Sejarah Mercedes-Benz di Indonesia, Berawal dari Mobil Pakubuwono X

  • Bagikan
Foto: louwmanmuseum. Benz Victoria Phaeton.
Foto: louwmanmuseum. Benz Victoria Phaeton.

Mercedes-Benz merupakan salah satu merek bus populer di jagat transportasi Indonesia. Bus buatan Jerman ini banyak dipilih pelaku bisnis transportasi untuk melayani rute antar provinsi, bahkan antar pulau.

Lantas seperti apa sejarah perkembangan bus Mercedes-Benz di Indonesia? Ternyata itu bermula dari kedatangan mobil pertamanya di Nusantara yang dijuluki sebagai ‘Kereta Setan’.

Yup, seperti dijelaskan Head of Bus Product & Sales, Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Adri Budiman, perjalanan kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia diawali dengan kehadiran mobil pertamanya, Victoria Phaeton, yang merupakan milik Pakubuwono X, raja dari Kesultanan Surakarta pada tahun 1894.

Mobil tersebut menjadi alat transportasi mewah, dengan teknologi paling maju saat itu. Saking modernnya, mobil ini kerap dijuluki sebagai kereta setan. Kok bisa?

Jadi saat itu, kendaraan yang populer dan digunakan oleh sebagian besar masyarakat Jawa adalah sebuah kereta yang ditarik kuda. Maka ketika mereka melihat kereta yang berjalan sendiri tanpa ditarik seekor kuda, merupakan suatu hal yang unik dan tidak lazim. Akhirnya banyak orang di Jawa menyebut Benz Victoria Phaeton sebagai Kereta Setan.

Baca juga:  Mobil Sport Terbaru Mercedes-AMG CLA 45 S Akan Segera Meluncur di Indonesia
Foto: louwmanmuseum. Benz Victoria Phaeton.
Foto: louwmanmuseum. Benz Victoria Phaeton.

“Mobil ini menjadi tonggak sejarah akan eksistensi Mercedes-Benz di Tanah Air. Tahun 1970 menjadi momentum untuk melakukan ekspansi serta menjadi produsen otomotif Tanah Air,” kata Adri, dalam keterangan tertulisnya kepada detikOto, Rabu (23/6/2021).

Selanjutnya, PT Star Motors Indonesia menjadi pemegang merek untuk produk DaimlerBenz AG. Dan disaat bersamaan, PT German Motor Manufacturing didirikan sebagai pabrik dan perakitan kendaraan dari Daimler-Benz untuk pasar otomotif Indonesia.

“Di tahun 1971 hingga 1973, produk rakitan pertama yang dihadirkan sebagai kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia adalah truk tipe 911, sebuah truk diesel  4-5-6 ton. Selain itu juga ada Mercedes-Benz O 321 H dengan kapasitas mencapai 50 tempat duduk sebagai pelopor bus canggih di Indonesia,” terang Adri.

Mercedes-Benz O 321 H Foto: Daimler AG
Mercedes-Benz O 321 H Foto: Daimler AG

“Sejak saat itu, Mercedes-Benz semakin banyak dikenal dan dipercayai sebagai merek otomotif yang dapat diandalkan sehingga pada tahun 1983, PT Star Engines Indonesia diresmikan,” sambungnya.

Lanjut Adri menjelaskan, di tahun 2000 memperkenalkan bus O 340 Touring Coaches. Dan di 2018 menjadi momentum untuk semakin mendedikasikan perusahaan dalam memberikan kepuasan konsumen di Tanah Air, di mana PT Daimler Commercial Vehicles secara resmi menjadi distributor di Indonesia.

Baca juga:  Mobil Sport Terbaru Mercedes-AMG CLA 45 S Akan Segera Meluncur di Indonesia

Sedangkan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia secara resmi menjadi distributor untuk mobil penumpang Mercedes-Benz Indonesia.

“Selain itu, PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) diresmikan pada tahun 2020 yang bertanggung jawab untuk memproduksi kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia sehingga menjadi lebih kompetitif dan memenuhi kebutuhan pasar,” tukasnya.

  • Bagikan