Tangani Banjir Demak, BNPB Fokus Perbaiki Tanggul Jebol juga Teknologi Modifikasi Cuaca

Tangani Banjir Demak, BNPB Fokus Perbaiki Tanggul Jebol juga Teknologi Modifikasi Cuaca

SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan penanganan tanggul jebol kemudian operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) jadi fokus utama penanganan banjir di dalam Daerah Demak, Jawa Tengah.

Suharyanto yang kembali meninjau penanganan banjir Demak mengawali kunjungan kerjanya dengan meninjau Posko Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang berada di dalam Bandara Ahmad Yani, Semarang.

TMC merupakan upaya yang mana dijalankan oleh BNPB dengan lembaga lain untuk mengempiskan curah hujan yang akan turun di dalam wilayah Demak, sebagai salah satu langkah tambahan pada proses penanganan banjir.

“Salah satunya (upaya penanganan dengan) TMC, jadi kalau ketika El Nino, TMC fokus untuk mendatangkan hujan menyiram api yang membakar lahan dan juga hutan. Sekarang TMC digunakan untuk mengalihkan hujan, telah dijalankan mulai 15 sampai hari ini telah enam hari berturut-turut sudah ada ada 18 sorti atau 18 ton garam yang disebar. Alhamdulillah beberapa hari ini tiada ada hujan dan juga membantu ketika proses penutupan tanggul sekarang tanggul telah tertutup,” kata Suharyanto, Kamis (22/2/2024).

Baca juga:  Waspada! Hujan Lebat Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah hingga 4 Maret Mendatang

Suharyanto menjelaskan, proses penanganan banjir dalam Demak cepat terkendali salah satunya berkat TMC juga penutupan tanggul.

“Sumber masalahnya, tanggul Sungai Wulan jebol, akibat jebolnya cukup luas kemudian lebar hampir 30 meter. Saat awal kemajuannya tidaklah signifikan, oleh sebab itu air sangat besar dari sungai juga hujan turun terus, apabila itu bukan diselesaikan sumbernya maka bukan selesai. Kita kerja identik dengan PUPR, PUPR fokus pada penutupan tanggul, kami BNPB mengempiskan sumber air dari hujan,” ucap Suharyanto.

Kedatangan Suharyanto yang dimaksud kedua kalinya ini sebagai upaya untuk melakukan penanganan secara cepat serta tepat sehingga warga terdampak tiada berlarut-larut di kesulitan.

“Tentu sekadar di tahap darurat langkah-langkah yang digunakan dijalankan ketika banjir secara paralel telah diadakan semua. Saat awal-awal ada kekurangan juga kelemahan, tapi setiap hari kita perbaiki. Pertama pada waktu banjir kita selamatkan dulu rakyat yang mana terdampak, pada waktu banjir dua mingguan lalu ada 22.000-an orang terdampak, kita siapkan 50 titik pengungsian ada yang tersebut mengungsi di dalam gedung pertemuan, sekolah, tenda-tenda baik komunal maupun perorangan” tuturnya.

Baca juga:  BMKG Ungkap Cara Selamat dari Paparan Sinar UV Berbahaya

“Perhari ini kita yakinkan untuk tempat penampungan (pengungsi) rata-rata telah tambahan baik. Kemudian keperluan dasar bagi pengungsi juga terpenuhi seperti makan, minum, MCK serta bukan ada laporan terkait penyakit di dalam pengungsian,” tambah Suharyanto

Sumber Sindonews