PANGANDARAN, SPC – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai memasang kuda-kuda menghadapi siklus tahunan lonjakan pemudik dan pelancong pada medio April mendatang.

​Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral untuk mematangkan persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kantor Setda Cintakarya, Kamis (12/3/2026).

​Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Ino Darsono, hingga Kapolres Pangandaran AKBP Potawari. Citra menegaskan bahwa sinkronisasi antarlembaga adalah “harga mati” untuk menghindari karut-marut pelayanan publik selama libur panjang.

​Pembagian Zona Kendali Lalu Lintas

​Salah satu poin krusial yang dibedah dalam rapat tersebut adalah manajemen arus lalu lintas. Sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat, Pangandaran menghadapi tantangan unik: pertemuan arus mudik lokal, mobilisasi warga, dan gelombang wisatawan secara bersamaan.

​Untuk mengurai potensi simpul kemacetan, Citra menginstruksikan pembagian wilayah kerja yang tegas antara kepolisian dan dinas terkait.

​”Untuk pengaturan lalu lintas, kami memercayakan jalur arteri kepada pihak kepolisian. Sementara itu, di dalam kawasan wisata, Dinas Perhubungan (Dishub) yang akan memegang peranan penting,” ujar Citra.

​Skema ini diharapkan efektif mencegah penumpukan kendaraan di pintu-pintu masuk pantai yang kerap menjadi titik nadir kemacetan setiap tahunnya.

​Belajar dari Evaluasi Masa Lalu

​Bupati perempuan pertama Pangandaran ini juga meminta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menanggalkan pola kerja “bisnis seperti biasa”. Ia mendesak peningkatan performa berdasarkan catatan evaluasi tahun-tahun sebelumnya.

​”Libur Lebaran nanti, pemudik, wisatawan, dan warga lokal akan berkumpul di Pangandaran. Tentu segala sesuatunya harus kita siapkan dengan matang,” tegasnya.

 

​Ada empat indikator keberhasilan yang dipatok Citra dalam musim Lebaran kali ini:

  1. Kelancaran Arus: Terjaminnya mobilitas mudik dan balik.
  2. Stabilitas Harga: Pemantauan ketersediaan bahan pokok di pasar.
  3. Manajemen Wisata: Pengelolaan kawasan yang humanis namun tetap tertib.
  4. Keamanan: Mitigasi dan penanganan cepat potensi kecelakaan (zero accident).

​Mengejar Target PAD Pariwisata

​Di balik aspek pelayanan, sektor retribusi tetap menjadi perhatian utama. Sektor pariwisata hingga kini masih menjadi tulang punggung pendapatan daerah Kabupaten Pangandaran.

​Secara gamblang, Citra menargetkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun ini harus melampaui capaian tahun 2025.

​”Momen Lebaran ini harus menjadi peluang untuk meningkatkan PAD kita lebih baik dari tahun lalu,” pungkas Citra menutup rapat.

​Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh perwakilan PHRI, IGHMA, serta asosiasi pedagang. Keterlibatan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan standar pelayanan dan harga yang seragam, guna menjaga citra positif Pangandaran di mata wisatawan.