SEPUTARPANGANDARAN.COM, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi atau MK Anwar Usman menanggapi putusan Majelis Kehormatan MK (MKMK) yang tersebut menyatakan dirinya melakukan pelanggaran etik berat. Anwar mengatakan percaya hal hal itu akan menjadi hikmah bagi diri lalu keluarga besarnya.

Diketahui, Anwar Usman miliki hubungan keluarga dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Dia adalah suami dari Idayati yang digunakan merupakan adik Jokowi. Selain itu, Anwar juga pribadi paman bagi anak lalu menantu Jokowi, dalam antaranya calon cawapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Medan Bobby Nasution, serta Ketua Umum PSI Kaesang Pengarep.

“Saya yakin lalu percaya bahwa di tempat balik semua ini, insyaallah ada hikmah besar yang dimaksud akan menjadi karunia bagi saya serta keluarga besar saya,” kata Anwar Usman dalam konferensi pers di dalam Gedung MK, Jakarta Pusat pada Rabu, 8 November 2023. Selain diri kemudian keluarga besar, Anwar juga menyebut hikmah untuk sahabat, handai tolan, juga secara khusus bagi Mahkamah Konstitusi serta seluruh bangsa Indonesia.

Akibat terbukti melakukan pelanggaran etik, Anwar Usman dicopot dari posisinya sebagai Ketua MK. Namun, dia berujar pemberhentian yang tiada membebani dirinya. Alasannya, kata Anwar, dikarenakan jabatan yang tersebut pernah dipercayakan ke dirinya adalah milik Allah.

Akan tetapi, Anwar Usman juga mengatakan tuduhan yang digunakan diberikan kepada dirinya atas penanganan gugatan batas usia minimal capres-cawapres sebagai suatu kebohongan. “Fitnah yang dimaksud dialamatkan kepada saya, terkait penanganan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023, adalah fitnah yang tersebut amat keji lalu identik sekali bukan berdasarkan atas hukum,” kata dia.

Anwar mengklaim tidaklah mungkin dia mengorbankan martabat juga kehormatan demi meloloskan pasangan calon tertentu dalam Pilpres 2024. Diketahui, putusan batas usia minimal capres-cawapres membuka jalan bagi keponakan Anwar, yaitu Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai cawapres Prabowo Subianto dalam pilpres mendatang.

Anwar Usman pun berujar ada skenario yang digunakan sudah direncanakan untuk membunuh karakternya. Dia mengatakan sudah pernah mengetahui skenario hal tersebut sebelum membentuk MKMK yang kemudian menggelar sidang atas dirinya. “Saya sudah mendengar ada skenario yang berupaya untuk membunuh karakter saya,” kata Anwar Usman. 

Meskipun mengklaim tahu adanya skenario itu, Anwar berujar dia berbaik sangka juga tetap membentuk MKMK. Hal yang disebut dia katakan sebagai bentuk tanggung jawab amanah jabatan yang mana diembankan kepadanya sebagai Ketua MK.

Anwar Usman pun menyatakan tak akan mundur dari posisinya sebagai hakim konstitusi. Saat ditanya wartawan ihwal banyaknya pihak yang mana mendesak pengunduran dirinya, Anwar Usman semata-mata merujuk pada hasil putusan sidang etik MKMK. “Ada enggak dalam amar putusan Majelis Kehormatan?” ujar dia.

 Pilihan Editor: Dapat Dukungan dari Bobby Nasution, Prabowo: Saya Merasa Besar Hati

SULTAN ABDURRAHMAN

Sumber: tempo