Tak Tinggal Diam, Para Dukun Ikut Bantu Pencarian KRI Nanggala-402 yang Hilang
SEPUTARPANGANDARAN.COM – Merasa terpanggil untuk menemukan kapal selam KRI Nanggala-402 yang menjadi kebanggaan militer Indonesia, Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) turun tangan.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, terlihat sejumlah pria dengan atribut khas masing-masing membacakan doa-doa.
Persatuan Dukun Nusantara melakukan ritual di tengah laut untuk mencari KRI Nanggala-402.
Mereka duduk melingkar, sementara di tengah-tengah tampak dua kendi yang kemungkinan berisi kemenyan atau dupa mengeluarkan asap.
Baca Doa Pakai Bahasa Jawa dan Arab
Pembacaan doa dalam bahasa Jawa dan Arab untuk menemukan kapal selam KRI Nanggala-402 itu dipimpin oleh pria bersorban warna coklat.
Dengan khusyuk mereka berdoa agar kapal selam yang hilang saat melakukan latihan peluncuran rudal itu segera ditemukan.
Mereka melakukan ritual tersebut di atas perahu yang terapung di tengah-tengah laut yang tidak disebutkan lokasinya.
Hasil Penerawangan Sudah Diserahkan ke TNI AL
Menurut keterangan di unggahan video ini, hasil dari penerawangan mata batin mereka sudah diserahkan ke TNI AL.
Hasil penerawangan mereka katanya sudah diserahkan ke TNI AL.
“Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) ikut serta pencarian kapal selam Nanggala 402 di Selat Bali. .dan hasilnya sudah diserahkan pada AL,” bunyi keterangan video.
Lihat postingan ini di Instagram
Sontak video Persatuan Dukun Nusantara turun tangan ikut mencari kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang itu viral dan jadi perbincangan panas netizen.
Aksi Para Dukun Membuat Netizen Terbelah
Sebagian ada yang mendukung usaha Perdunu dalam mencari Nanggala-402. Namun tak sedikit yang mencibir karena percaya dukun adalah syirik.
Tapi ada juga yang melontarkan komentar kocak terkait keterlibatan Perdunu dalam musibah yang menyedihkan ini.
“Yg prcaya sma dukun gk usah puasa kelen.”
“Akhirnya para mage turun juga untuk membantu.”
“Apapun itu niatnya baik dan perlu diapresiasi.. semoga 53 awak selamat dan segera ditemukan.”
“Jika teknologi sudah tidak bisa lagi waktunya dukun bertindak.”
“Semoga ndag adaji yang percaya itu dukun, dan admin janganmi di populerkan yang bgini, pembodohan.”
“Astagfirullah kita tidak boleh sangka buruk sama orang yg niat baik … Kan stiap Adat dan keyakinan orang beda beda … Lebih baik urusi diri sendiri aja apa kita sudah benar.”
Sumber: Instagram
