Connect with us

PERISTIWA

Tabrakan Maut di Pangandaran, Seorang Pengendara Meninggal

Dipublikasikan

pada

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di jalan raya Pangandaran – Parigi, tepatnya di Dusun Wonoharjo Rt 03/09 Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (29/12/2020).

Dalam peristiwa tersebut, seorang guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Ubaidillah warga Dusun Tenjolaya Rt 04/02 Desa kertayasa, Kecamatan Cijulang, meninggal di tempat kejadian.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi Z 3064 UF yang dikemudikan korban  dengan Honda Vario dengan nopol D 5560 UDC yang dikemudikan Aldi Mubarak warga Dusun Sukadana Rt 02/10 Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Saksi mata dilokasi kejadian, Harun Alrasyad mengatakan, kecelakaan itu bermula saat sepeda motor honda beat yang berboncengan dengan cucunya akan belok ke arah kanan jalan.

“Ketika hendak belok, dari arah belakang datang honda vario yang melaju dengan kecepatan tinggi hingga menghantam honda beat tersebut,” ujarnya.

Akibat hantaman yang begitu keras, kata dia, pengendara dan penumpang honda beat terpental cukup jauh.

“Kedua pengendara sempat terpental jauh, akibatnya korban mengalami luka serius dibagian kepala belakang hingga akhirnya tewas dilokasi kejadian. Sedangkan penumpangnya yang juga cucunya berusia 10 tahun mengalami luka sedang dibagian kaki sebelah kanan,” tuturnya.

Sementara itu, Panit I Lantas Polsek Pangandaran Iptu Sardo melalui anggotanya, Aipda Yamitema Zega membenarkan, kecelakaan maut yang melibatkan dua kendaraan sepeda motor datang dari jalur yang sama yakni dari arah Pangandaran menuju Parigi.

“Setibanya di TKP, pengendara honda beat tiba-tiba belok ke kanan jalan, namun naas, dari arah belakang datang pengendara honda vario dengan kecepatan tinggi hingga menghantam sepeda motor beat hingga pengendaranya terpental,” katanya.

Kata dia, ketiga korban langsung dibawa ke RSUD Pandega guna mendapatkan perolongan medis.

“Pengendara honda beat meninggal karena mengalami luka serius dikepala belakang, sedangkan cucunya mengalami luka di bagian kaki. Sedangkan pengendara vario mengalami luka ringan,” tuturnya.

Kini kasus kecelakaan lalulintas yang menelan korban jiwa dilimpahkan ke unit Lakalantas Polres Ciamis. Sementara kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Pos Lantas Polsek Pangandaran.***

Advertisement
Comments

PERISTIWA

Ngeri, Begal Rampas Perhiasan Warga di Pangandaran Senilai Belasan Juta

Dipublikasikan

pada

Oleh

PADAHERANG – Nasib naas menimpa Turwi (65) seorang janda warga, RT. 08 RW. 04 Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Kawanan begal nekat merampas perhiasan miliknya yang sedang dipakai berupa kalung, gelang dan emas korban, senilai belasan juta rupiah, sekitar pukul 07.00 WIB, Sabtu (16/1/2021) pagi.

Kejadian perampasan bermula, saat korban sedang membersihkan halaman rumahnya.

Tiba-tiba sebuah minibus Toyota Avanza warna putih berhenti. Kemudian salah seorang penumpang turun menghampiri Korban dan menanyakan arah ke Kecamatan Cijulang. Sementara 2 orang lainnya, lagi menunggu dalam mobil.

“Ketika turun, orang itu langsung menghampiri saya, pura pura menanyakan alamat arah jalan ke Cijulang,” ucap Turwi saat ditemui Seputar Pangandaran di Mapolsek Padaherang, Sabtu (16/1/2021).

Selanjutnya, kata ia, setelah bertanya, orang itu mengajak dirinya dengan iming-iming akan diberi sesuatu oleh salah satu pelaku lainnya yang mengaku seorang ustad yang menunggu di dalam mobil.

Karena merasa sudah memberi tahu Alamat yang ditanyakan, saya pun menolaknya. Namun pelaku mendorong saya agar masuk ke dalam mobil, bahkan sempat menyeret dengan perlakuan kasar” ungkap Turwi.

Ketika di dalam mobil, lanju dia, Diirinya pun berteriak meminta tolong. Tapi para pelaku yang berjumlah 3 orang, malah memutar musik dengan kencang dan mengancam akan membunuhnya .

