Oleh : Ayu Suratmi
Sudah satu tahun lebih pandemi Covid-19 berlangsung dan memberikan dampak pada segala aspek kehidupan semua kalangan masyarakat.
Semua pihak teus berjuang bahu membahu menghadapi kondisi yang berpengaruh pada tatanan kehidupan masyarakat, baik bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial maupun budaya.
Gangguan Fisik dan Mental
Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, pandemi Covid-19 ini bukan hanya menyerang fisik namun juga mental.
Gangguan kesehatan mental ini disebabkan rasa cemas, ketakutan, gelisah, kematian, kemiskinan, perekenomian dan rasa ketakutan lainnya, termasuk penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau hoaks yang begitu masif dan sangat mempengaruhi pikiran.
Pengaruh pandemi Covid-19 pada bidang Pendidikan juga luar biasa. Selama pandemi semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara dalam jaringan (daring).
Tentu kebijakan itu berdampak besar pada orang tua siswa, karena harus meluangkan waktu mengajari anaknya di rumah. Padahal tidak semua orang tua memiliki kemampuan memahami pelajaran anak sekolah.
Menjadi ‘guru’ dadakan tentu bukan perkara mudah. Memberi pelajaran pada anak harus telaten, sabar dan menguasai mata pelajaran. Hal itu menjadi beban berat bagi sebagian besar orang tua siswa.
Pengaruh Covid-19 pada Perekonomian
Dilansir oleh Liputan 6 .com, pada 14 Juli 2020, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengungkapkan tiga dampak besar pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.
Pandemi diperkirakan membuat Indonesia masuk ke masa krisis. “Gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini menghantam Indonesia bagaikan sebuah perfect storm yang setidaknya memberi tiga dampak besar bagi perekonomian,” kata Suryo .
Dia menyebutkan dampak pertama covid-19 adalah membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen terhadap ekonomi jatuh cukup dalam.
Hal ini dibuktikan, dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 persen pada kuartal I 2019 ke 2,84 persen pada kuartal I tahun ini.
Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha.
Dampak ketiga Covid- 19 ke ekonomi adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.
Dampak pandemic Covid-19 juga sangat mempengaruhi pedagang kecil, pedagang asongan hingga para UMKM. Oleh karena itu perlu strategi pemasaran agar UMKM tetap berjalan dan tetap mendapatkan untung.
Strategi Pemasaran UMKM di Masa Pandemi Covid-19
Strategi pemasaran UMKM di masa pandemi Covid-19 agar UMKM tetap bertahan :
1. Tentukan segmentasi pasar secara spesifik
Menentukan siapa target konsumen ini hal yang sangat penting untuk penjualan agar tau bagaimana pasarnya dan tau cara melakukan penjualannya. Oleh karena itu sebelum melakukan pemasaran pebisnis harus tau siapa target konsumennya dan harus menargetkan calon konsumennya agar jelas dan tidak salah saat melakukan pemasaran.
Selain itu juga segmentasi pasar yang dimaksud disini yaitu sebagai kegiatan disuatu pasar untuk membagi bagi atau mengelompokkan sesuai kelompok masing-masing.
Dengan melakukan segmentasi pasar ini maka kegiatan pemasaran/penjualan lebih terarah sehingga penggunaan sumber daya yang akan digunakan lebih efektif.
Oleh karena itu agar UMKM tetap berjalan dimasa pandemi harus menentukan segementasi pasar secara spesifik, harus menentukan target konsumen dan calon konsumen.
Misalnya pemasaran makanan dan minuman apakah makanan dan minuman ini bisa dikonsumsi oleh semua usia atau tidak,apakah harga makanan dan minuman bisa dijangkau oleh semua kalangan atau tidak. Pemasaran produk kecantikan seperti skincare apakah penggunaannya bisa untuk pria dan
wanita atau hanya wanita saja.
2. Meyakinkan bahwa produk kita aman
Setelah menentukan segemntasi pasar dan target konsumen, perlu juga untuk meyakinkan konsumen bahwa produk kita aman. Karena keamanan produk
manjadi hal yang paling utama juga agar konsumen bisa yakin dan menjadi
pelanggan produk kita. Langkah ini, mungkin bisa mendaftarkan produk kita ke BPOM.
3. Tetap perhatikan standar kualitas produk
Kualitas produk termasuk unsur penting agar produk kita tetap dicari oleh
konsumen, karena biasanya konsumen sangat memperhatikan kualitas produknya ketika akan membeli.
Selain itu kualitas produk merupakan salah satu kunci dalam persaingan diantara pebisnis yang satu dan lainnya kepada konsumen, misalnya walaupun produk kita sama dengan yang lain tetapi jika kualitas produk kita lebih bagus maka tentunya konsumen lebih memilih produk kita.
4. Menjaga hubungan baik dengan konsumen
Merupakan hal yang penting dalam merencakan bagaimana pelaku usaha
dapat menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Hal ini harus dilakukan agar
usaha kita terus berkembang dan menjaga agar pelanggan tidak kabur.
Cara menjaga hubungan baik dengan konsumen agar setia pada produk kita meskipun di masa pandemi, antara lain :
a. Selalu berkomunikasi dua arah.
b. Utamakan pelayanan yang baik untuk pelanggan seperti tetap ramah ke pelanggan dalam kondisi apapun.
c. Menanggapi keluhan pelanggan.
d. Beri hadiah atau diskon kepada pelanggan.
5. Buat promo yang menarik.
Salah satu manfaat promo adalah untuk membangun suatu citra produk. Dengan melakukan promosi,memasarkan atau mengenalkan suatu produk makan akan membangun citra suatu produk, yaitu agar produknya lebih dikenal oleh konsumen dan calon konsumen.
Contoh promosi yang menarik itu seperti memberi potongan harga, memberi give away atau memberi program beli satu gratis satu.
6. Menerapkan digital Marketing
Dengan melakukan digital Marketing tentu saja UMKM tetap terus bisa beroprasi meskipun tanpa melakukan transaksi tatap muka atau secara langsung.
*) Mahasiswi di Universitas Jenderal Soedirman
