Tim SAR Gabungan Temukan Tubuh Korban Longsor di Area Proyek PLTA

SEPUTARPANGANDARAN.COM –Tim SAR gabungan menemukan potongan tubuh korban longsor di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Potongan tubuh itu kini sudah dievakuasi.

Sampai saat ini belum diketahui pasti berapa total korban akibat longsor, namun berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat 12 orang hilang termasuk pekerja PLTA.

Tiga korban sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, yakni satu wanita dewasa, satu anak perempuan, dan satu anak laki-laki. Jenazah dibawa ke rumah sakit Sipirok.

“Penemuan korban pagi tadi di antaranya 1 wanita dewasa, 1 anak perempuan dan 1 anak laki-laki ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Di antaranya wanita dewasa ditemukan dengan kondisi tubuh tidak utuh di bagian tangan, 1 anak laki-laki ditemukan tanpa kepala,” ungkap Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono, Jumat (30/4).

Toto menjelaskan pada pukul 13.10 WIB, tim SAR gabungan menemukan potongan tubuh korban yaitu tangan kanan.

Kemudian pada pukul 15.12 WIB, tim berhasil menemukan potongan tubuh korban yaitu kepala pria yang diduga bagian tubuh korban anak laki-laki yang ditemukan sebelumnya.

Baca juga:  Menkes Akui Selama Ramadan Stok Vaksinasi Harian Covid-19 Berkurang

“Hingga saat ini tim masih berupaya melakukan pencarian dan untuk data para korban masih belum didapatkan,” bebernya.

Longsor di kawasan proyek PLTA Batang Toru terjadi pada Kamis (29/4) malam. Bencana ini diduga akibat hujan deras yang terjadi sejak siang hari.

Longsor menimbun satu rumah warga. Data sementara terdapat 12 orang tertimbun material longsor, rinciannya 9 orang warga sekitar yang terdiri dari dua kepala keluarga dan tiga orang lainnya merupakan karyawan PT. Shino Hydro (2 WNI dan 1 WNA China).

Sumber : CNN