu tol Menuju Stadion GBT, Pemkot Surabaya berupaya agar Dishub dan pengelola jalan tol membuka akses untuk semua kendaraan. (Berlaku) untuk kendaraan umum juga,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dikejutkan dengan antusiasme suporter Timnas Indonesia yang begitu besar. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan dukungan maksimal kepada para pemain timnas Indonesia dan Palestina.
Baca juga:
Polisi mengerahkan 4.508 petugas gabungan untuk mengawal pertandingan Indonesia-Palestina
“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, kami tidak menyangka tiket bisa langsung terjual. Itu menunjukkan bahwa kota Surabaya sangat mencintai tim Indonesia dan semoga dengan keberuntungan Bung Tomo tim Indonesia bisa mengalahkan Palestina,” ujarnya.
Ahmad Riyadh melanjutkan kerja keras Pemkot Surabaya agar timnya bisa berjuang agar pertandingan internasional mendatang bisa kembali digelar di Kota Pahlawan. Ia menilai, Balai Kota Surabaya dengan pengalaman tersebut tidak perlu lagi belajar menata sepak bola internasional.
“Sebenarnya kami (PSSI) merasa Pemkot Surabaya sudah banyak membantu kami. Pertandingan hari berikutnya diprioritaskan di Surabaya,” kata pria yang berprofesi sebagai pengacara itu. (Laporan kontributor Bolaskor.com Keyzie Zahir dari Surabaya)
Baca juga:
40.000 tiket pertandingan Indonesia v Palestina habis terjual
