Sektor Pariwisata Melejit, Realisasi Pajak Pangandaran Tumbuh 28 Persen
PANGANDARAN – Catatan merah keuangan daerah Kabupaten Pangandaran mulai berganti warna. Hingga pengujung 2025, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatatkan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang impresif, didorong oleh geliat sektor pariwisata dan langkah agresif penagihan piutang pajak.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, realisasi penerimaan pajak daerah hingga 31 Desember 2025 menembus angka Rp107,41 miliar. Angka ini setara dengan 96,29% dari target yang dicanangkan, sekaligus menandai pertumbuhan sebesar 28,88% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pariwisata: Mesin Utama Pendapatan Daerah
Lonjakan ini bukan tanpa sebab. Sektor pariwisata, yang menjadi tulang punggung ekonomi kabupaten di pesisir selatan Jawa Barat ini, menyumbang porsi signifikan.
- Kontribusi Hotel & Restoran: Sepanjang 2025, setoran dari sektor ini mencapai Rp47,5 miliar.
- Momentum Lebaran: Masa libur Lebaran 2025 menjadi “panen raya” bagi kas daerah dengan perolehan Rp9 miliar hanya dalam hitungan hari.
Peningkatan ini mencerminkan pulihnya daya beli masyarakat dan efektivitas sistem pemungutan pajak di titik-titik destinasi wisata unggulan.
Strategi “Wortel dan Tongkat” Bapenda
Demi mengejar kemandirian fiskal, Bapenda Pangandaran menerapkan strategi ganda: memberikan insentif sekaligus memperketat pengawasan.
1. Relaksasi dan Digitalisasi
Pemerintah memberikan “napas” bagi wajib pajak melalui pembebasan denda piutang PBB-P2 dan program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang berakhir pada Juni 2025. Langkah ini dibarengi dengan transformasi layanan ke arah digital untuk memangkas birokrasi dan kebocoran anggaran.
2. Tindakan Tegas bagi Penunggak
Namun, bagi mereka yang membandel, pemerintah tak segan bertindak keras. Memasuki Januari 2026, Bapenda mulai melayangkan surat peringatan kepada puluhan hotel yang masih menunggak pajak. Langkah law enforcement ini diambil guna memastikan keadilan bagi wajib pajak yang patuh.
”Kami terus berkomitmen meningkatkan transparansi dan kolaborasi untuk mencapai target PAD yang lebih tinggi di tahun 2026,” tulis pernyataan resmi Pemkab Pangandaran.
Ringkasan Capaian Pajak Pangandaran 2025
|
Sektor / Indikator |
Capaian / Nilai |
|---|---|
|
Total Realisasi Pajak |
Rp107,41 Miliar |
|
Pertumbuhan YoY |
28,88% |
|
Sektor Pariwisata |
Rp47,5 Miliar |
|
Pendapatan Lebaran |
Rp9 Miliar |
|
Target 2026 |
Optimalisasi PBB-P2 & BPHTB |
Analisis Singkat:
Keberhasilan Pangandaran menjaga pertumbuhan di atas 20% menunjukkan bahwa ketergantungan pada sektor wisata mulai terkelola dengan baik. Namun, tantangan besar di tahun 2026 adalah bagaimana mengonversi piutang PBB-P2 dan BPHTB menjadi kas nyata untuk menopang pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.


