SEPUTARPANGANDARAN.COM, Jakarta – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi atau Dewas KPK memulai sidang etik terhadap Firli Bahuri hari ini, Kamis 14 Desember 2023.
Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengatakan, proses jalannya sidang etik yang disebutkan tidaklah dapat diliput akibat dilaksanakan secara tertutup untuk umum.
“Sesuai Perdewas (Peraturan Dewas KPK), sidang etik tertutup,” kata Syamsuddin dikonfirmasi Tempo, Kamis pagi.
Sebelumnya, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyatakan ada tiga laporan yang digunakan diterima Dewas KPK terhadap Firli. Yang pertama adalah perihal pertemuannya dengan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Kemudian berhubungan dengan adanya harta kekayaan yang tersebut bukan dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) lalu yang ketiga adalah mengenai sewa rumah di area Jalan Kartanegara 46, Kebayoran Baru, Ibukota Selatan.
Tumpak mengungkapkan Dewas KPK berusaha mencapai sidang etik Firli Bahuri ini akan rampung sebelum Natal 2023.
“Kami akan berjuang sampai akhir tahun ini selesai perkara itu, sebelum Natal kalau bisa,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di dalam Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi KPK, Ibukota Indonesia Selatan, Hari Jumat pekan lalu.
Firli Bahuri dilaporkan ke Dewas KPK oleh Komite Mahasiswa Peduli Hukum pada awal Oktober 2023 lalu. Mereka menilai purnawirawan Polri bintang tiga itu melakukan pelanggaran kode etik dikarenakan bertemu dengan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai pihak yang mana terlibat pada perkara korupsi di dalam Kementerian Pertanian.
Laporan itu dilaksanakan pasca foto-foto rapat Firli serta politikus Partai NasDem itu beredar luas di dalam media sosial. Belakangan, Firli disebut tak semata-mata bertemu dengan Syahrul, tetapi juga melakukan pemerasan.
Dewas KPK menjelaskan Firli Bahuri diduga melanggar Pasal 4 ayat 2 huruf A atau Pasal 4 ayat 1 huruf J serta Pasal 8 ayat E peraturan Dewas Nomor 3 Tahun 2021 tentang penegakan kode etik serta kode perilaku.
Dewas KPK pun sudah pernah memeriksa Firli pada Senin, 20 November 2023. Sebelum pemeriksaan, Firli menyampaikan kalau perkara yang mana dialaminya merupakan serangan balik koruptor.
“Ini adalah season saya menganggap bahwa koruptor melakukan perlawan kemudian serangan balik untuk KPK, untuk para pihak yang tersebut melakukan pemberantasan korupsi,” kata Firli Bahuri di konferensi pers di area Gedung Merah Putih KPK, Awal Minggu 20 November 2023.
Firli membantah telah dilakukan memeras terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Apalagi menerima suap atau gratifikasi dari pihak berperkara. “Saya tiada pernah melakukan pemerasan untuk siapapun, serta saya juga tiada pernah terlibat terkait dengan suap menyuap juga gratifikasi untuk siapa pun,” kata Firli Bahuri.
Soal foto pertemuannya di area lapangan bulu tangkis seperti yang popular di dalam media sosial, Firli mengatakan itu dijalankan sebelum Syahrul Yasin Limpo ditetapkan sebagai tersangka.
“Pertemuan di tempat lapangan bulu tangkis antara saya dengan Menteri Pertanian pada waktu itu Syahrul Yasin Limpo, terjadi sebelum periode tersebut, tepatnya sekitar pada tanggal 2 Maret 2022, dan juga itu pun beramai-ramai pada tempat terbuka,” kata Firli.
Firli kemudian mengungkapkan bahwa perkara pada Kementerian Pertanian mulai masuk ke tahap penyelidikan KPK sekitar bulan Januari 2023.
“Maka di waktu tersebut, status saudara Syahrul Yasin Limpo tidak tersangka, terdakwa, terpidana, atau pihak yang dimaksud berperkara dalam KPK,” ujar Firli.
Pilihan Editor: Nawawi Pomolango Bantah Kapolda Metro Pernah Ancam Dirinya pada Kasus DJKA Kemenhub
Sumber: tempo





