MEREK Perdagangan SHEIN dalam beberapa tahun terakhir sering menjadi topik perbincangan. Ini karena desainnya yang menarik dengan harga yang kompetitif. Namun merek ini sering bermasalah karena meniru desain dan tidak ramah lingkungan.
Masalah mode cepat selalu menguntungkan pembeli dan merugikan pekerja dan lingkungan. banyak kasus tentang mode cepat yang menggunakan jasa anak di bawah umur dengan upah yang tidak memadai atau bahkan tanpa upah.
Baca juga:
Meningkatkan kesadaran akan fashion berkelanjutan, APR berkolaborasi dengan 5 brand lokal di JFW 2023
Belum lagi, seperti namanya “cepat”, mode cepat mengikuti tren terkini yang sering berubah. Alhasil, banyak koleksi fesyen yang berakhir di tempat pembuangan sampah, meski mungkin masih bisa digunakan. Jangan lupakan sisa-sisa kain yang baru saja berserakan mencemari lingkungan sebagai limbah kain.
Orang-orang datang ke sini semakin banyak untuk lebih sadar akan masalah lingkungan. Maka, banyak perusahaan mulai menawarkan produk itu ekologis dan mengadvokasi keberlanjutan, termasuk Shein. Berdasarkan Reutersshein pergi tandu keberlanjutan dengan nama “evoluSHEIN”.
“Konsumen tidak lagi hanya melihat harga. Pada fase pertumbuhan berikutnya, kami perlu memikirkan semua yang kami lakukan dengan mempertimbangkan ESG,” kata Donald Tang, Wakil Presiden Eksekutif, Kongres Ritel Dunia Barcelona.
Baca juga:
Koleksi Busana Ibu dan Anak Manis di Jakarta Fashion Week 2023
ESG sendiri merupakan akronim dari environmental, social and governance. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan upaya perusahaan untuk lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Melalui evolusi SHEIN, Tang akan menggabungkan ESG. Nantinya, SHEIN akan menawarkan pelanggan untuk memilih lebih banyak material berkelanjutan membayar harga premium untuk bahan tersebut. Kain berkelanjutan Ini diperoleh dari hasil polyester daur ulang.
Selain itu, SHEIN juga akan berinovasi dengan “SHEIN Exchange”, sebuah platform korporat SHEIN yang menyediakan tempat bagi pembeli untuk menjual kembali pakaian SHEIN bekas. Rencana SHEIN Exchange akan diluncurkan di AS pada bulan Oktober.
“Ini adalah kontribusi terhadap lingkungan yang akan kami berikan, meskipun jelas tidak cukup. Kami harus melakukan lebih banyak penelitian di masa depan,” pungkas Tang. (km)
Baca juga:
Nagita Slavina mengusung tema ‘PARADISO’ untuk koleksi perdananya di JFW 2023





