Indeks
Gadget  

Sony ZV-E1 Hadir Sebagai Kamera Full-Frame Paling Kecil dan Ringan

Jakarta, Gizmologi – Sony baru saja merilis kamera baru yang dirancang khusus untuk vlogging. Ya, memang bukan yang pertama, tapi varian ketiga ini yang terbaik. Yakni, Sony ZV-E1, yang diharapkan menjadi kamera full-frame paling ringkas dan ringan dengan lensa yang dapat diganti sesuai kebutuhan.

Ya, Sony telah lama merilis versi pertama lini ZV yang dirancang khusus untuk vlogging. Yakni, Sony ZV-1 yang masih digunakan oleh tim Gizmology hadir sebagai kamera saku dengan sensor berukuran 1 inci. Berikutnya hadir ZV-E10, yang merupakan compact mirrorless dengan desain bodi yang mirip dengan Sony A6100 untuk fitur yang lebih disempurnakan.

Sony ZV-E1 kali ini hadir untuk konsumen yang ingin lebih serius dalam membuat konten video. Penggunaan sensor full-frame membuat kamera baru Sony ini lebih cocok untuk berbagai kondisi pencahayaan. Apalagi jika dipasangkan dengan lensa Sony, yang kini memiliki lebih dari 70 versi berbeda. Tapi itu juga dilengkapi dengan label harga yang cukup premium.

Baca Juga: Sony Gelar Alpha Festival 2023, Sekaligus Pamerkan VENICE 2 Cinema Camera

Dilengkapi dengan sejumlah fitur bertenaga AI

Ya, harga Sony ZV-E1 sendiri mulai dari $2.199 atau sekitar Rp31 jutaan. Harga ini untuk bodi saja, sedangkan paket dengan lensa kit zoom 28-60mm F4.5-5.6 dijual seharga $2.499 atau Rp. 37 juta. Jauh lebih mahal daripada dua generasi Sony ZV sebelumnya, tetapi juga dengan fitur yang jauh lebih baik, mendekati kamera full-frame andalan Sony lainnya.

Sensor full-frame 12MP Sony ZV-E1 adalah sensor yang sama di kamera Sony A7S III dan Sony FX3, yang dikenal dengan kualitasnya bahkan dalam kondisi cahaya redup. Kamera ini juga mengusung prosesor BIONZ XR andalan Sony dan dipadukan dengan unit pemrosesan AI khusus untuk menghadirkan banyak kemampuan kecerdasan buatan. Membantu pengambilan video lebih mudah.

Terdapat fitur seperti AI human recognition, yang memungkinkan kamera menyesuaikan level bokeh dan aperture sesuai dengan jumlah orang yang masuk ke viewfinder. Fitur Multi Face Recognition didesain agar tidak hanya wajah depan atau belakang yang menjadi fokus, khususnya saat menggunakan bukaan diafragma terbesar pada sebuah lensa. Tidak perlu mengubahnya secara manual.

Hadir pula fitur automatic framing untuk memastikan objek berada di tengah frame secara proporsional, serta Auto Microphone yang secara otomatis mengatur arah sumber suara. Kamera ini dilengkapi dengan tiga mikrofon kapsul built-in yang dapat disesuaikan untuk pengambilan suara, baik depan, belakang, maupun sekitar.

Fitur real-time recognition AF pada Sony ZV-E1 juga diturunkan dari seri A7R V, yang dapat mendeteksi jenis objek selain manusia, seperti burung, serangga, kendaraan, kereta api, dan pesawat. Berikutnya, sistem stabilisasi Sony ZV-E1 dilengkapi dengan Dynamic Active Mode yang diklaim mampu meredam goyangan kamera 30% lebih efektif dibandingkan mode stabilisasi standar.

Sony ZV-E1 dapat merekam video hingga 4K 120fps

Sebagai kamera yang didesain untuk vlogging, Sony ZV-E1 dilengkapi dengan layar berukuran 3 inci yang dapat dibuka dan diputar. Perekaman videonya sendiri mendukung resolusi hingga 4K 60fps 4:2:2 10-bit. Untuk 4K 120fps, dikabarkan hadir melalui pembaruan perangkat lunak. Soal konektivitas juga cukup lengkap, mulai dari SD card, audio jack, microphone, USB-C dan HDMI yang sayangnya berukuran mini alias tidak full size.

Kontrol juga dapat disesuaikan, dengan cincin zoom terpasang di area tombol rana, serta opsi untuk mengakses mode Bokeh dan Product Showcase. Untuk menghasilkan video sinematik, terdapat opsi rasio aspek Cinemascope yang dapat menghasilkan rasio aspek 21:9 tanpa perlu proses editing.

Bodi luar Sony ZV-E1 didesain tahan debu dan cairan sehingga bisa digunakan dalam berbagai situasi, termasuk di luar ruangan. Rentang ISO-nya cukup lebar, mulai dari ISO 80 hingga 102.400, yang bisa diperpanjang hingga ISO 40 – 409.600.

Exit mobile version