Sri Mulyani Sebut Jerman juga Inggris Terancam Resesi, Ini adalah Pemicunya
SEPUTARPANGANDARAN.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan situasi perekonomian global masih dipenuhi ketidakpastian. Bahkan Ia memproyeksikan Inggris hingga Jerman terancam mengalami resesi.
Sri Mulyani menyampaikan, kondisi global semakin bukan menentu disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, suku bunga yang tinggi juga terjadi dalam Amerika Serikat (AS) yang mana menyebabkan biaya pinjaman naik kemudian menekan sejumlah negara.
Di sisi lain, imbal hasil (yield) US Treasury atau obligasi Amerika Serikat juga mengalami dinamika yang tersebut sangat tinggi. Bahkan pada Oktober yang tersebut lalu US Treasury mencapai 5%. Hal ini kata Dia, pertama kali terjadi sejak 2007 silam lalu menyebabkan capital outflow di tempat berbagai negara.
Kemudian, negara-negara pada Eropa juga masih dibayangi geopolitik antara tanah Ukraina lalu Rusia kemudian juga bayangan naiknya harga tinggi. Ditambah adanya ketegangan peperangan di dalam Timur Tengah yang tersebut berpotensi memunculkan disrupsi atau dampak lain.
“Eropa masih dibayangi peperangan negeri Ukraina kemudian naiknya harga tinggi. Ini adalah menyebabkan dampak kenaikan suku bunga tinggi yang mana menyebabkan negara-negara Eropa seperti Jerman kemudian Inggris terancam resesi,” tutur Sri Mulyani pada konferensi pers, hari terakhir pekan (24/11).
Faktor lain yang tersebut perlu diwaspadai adalah perekonomian China yang tersebut belum pulih. Pelemahan perekonomian China ini diproyeksi akan berlangsung di jangka panjang, oleh sebab itu menyangkut faktur struktural.
Di China juga terjadi krisis property, yang digunakan mana fenomena ini ditandai dengan bangkrutnya raksasa properti Evergrande itu dinilai akan berdampak terhadap perekonomian global.
“Masalah sektor properti pinjaman dari pemerintah tempat di tempat perekonomian RRT yang tersebut menyebabkan beban cukup tinggi sehingga pemulihan dunia usaha bukan jalan cepat,” ungkapnya.
Sumber: Kontan