“Diam, kalau tidak diam saya bunuh, sambil menyumpalkan kain ke mulut, kata omongan orang itu,” kata Turwi, menirukan pelaku.

Ia menambahkan, semua perhiasan yang dimilikinya diambil paksa, dan dirinya di turunkan di blok Liposos Jalan Raya Ciganjeng, Padaherang, Pangandaran.

“Ya, perhiasan kalung, cincin dan gelang di rampas semua, kemudian saya diberi uang Rp 50 ribu yang di simpan di dalam kresek putih dan diturunkan di blok cingcin Liposos,” katanya.

Turwi menyampaikan, semua perhiasan yang dirampas seperti cincin, gelang dan kalung, kurang lebih senilai Rp12.600.000.

Sementara Kapolsek Padaherang Iptu Aan Supriatna mengatakan membenarkan informasi tersebut.

“Kami sudah menerima laporan dari pihak korban, dan akan kita tindak lanjuti,” jelas Aan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar berhati hati dan waspada. Hindari menggunakan perhiasan yang berlebihan agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita harapkan,” jelasnya.

Sampai tayangnya berita ini, pihak Kepolisian Padaherang masih melakukan penyelidikan tentang kasus ini. (Eris Riswana/SP)

Lanjutkan membaca

PERISTIWA

Inalillahi, Tabrak Truk Parkir di Pangandaran, Pengendara Beat Meninggal

Dipublikasikan

pada

Oleh

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Kecelakaan maut terjadi di jalan Pamugaran pantai barat Pangandaran, tepatnya di Dusun Padasuka Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, Minggu (10/01/2021) sekira pukul 02.00 WIB.

Seorang pengendara sepeda motor Honda Z 3044 UJ meninggal dunia setelah menabrak dump truck B 9814 TJ yang parkir di badan jalan.

Korban diketahui bernama Feri Ramdani (26), warga Karangsari Desa Pananjung Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

Sebelum kejadian korban melaju dari arah pantai barat menuju Cikembulan. Entah apa yang terjadi, sepeda motor korban lalu menghantam bagian belakang truk. Korban langsung terkapar bersimbah darah.

Pengemudi truk Iman Satiman (42) warga Cinangsi Desa Rajadatu Kecamatan Cineam Tasikmalaya mengaku, dirinya berhenti dibahu jalan untuk ngobrol bersama istrinya.

“Sekitar 15 menit berhenti, tiba-tiba terdengar benturan keras. Kabin mobil pun goyang,” kata Iman.

Dia turun lalu memeriksa, ternyata didapati korban sudah terkapar di bagian kanan belakang truk.

“Melihat itu saya panik, namun kondisi korban sangat parah akhirnya saya bawa korban ke RSUD Pandega,” tuturnya.

Anggota Unit Lalulintas Polsek Pangandaran Brigadir Feri Ridwan mengatakan setelah dirawat di RSUD Pandega korban meninggal dunia.

“Ya diduga motor menabrak bagian belakang truk yang sedang parkir. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit, namun karena lukanya parah, korban meninggal dunia,” kata Feri.

Dia menyampaikan kasus kecelakaan maut itu langsung dilimpahkan ke Unit Lakalantas Polres Ciamis.

“Sementara untuk kedua kendaraan sebagai barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Pangandaran,” katanya. (Eris Riswana/SP)

Lanjutkan membaca

PERISTIWA

Perampok Bersenjata Tajam Gasak Rp.38 Juta dari Minimarket di Pangandaran 

Dipublikasikan

pada

Oleh

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Kawanan perampok bersenjata tajam beraksi di sebuah minimarket di Jalan Raya Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jum’at (8/1/2021) malam.

Perampok melakukan aksinya dengan cara menodong karyawan menggunakan senjata tajam. Uang tunai Rp38 juta hasil penjualan selama dua hari digasak pelaku.

Menurut keterangan korban, Sri Sundari (21) menyampaikan, saat itu dirinya berada di meja kasir, dan toko akan segera tutup kaena waktu menunjukkan Pukul 21.57 WIB.

“Belum ditutup semua, karena belum waktunya dan takut ditegur, karena jam tutup toko pukul 22:00 WIB, ” kata Sri, kepada seputarpangandaran.com, usai kejadian.

