Mengganti oli transmisi setiap 20.000 km adalah tip transmisi otomatis yang paling direkomendasikan. Pembilasan direkomendasikan dengan setiap penggantian oli transmisi.
JAKARTA – Bagi warga perkotaan yang sehari-hari menghadapi kemacetan di jalanan, memilih mobil bertransmisi otomatis sangatlah bijak.
Pasalnya dengan mobil bertransmisi otomatis, Anda tidak perlu capek-capek menginjak kopling setiap memindahkan tuas transmisi saat harus berhenti dan terjebak macet.
Meski masih banyak masyarakat yang menentang mobil bertransmisi manual, hal ini masih banyak dipengaruhi oleh harga beli dan cara perawatannya yang dianggap lebih sulit.
Padahal, harga mobil dengan transmisi otomatis masih lebih mahal dibandingkan dengan mobil dengan transmisi manual.
Begitu juga dengan masalah perawatan, mobil dengan transmisi otomatis sangat membutuhkan perhatian ekstra dari pemilik mobil.
Namun, pemilik mobil dapat mempertahankan transmisi otomatisnya yang awet tanpa masalah. Cukup memahami cara kerja transmisi itu sendiri.
Setidaknya anda harus mengetahui fungsi dari masing-masing posisi gigi pada tuas transmisi otomatis yang biasanya dilambangkan dengan huruf dimulai dari P, R, N, D, 3, 2, L dan S.
Ketahui tanda-tanda masalah transmisi otomatis
Mendeteksi tanda-tanda kerusakan pada mobil dengan transmisi otomatis lebih rumit dibandingkan dengan transmisi manual.
Tapi setidaknya Anda bisa melihat tanda-tanda pertama saat transmisi otomatis mulai tidak berfungsi.
Hal ini sangat penting agar Anda bisa mengantisipasinya sejak awal dan tidak harus menunggu sampai terjadi kerusakan yang nyata yang membutuhkan biaya perbaikan yang tentunya tidak sedikit.
Oleh karena itu, dalam hal ini sangat disarankan bagi pemilik mobil bertransmisi matic untuk memberikan perhatian ekstra dalam merawat mobilnya agar tidak cepat rusak.
Berikut tanda-tanda kerusakan transmisi matic yang harus diwaspadai, sekiranya anda bisa segera membawanya ke bengkel untuk segera ditangani, sebelum kerusakan semakin parah.
Suara menyentak atau keras saat memindahkan transmisi
Tanda pertama yang harus diwaspadai adalah munculnya sentakan atau suara keras saat mobil berpindah gigi.
Misalnya, saat memindahkan tuas pemilih dari P (Parking) ke D (Drive), tiba-tiba muncul suara dan getaran, atau bahkan saat tuas pemilih dipindahkan dari N (Netral) ke D, atau N ke R dan bunyi dan getaran terdengar. Hal ini perlu diperhatikan jika terjadi terus menerus.
kebocoran oli transmisi
Kebocoran cairan transmisi dapat dideteksi saat mobil berada di garasi.
Oli transmisi pada mobil dengan transmisi otomatis sangat vital karena membuat performa mobil menjadi kurang optimal jika volume oli berkurang.
Volume oli transmisi harus cukup agar dapat bekerja dengan baik, sehingga kebocoran sedikit saja pada transmisi mobil jenis ini dapat menimbulkan masalah yang cukup serius.
Transmisi tidak berfungsi saat mesin mobil dingin
Penyakit seperti ini sering terjadi di tahap selanjutnya, jika transmisi otomatis mengalami kerusakan.
Selanjutnya muncul gejala saat mesin mobil masih dingin, transmisi tidak berfungsi, atau mobil tidak mau melaju. Sedangkan saat mesin panas, mobil baru berjalan normal.
Ini adalah tanda-tanda awal transmisi otomatis mobil bermasalah. Oleh karena itu, dalam hal ini sangat penting bagi pemilik atau pengguna mobil bertransmisi matic untuk selalu rutin mengecek transmisi mobilnya.
