Indeks
Motor  

Seberapa Penting Rem ABS Motor, Bagaimana Cara Perawatannya

Salah satu komponen terpenting pada sebuah kendaraan, termasuk sepeda motor, adalah rem.

Ya, rem itu bukan tambahan, tapi bagian penting, karena fungsinya untuk menahan, mengurangi atau memperlambat pergerakan roda.

Padahal, sistem rem berfungsi untuk mengubah energi kinetik menjadi panas, karena adanya gesekan dua logam pada benda yang berputar, sehingga putarannya melambat atau laju putaran roda kendaraan melambat dan kemudian berhenti.

Tanpa rem, kecepatan roda bisa tidak terkendali, sehingga bukan tidak mungkin bisa menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, rem juga disinyalir sebagai alat keselamatan untuk mengurangi resiko kecelakaan.

Oleh karena itu, rem juga perlu diperiksa dan dirawat agar dapat beroperasi secara optimal.

jenis rem

rem cakram. (Shutterstock)

Bicara rem, ada banyak rem yang terkenal saat ini, yaitu rem tromol dan rem cakram. Sekarang saya ingin mengetahui penjelasan dari kedua jenis rem tersebut. berikut ulasannya

– rem tromol

Rem tromol dianggap memiliki mekanisme pengoperasian yang cukup lama jika dibandingkan dengan rem cakram. Dari segi bentuk, rem tromol tampak menyatu dengan roda berjeruji.

Kelihatannya rumit, meski sudah dipakai lalu dibuka, terlihat kotor dan berdebu. Namun, karena pengoperasian rem tertutup, sistem rem tromol justru lebih bersih.

Perlu diketahui bahwa rem tromol ini terdiri dari rem tromol dan kampas rem (brake pads). Jadi rem tromol ini menjadi cangkang atau tempat menyimpan kampas rem. Oleh karena itu, saat rem ditarik atau diinjak, bantalan rem akan bekerja karena adanya gesekan di atasnya.

Hanya saja untuk sepeda-sepeda terbaru, penggunaan rem tromol sudah mulai berkurang. Namun jika dikatakan masih ada yang menggunakan rem tromol, maka hanya digunakan untuk rem belakang.

rem cakram

Jenis rem yang paling umum digunakan adalah rem cakram. Rem cakram adalah alat pengereman yang bekerja dengan memasang cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan.

Untuk menjepit cakram digunakan kaliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong bantalan rem ke cakram.

Ya, rem cakram masih menggunakan bantalan rem. Tapi formatnya tidak setengah lingkaran seperti rem tromol, tapi lebih ceper, karena harus pegang piringan.

Rem cakram banyak digunakan karena mudah dirawat dan respons pengereman lebih cepat dan kuat.

Hanya saja, karena sistem rem cakram terbuka, bantalan rem cepat kotor, dan proses pengereman membutuhkan pelumas.

Seberapa penting rem ABS?

Rem cakram. (shutterstock)

Saat ini, banyak kendaraan bermotor baru yang memiliki sistem rem ABS (Anti-lock Braking System). Ya, ABS tidak hanya diterapkan pada mobil, tapi juga pada sepeda motor.

Keberadaan ABS sendiri pada sepeda motor dinilai sangat bermanfaat. Karena dengan ABS, saat mengerem tajam tidak selip. Apalagi saat kondisi jalan basah atau licin.

Ya, karena sistem pengereman ABS mencegah roda terkunci, terutama saat pengereman keras, agar ban tidak selip atau selip, sehingga membantu menjaga keseimbangan sepeda motor atau memudahkan pengendaliannya.

Berkat ABS, kecelakaan sepeda motor dikatakan berkurang hingga 27 persen. Hal itu pula yang membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI berharap semua sepeda motor yang dijual sudah dilengkapi ABS.

Cara kerja rem ABS

Ilustrasi biker sport yang dilengkapi teknologi ABS. (Shutterstock)

Melansir situs resmi Suzuki, untuk mengoperasikan pengereman ABS ada beberapa faktor pendukung. Pertama, saat sepeda motor berjalan, sensor kecepatan di ABS membaca kecepatan roda depan dan belakang.

Ketika kecepatan tidak sama, maka akan dilaporkan ke ECU. Dari sana akan dibawa ke modulator. ECU akan menyalakan solenoida.

