RAGAM  

Tahukah Anda, Salat di Masjid Ini Hilang Sandal Sampai Sepeda Motor Diganti

TRENDING,  (SP) –  Peristiwa sandal hilang kerap terjadi di masjid. Bisa jadi sandal itu tertukar dengan orang lain atau memang ada yang sengaja memakainya.

Tapi jika salat di masjid ini, jemaah tak perlu khawatir karena bukan hanya sandal, kalaupun yang hilang adalah sepeda motor maka pengurus masjid bersedia menggantinya.

Masjid itu adalah Masjid Jogokariyan di Kampung Jogokariyan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Pengurus masjid bersepakat, apapun barang yang hilang saat jemaah tengah mengikuti kegiatan di masjid akan diganti dengan barang atau uang yang nilainya setara barang yang hilang itu. Entah berupa sandal, sepeda, bahkan sepeda motor, semua akan diganti.

“Sebenarnya kebijakan mengganti barang jemaah yang hilang itu sudah berlangsung sejak 1999,” ujar Takmir Masjid Jogokariyan Ahmeda Aulia Nurseta

Dia menceritakan, saat itu di tahun 1999, ketika takmir masjid masih dipegang sesepuh Jogokariyan, Jazir, ada jemaah mengaku kehilangan sandal saat beribadah.

Jazir yang kini menjadi Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan berinisiatif mengganti sandal tersebut dengan uang pribadinya. Jazir tidak mengambil uang dari kas masjid untuk mengganti sandal jemaah yang hilang karena saat itu dana masjid belum banyak dan justru akan mengurangi uang kas.

Baca juga:  Ribuan Jamaah Ikuti Salat Tarawih 23 Rakaat di Masjid Sheikh Zayed Solo

Hanya saja, peristiwa kehilangan sandal itu terjadi berulang kali. Jika ada barang yang hilang, maka takmir bertanggung jawab mengganti dengan memakai uang pribadi. Memasuki tahun 2000-an, Masjid Jogokariyan kian berkembang dan bertambah jemaahnya. Infaq yang masuk juga semakin bertambah pula untuk dikelola.

Kebijakan mengganti barang yang hilang kemudian diubah dengan tidak lagi menggunakan dana pribadi takmir, melainkan dialihkan ke pos tersendiri dari kas masjid. Kebijakan ini mulai diterima jemaah.

Ahmeda Aulia menjelaskan mengganti barang jemaah yang hilang saat beribadah demi memberikan rasa tenang sekaligus bentuk tanggung jawab dalam pelayanan. Uniknya, setelah pengurus Masjid Jogokariyan menerapka kebiajakan itu, maka laporan barang jemaah yang hilang kian berkurang.

Entah karena kesadaran atau hal lainnya, menurut dia, jemaah Masjid Jogokariyan semakin merasa aman dan tenang menjalankan ibadahnya. Meski begitu, masih ada satu dua kasus kehilangan yang sempat terjadi, dan pengurus masjid bersedia mengganti.

Ahmeda Aulia mencontohkan beberapa tahun lalu ada jemaah yang melaporkan kehilangan sepeda yang diparkir di halaman masjid. Harga sepedanya saat itu sekitar sekitar Rp 1,5 juta. “Tapi saat sudah disiapkan dana pengganti dari kas, pihak yang kehilangan sepeda malah menolak dengan alasan sudah mengikhlaskan sepedanya yang hilang,” kata dia.

Baca juga:  KPK panggil Dirut PT PP Novel Arsyad terkait Stadion Mandala Krida

Sejauh ini, Ahmeda Aulia melanjutkan, belum ada laporan kasus kehilangan berupa sepeda motor. Namun kalaupun itu terjadi, pengurus Masjid Jogokariyan tetap bersedia menggantinya.

Demi menjaga keamanan di area masjid, pengurus memasang sejumlah kamera CCTV di halaman, di sejumlah titik jalan, dan di dalam masjid, terutama area parkir kendaraan bermotor. “Para pemuda masjid juga turut berjaga saat ada kegiatan besar,” katanya.