Yang terpenting adalah selalu memperhatikan penggantian oli transmisi sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Jika Anda mulai mengalami tanda-tanda yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya segera bawa mobil ke bengkel resmi agar bisa cepat mendapatkan perawatan sebelum terlambat.
Baca juga: Apakah Ini Tanda Oli Mesin Mobil ‘Overdraw’ dan Penyebabnya?
Rajin ganti oli, tips merawat transmisi otomatis dan tetap awet
Salah satu tips menjaga keawetan transmisi matic mobil Anda adalah dengan hati-hati mengganti oli transmisi.
Inilah hal-hal yang tidak boleh dilewatkan atau terlewatkan oleh para pemilik mobil bertransmisi matic.
Oli transmisi memiliki fungsi vital untuk melumasi bagian mekanis sistem transmisi.
Brahma Putra Mahayana, Spesialis Teknis PT. Pertamina Lubricants (PTPL) menghimbau untuk selalu memperhatikan jumlah oli transmisi pada mobil dengan transmisi otomatis.
“Setiap 20.000 km perawatan, periksa oli transmisi. Jika diketahui volume oli transmisi berkurang, harus segera ditambah untuk menghindari kerusakan”, jelasnya.
Namun menurutnya, tidak cukup hanya mengganti oli transmisi saja, karena ada faktor lain yang juga harus diperhatikan pemilik mobil bertransmisi matic setiap kali ingin mengganti oli transmisi.
“Pada mobil matic, sistem transmisinya juga bisa aus, dampaknya akan partikel seperti kotoran, seperti debu halus yang merupakan produk dari keausan ini. Seiring waktu, debu ini dapat mengubah sifat pelumas, seperti viskositas, warna, dll. Misalnya warna, jika oli di matic semakin gelap, sebaiknya girboks dibilas atau dikuras olinya sampai habis,” kata Brahma.
Penyebab oli transmisi yang jelek lainnya adalah karena oksidasi pada pelumas itu sendiri.
Oksidasi ini menghasilkan zat yang disebut pernis. Pada transmisi otomatis, pernis yang terlalu banyak akan mengganggu kinerja sistem transmisi itu sendiri, terutama pada fitur perpindahan gigi otomatis.
“Pergantian pelumas transmisi dilakukan agar sistem transmisi tetap terlumasi dengan baik, karena pelumas juga memiliki masa manfaat yang semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Saat mengganti oli transmisi, gunakan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil”, lanjut Brahma.
Melakukan pencucian Setiap 20.000 km
Untuk mengganti oli transmisi sebaiknya dengan pembilasan.
“Untuk pembilasan, diperlukan oli transmisi yang lebih banyak, karena kuras dulu oli lama, lalu tambah yang baru, lalu kuras hingga warna oli yang keluar bening kembali, dan terakhir tambahkan oli mobil baru,” jelasnya. . .
Lakukan ini berdasarkan jarak tempuh kendaraan. Untuk mobil yang sering digunakan di kota dengan lalu lintas tinggi seperti Jakarta, Brahma merekomendasikan untuk mencuci atau menguras oli transmisi setiap kelipatan 20.000 km hingga 25.000 km.
PT Pertamina Lubricants sendiri memiliki oli transmisi otomatis yang dikembangkan dan disesuaikan dengan temperatur dan kondisi Indonesia.
Pertamina ATF adalah pelumas multifungsi berkualitas tinggi untuk transmisi otomatis yang diformulasikan dengan bahan dasar sintetik dan aditif pilihan.
Pelumas Pertamina ATF harganya Rp 62.000.
“Pelumas ini direkomendasikan untuk transmisi otomatis segala jenis kendaraan modern saat ini, dan juga untuk sistem hidrolik seperti power steering”, pungkas Brahma.
Dengan menjaga transmisi otomatis mobil dalam kondisi baik, secara tidak langsung juga membantu menjaga harga jual mobil, jika suatu saat ingin dijual.