Sementara seorang pramuniaga Awaludin (20) mengatakan, saat mereka akan beres-beres karena akan tutup, ada dua orang masuk ke dalam toko.

“Saya kira, mereka customer yang mau belanja, maka kami buka dan ternyata menodong,” ucapnya.

Menurutnya, saat kejadian pelaku ada dua orang, yang satu masuk ke dalam dan satunya lagi menunggu di luar.

“Tapi tadi sepertinya ada satu orang lagi di mobil yang menunggu di pinggir Jalan Raya Padaherang, Pangandaran,” katanya.

Lanjut Awaludin, dua orang itu semuanya membawa senjata tajam, berupa golok dan pisau belati.

“Untuk yang menodong ke saya membawa golok, dan yang ke kasir menggunakan belati,” ucapnya.

Kata Awaludin, perampok mengambil semua uang yang berada di kasir dan brangkas belakang, hasil penjualan selama dua hari. “Totalnya sekitar Rp38 juta,” ungkapnya.

Kasus ini sudah ditangani kepolisian. sampai berita ini dibuat, pihak Mapolsek Padaherang masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. (ERIS RISWANA/SP)

Lanjutkan membaca

PERISTIWA

Diduga petugas PLN Gadungan, Tega Curi Uang di Rumah Lansia

Dipublikasikan

pada

Oleh

SEPUTARPANGANDARAN.COM -Nasib sial dialami pasangan lanjut usia Sudiman dan Anah, warga Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Kawanan maling yang mengaku sebagai petugas PLN tega-teganya mencuri uang ratusan ribu dari dalam rumah milik mereka, Rabu (30/12/2020).

Menurut Anah, peristiwa tersebut bermula saat para pelaku yang mengaku sebagai petugas PLN mengecek instalasi listrik,

“Mereka ada 2 orang, satu orang masuk ke dalam rumah dan yang satunya lagi mengajak bicara di luar rumah,” ucap Anah.

Pelaku, lanjut Dia, meminta izin masuk ke rumah dengan dalih untuk mengecek dan melakukan perbaikan instalasi listrik.

Kurang lebih setengah jam satu pelaku di dalam rumah. Pelaku lainnya melarang korban ikut ke dalam.

“Tadinya ketika diajak ngobrol, saya ingin masuk ke dalam untuk mendampingi, tapi orang yang satunya lagi melarang karena sedang ada yang diperbaiki,” ungkap Anah.

Ketika sudah beres, kedua orang yang mengaku petugas PLN itu segera pamit dan menyampaikan akan mengecek listrik di rumah lainnya.

“Saya pun tidak curiga karena terlihat seperti petugas PLN biasanya. Namun selang beberapa waktu ketika saya bertanya ke tetangga, ternyata tidak ada petugas PLN. Saya langsung curiga dan bergegas ke dalam rumah,” ucap dia.

Anah pun sontak kaget, saat melihat ke dalam rumah dan ruangan kamar, karena tampak pakaian di lemari semuanya berantakan.

“Semua pakaian berantakan dan uang simapanan di tas saya, senilai kurang lebih 600 ribu rupiah hilang,” ujarnya.

Meskipun demikian, dirinya mengaku tidak akan melapor ke pihak berwajib karena tidak mau di introgasi dan masih shock atas kejadian itu.

“Semoga, pencuri yang mengaku sebagai petugas PLN itu cepat ketangkap dan tidak ada korban korban lainnya,” ucap Anah. (Eris Riswana/SP)

Lanjutkan membaca

PERISTIWA

Rumah Warga di Pangandaran Rusak Tertimpa Pohon

Dipublikasikan

pada

Oleh

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Hujan disertai angin kencang telah mengakibatkan sebuah pohon roboh dan menimpa rumah warga di Dusun Sindangjaya RT.26/RW.006 Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa (29/12/2020).

Akibat insiden itu, batang pohon telah merusak rumah milik Sriyati di bagian atap.

Ketua FK Tagana Kabupaten Pangandaran, membenarkan informasi tersebut dari laporan anggotanya.

Bersama warga setempat anggota dilapangan pun langsung membantu menyingkirkan batang pohon tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya kerugian materi,” kata pria yang akrab disapa Kang Nay.

Dirinya belum berani menyebut nilai kerugian karena masih dilakukan pendataan.***

Lanjutkan membaca

Populer