TPI Pangandaran Sumbang Retribusi Hasil Laut Paling Tinggi

TPI Pangandaran Sumbang Retribusi Hasil Laut Paling Tinggi
TPI Pangandaran Sumbang Retribusi Hasil Laut Paling Tinggi

Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran menyebutkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi tempat pelelangan ikan masih stabil.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rusmana mengatakan, ada tujuh TPI yang beroperasi di Kabupaten Pangandaran.

“Ke tujuhnya pelelangan tersebut adalah di Legokjawa, Madasari, Kertamukti, Batukaras, Nusawiru, Bojongsalawe dan Pangandaran,” ucapnya Jumat (9/7/2021).

Selama ini, menurutnya, TPI yang menyumbang retribusi paling tinggi adalah Pangandaran.

“Menyumbang 60 persen dari keseluruhan retribusi,” ujarnya.

Tahun 2021, capaian retribusi dari tujuh TPI sejak Januari hingga Mei mencapai Rp 552.480.590 atau 10,23% dari target Rp 5.400.000.000.

“Target kita di tahun 2021 cukup berat, di tahun 2020 target kita hanya Rp 1.700.000.000,” ungkapnya.

Tahun 2020, saat masa pandemi baru dimulai, capaian target mencapai 119,33 persen.

“Kita mendapat Rp 2.028.552.463 saat itu,” ujarnya.

Kata dia, capaian retribusi TPI hasil tangkapan nelayan Kabupaten Pangandaran tidak terdampak meski kondisi pandemi Covid-19.

“Capaian retribusi dari TPI sangat tergantung pada musim,” jelasnya.

Baca juga:  Bupati Pangandaran Tegaskan, Akan Tertibkan Transaksi di Luar TPI

Plt Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rida Nirwana mengatakan jika hasil tangkapan nelayan melimpah, maka retribusi cepat tercapai dan meningkat.

“Begitu pun sebaliknya, jika hasil tangkapan nelayan paceklik tingkat ketercapaian retribusi lambat,”

“namun tidak pernah mengalami tidak mencapai target tahunan,” katanya.