Sukses Besar! Polda Jabar Sulap 9 Ribu Hektare Lahan Tidur Jadi Perkebunan Jagung
PANGANDARAN, SPC – Kepolisian Daerah Jawa Barat menginisiasi model kolaborasi baru dalam memperkuat ketahanan pangan melalui program penanaman jagung massal. Dengan tajuk “Keroyok Bareng Rame-Rame”, program ini berhasil mengonversi ribuan hektare lahan tidur menjadi kawasan produktif yang terintegrasi dengan industri pakan ternak.
Hingga 9 April 2026, realisasi penanaman jagung di wilayah hukum Polda Jabar telah mencapai 9.147,02 hektare. Angka tersebut setara dengan 43 persen dari total potensi lahan seluas 21.008 hektare yang diidentifikasi dapat dioptimalkan. Pencapaian ini dinilai bukan sekadar keberhasilan teknis pertanian, melainkan buah dari mobilisasi sosial yang melibatkan kepolisian hingga perangkat desa.
Kepala Biro SDM Polda Jabar, Komisaris Besar Fadly Samad, saat meninjau lokasi di Pangandaran, menyatakan bahwa keberhasilan ini bertumpu pada kerja kolektif. “Kami tidak bekerja sendiri. Ini adalah gerakan massal yang akan terus diperluas karena potensi lahan masih sangat besar,” tuturnya.
Model Satu Desa Satu Hektare
Inti dari inovasi ini adalah konsep “1 Desa 1 Hektare”. Melalui pendekatan ini, setiap desa didorong untuk memanfaatkan lahan kosong secara legal. Untuk mengatasi kendala keterbatasan lahan milik warga, Polda Jabar menjalin kerja sama pinjam manfaat dengan Perhutani dan PTPN. Sinergi ini memungkinkan pemanfaatan lahan negara yang kurang produktif menjadi lahan pertanian yang terstruktur.
Selain masalah lahan, program ini juga membedah kebuntuan akses modal yang selama ini menghimpit petani kecil. Polda Jabar merajut ekosistem pembiayaan yang bersumber dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), Primkoppol, serta dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari berbagai mitra.
Kepala Bagian Pembinaan Karier Biro SDM Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Condro Sasongko, menambahkan bahwa kolaborasi dengan pabrik pakan menjadi variabel kunci. Kepastian serapan pasar membuat petani lebih berani untuk memulai produksi.
Stabilitas Harga
Dampak ekonomi dari program ini mulai terasa di tingkat mikro maupun makro. Hingga saat ini, sebanyak 3.700,13 ton jagung telah diserap sebagai cadangan pangan pemerintah. Sementara itu, serapan terbesar berasal dari sektor industri pakan ternak yang mencapai 75.066 ton.
Melimpahnya pasokan yang terdistribusi dengan baik ke industri ini terbukti mampu menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani. Selisih harga yang terjaga mencegah jatuhnya nilai tukar petani saat masa panen tiba.
Melihat keberhasilan di Jawa Barat, program ini diproyeksikan menjadi percontohan (role model) nasional. Keberhasilan Polda Jabar menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dipercepat apabila dilakukan melalui pendekatan lintas sektoral yang menyentuh akar persoalan: lahan, modal, dan kepastian pasar.



