Sejumlah WNI di Turki Masih Hilang Kontak Setelah Gempa Magnitudo 7,8

MerahPutih.com – Gempa besar berkekuatan 7,8 skala Richter melanda tenggara Turki pada Senin (02/06) pukul 04:17 waktu setempat. Dilaporkan bahwa lebih dari 3.700 orang tewas dalam insiden ini.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara masih mencari sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang kontak pascagempa.
Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, KBRI Ankara telah mengidentifikasi 10 WNI yang terluka, empat di antaranya mendapat perawatan di rumah sakit setempat, sedangkan enam lainnya harus dievakuasi ke Ankara.
Baca juga:
Kementerian Luar Negeri membawa ke Ankara 104 WNI korban gempa di Turki
“Selain itu, ada ibu dua anak yang sampai saat ini belum bisa kami hubungi,” kata Iqbal dalam jumpa pers virtual, Selasa (2/8), dikutip Diantara.
Lebih lanjut, KBRI masih berupaya mencari dua terapis spa di Dyarbakir yang sejauh ini belum memberikan tanggapan saat dihubungi.
KBRI, kata dia, terus berkoordinasi dengan aparat setempat didukung pencarian simpul masyarakat Indonesia dan Satgas Perlindungan WNI setempat untuk mencari keberadaannya.
Iqbal menambahkan pihaknya dan staf KBRI sedang dalam perjalanan ke Gaziantep untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi 104 WNI yang berada di lima wilayah terdampak gempa untuk dibawa ke Ankara.
Baca juga:
Turki menyesali 7 hari
Ke-104 WNI itu terdiri dari Gaziantep 40 orang, Kahramanmaras 40 orang, Dyarbakir 14 orang, Hatay 9 orang, dan WNI Adana 1 orang.
Warga negara Indonesia dievakuasi karena rumah dan asrama mereka dihancurkan, sedangkan tempat penampungan yang disediakan oleh otoritas setempat melebihi kapasitas.
Iqbal mengatakan proses evakuasi WNI yang berada di Gaziantep, Kahramanmaras dan Hatay ke Ankara bisa dilakukan pada Selasa malam.
“Kita sudah siapkan tempat di Rumah Duta Besar di Ankara, di kediaman saya. Disediakan tempat yang bisa menampung 110 orang sehingga bisa bertahan lama,” ujarnya.
Pada Senin, 6 Februari 2019, gempa berkekuatan 7,8 SR mengguncang Turki bagian tengah dan tenggara, serta bagian utara Suriah yang berbatasan dengan Turki.
Menurut badan manajemen bencana dan darurat Turki (AFAD), lebih dari 200 gempa susulan telah mengguncang wilayah selatan negara itu.
Sebanyak 5.775 bangunan runtuh di 10 provinsi di Turki dan jumlah itu tidak termasuk bangunan yang runtuh di Suriah.
Daerah yang paling terkena dampak dengan jumlah kematian tertinggi terletak di Pazarcłk, Elbistan dan Türkoglu, provinsi Kahramanmaras.
Baca juga:
Muhammadiyah siap kirim relawan medis ke Turki dan Suriah