Kemudian tekanan fluida di kaliper dikurangi, dipertahankan, dan dinaikkan kembali. Karena jika salah satu roda depan dan belakang tidak pada kecepatan yang sama, bisa terjadi selip.

Oleh karena itu, ECU ini akan menyesuaikan terjadinya pengereman. Nah, ABS akan membantu mencegah roda terkunci saat pengereman (roda depan dan belakang memiliki kecepatan yang sama).

Secara sederhana, pengereman ABS memiliki tiga proses. Saat menekan tuas rem, secara otomatis tekanan fluida di caliper terlalu kuat karena roda masih berputar terlalu kencang.

Segera setelah kecepatan roda sama, tekanan fluida dipertahankan hingga sepeda motor berhenti.

perawatan rem ABS

Ilustrasi perawatan rem cakram. (Shutterstock)

Sedangkan menurut Yamaha, sepeda yang dilengkapi teknologi ABS tetap membutuhkan perawatan.

Nah ingin tahu perawatan apa saja yang diperlukan agar ABS Anda tetap berfungsi dengan baik, berikut caranya.

1. Rutin melakukan penggantian minyak rem yang direkomendasikan pabrikan. Periksa level minyak rem dan periksa apakah bocor atau tidak. Jika dirasa kurang, tambahkan minyak rem dan lakukan proses bleed (menguras udara dari sistem rem).

Disarankan untuk mengganti minyak rem setiap 20.000 kilometer atau setiap 1-2 tahun sekali tergantung bagaimana sepeda motor digunakan.

2. Periksa lampu indikator pada saat kunci kontak diputar ke posisi on, jika lampu tidak menyala berarti ada indikasi kerusakan.

Jadi saat motor sedang berjalan, jika indikator ABS berkedip, berarti ada masalah pada sistem rem ABS.

Untuk itu, konsumen bisa mengeceknya di bengkel resmi.

3. Periksa kampas rem setiap kelipatan 3.000 km, jika sudah aus atau tipis segera ganti karena akan membuat kemampuan pengereman anda kurang maksimal.

Selain itu, jika kampas rem tidak diperiksa, kemungkinan besar cakram akan aus karena gesekan yang berlebihan.

4. Saat mengganti kampas rem, periksa juga kondisi kaliper dan cakram rem serta bersihkan dari debu, kotoran, oli dan kotoran lain yang menempel pada komponen tersebut.

Jadi pastikan kondisinya tidak goyang atau bergetar karena dapat menyebabkan cepat aus.

5. Selalu periksa keadaan selang rem, jika ada masalah seperti retak, bocor, hingga bengkok.

Pasalnya, jika hal ini terjadi akan berdampak pada sistem pengereman yang tidak ideal.

Kelebihan

Tidak bisa dipungkiri keberadaan rem ABS dalam hal pengereman lebih responsif dibandingkan dengan sistem rem non-ABS.

Saat melakukan pengereman mendadak, sepeda motor dengan rem ABS akan lebih stabil. Selain itu, dengan hadirnya ABS, berkendara sepeda motor bisa lebih aman jika harus berkendara di jalanan licin dan berpasir.

Dengan adanya sistem ABS, kita tidak perlu khawatir terjadi pengereman mendadak saat sepeda motor dipacu dengan kecepatan tinggi. Karena ABS dapat mencegah roda terkunci saat melakukan pengereman.

Kelemahan

Hanya saja ABS juga memiliki titik lemah yang masih bisa menyebabkan kecelakaan jika dilakukan pengereman mendadak dalam jarak dekat.

Pengereman yang keras dapat menyebabkan kecelakaan karena sensor ABS tidak memiliki cukup waktu untuk memberi sinyal pada modulator.

Oleh karena itu, kendaraan akan mogok sebelum sensor bekerja.

ABS juga dapat menimbulkan gaya sentrifugal dan tidak cocok digunakan di jalan yang kasar atau berkerikil.

Selain itu, ketika sensor fitur ABS terkena air, sistem tidak bekerja secara optimal.

Menggunakan rem ABS akan kurang ideal jika digunakan pada motor trail. Hal itu dikarenakan sepeda motor jenis ini membutuhkan pengereman yang lebih cepat untuk dapat melewati medan yang terjal.

Jika Anda ingin membeli atau menjual mobil bekas berkualitas, konsultasikan dengan OLX Autos.

Exit mobile version