Indeks

Tsunami Kecil Landa Kepulauan Kermadec

Merah Putih. dengan – Gempa berkekuatan 7,1 skala richter terjadi di Kepulauan Kermadec di Selandia Baru. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan tsunami kecil terjadi di pulau itu.

“Tsunami kecil ini tidak akan mempengaruhi wilayah Indonesia sehingga masyarakat kita tidak perlu khawatir dengan ancaman tsunami dari gempa Kepulauan Kermandec,” kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Senin.

Baca juga:

Penyebab cuaca panas Landa Indonesia, Tangsel mencapai 37,2 derajat Celcius

Ia menyebutkan, pusat gempa yang terjadi pada Senin, 24 April 2023 pukul 07.41.

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Kermadec (Kermadec Trench) dimana Lempeng Pasifik menunjam di bawah Lempeng Indo-Australia,” katanya.

Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme gerak ke atas (thrust failure) yang menjadi ciri khas mekanisme sumber gempa di zona subduksi lempeng.

Berdasarkan estimasi shakemap, gempa di wilayah Kepulauan Kermadec menyebabkan gempa kuat di Pulau Raoul, pulau yang lebih dekat dengan pusat gempa yang getarannya mencapai skala intensitas VII-VIII MMI (Modified Mercalli Intensity) dan berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan,” katanya.

Dijelaskannya, skala VII MMI berarti setiap orang meninggalkan rumah, kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sudah pada bangunan yang tidak dibangun dengan baik, ada retakan bahkan hancur, cerobong asap yang pecah, dan orang yang mengendarai kendaraan dapat merasakannya.

Sedangkan skala VIII adalah kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Retakan pada bangunan yang dibangun dengan buruk, dinding dapat terlepas dari struktur rumah, cerobong asap pabrik dan monumen runtuh, air menjadi keruh.

Hasil pemantauan menunjukkan gempa Kepulauan Kermandec diikuti empat gempa susulan signifikan dengan magnitudo 5,4; 5.3; M5.0; dan M4.9, serta puluhan gempa kecil lainnya. (Knu)

Baca juga:

BRIN buka suara terkait penghentian alat deteksi tsunami



Source link

Exit mobile version