BERITA  

Selain Pusat Perkantoran, Tahun 2020 Pangandaran Akan Bangun Alun-alun Megah

Rencana pembangunan Alun-Alun Pangandaran.

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Kabupaten Pangandaran terus berbenah. Ada beberapa infrastruktur yang akan di bangun pada tahun 2020 nanti, diantaranya pembangunan kompleks kantor pemerintahan dan alun-alun yang representatif di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Diawali dengan pembangunan fisik Kantor Sekertaris Daerah dan perkantoran berbagai Dinas Lingkup Pemkab Pangandaran serta fasilitas penunjang lainnya.

Sebagai penunjang perkantoran dan pusat pemerintahan dilokasi tersebut juga akan Alun-alun megah. Pembangunan Alun-Alun Kabupaten Pangandaran merupakan bagian dari Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sedang ‘ngabret’ melakukan percepatan pembangunan di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Rencana pembangunan Alun-Alun Pangandaran.

Menurut Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, sesuai dengan visi “Kabupaten Pangandaran sebagai Tujuan Wisata Berkelas Dunia” maka pembangunan Alun-alun Kabupaten Pangandaran menjadi sebuah ruang publik yang mengakomodir kebutuhan masyarakat, institusi, maupun pemerintah daerah dengan memperhatikan kultur, pilosofi, potensi serta karakter kawasan.

“Tahun 2020 kita akan bangun kantor sekretaris daerah dan hal yang luar biasa kita akan bangun Alun-alun Pangandaran dengan anggaran sekitar Rp18 miliar,” kata Bupati Jeje pada rapat Paripurna di Aula Rapat gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, Selasa (25/11/2019).

Baca juga:  Ungkapan Tim Medis yang Tetap Bekerja dan Rentan Penularan Virus Corona
Rencana pembangunan Alun-Alun Pangandaran.

Di Alun-alun Pangandaran ini terdapat beberapa penunjang mulai Pintu masuk (entrance) utama, Pelataran upacara, taman kecil, taman bermain, Area hijau, Pelataran pandang, Lapangan olahraga, Entrance parkir mobil (dibawah lapangan olahraga), Food court, UMKM, Amphitheater, dan Parkir Kendaraan dengan kapasitas 80 kendaraan.

Bupati Jeje memaparkan, AREA PARKIR disediakan disemi basement yang diletakkan di bawah pelataran upacara. Penempatannya memanfaatkan perbedaan ketinggian tapak.

Rencana pembangunan Alun-Alun Pangandaran.

AREA UPACARA
Area ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan format pemerintahan ataupun untuk kegiatan massal lainnya,Ketika dibutuhkan, ruangan ini bisa membesar ke sisi utara dan selatan.

KORSI RAFLESIA
Tersebar di sisi utara danselatan Alun-alun Pangandaran, Sisi utara dan selatan ini merupakan bagian dari area utama alun-alun dengan skala ruang yang lebih kecil, korsi ini seperti Bunga Raflesia Padma merupakan bunga khas Pangandaran yang berbunga sekali dalam satu tahun, Bunga ini menjadi salahsatu symbol kabupaten, korsi Raflesia adalah salah satu elemen taman yang mengangkat kekhasan dan kekayaan alam Pangandaran.

Area pandang dan shelter dengan corak honje, Honje yang banyak ditemukan di Pangandaran.Honje, atau Kecombran (Etlingera elatior) adalah sejenis tumbuhan rempah yang banyak ditemukan di Pangandaran.Tumbuhan tahunan ini berbentuk terna yangbunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran.

Baca juga:  Menguak Punahnya Banteng Penghuni Cagar Alam Pananjung, Pangandaran

TAMAN BACA, RUANG DISPLAY
Ruang baca berada di bawah pelataran pandang dan dapat dicapai pelataran UMKM maupun dari basement.

DECK PANDANG
Alun-alun Pangandaran dapat melihat pemandangan pantai Pangandaran dan panggung kesenian. Dek ini merupakan area antara lapangan upacara yang formal dan area amphitheatre yang lebih dinamis dan santai.

AREA UMKM
Area ini diperuntukan untuk mewadahi dan mengelola para usaha kecil dan menengah yang akan berjualan makanan dan cenderamata di area alun-alun.

Di area ini pengunjung dapat mencicipi makanan atau membeli cendera mata produk masyarakat local. Area UMKM diperuntukan untuk menunjang parkir kendaraan bermotor.

AREA UNTUK PLAYGROUND
Selain itu, disediakan juga area bermain anak yang dilengkapi denganpermainan-permainan menarik dan modern,serta kelengkapan pengamanan yang baik.Area Parkir Kendaraan.

AMPHITHEATER
Area ini berbentuk punggung penyu Pangandaran dan menjadi area untuk pentas kesenian dan acara budaya. Konsep amphitheatre dengan area duduk yang dinamis memungkinkan pengunjung dan wisatawan untuk menonton sambil piknik di area hijau rumput yang menghadap ke arah panggung. (*)