Sapi untuk Biaya Kuliah Anak Mati Terperosok ke Goa di Pangandaran, Begini Kronologinya
PANGANDARAN, SPC – Nasib pilu menimpa Eman Rukmana, warga Dusun Cidadap, Desa Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Harapannya untuk menguliahkan sang anak menemui jalan terjal setelah dua ekor sapi miliknya mati terperosok ke dalam lubang goa, Minggu (1/3/2026).
Kedua hewan ternak berukuran besar tersebut sejatinya disiapkan Eman sebagai modal utama biaya pendidikan tinggi buah hatinya.
Berawal dari Kandang yang Kosong
Eman menceritakan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istrinya sekitar pukul 08.00 WIB. Saat hendak memberi pakan rutin di kandang yang berlokasi di area perkebunan, sang istri terkejut melihat kandang dalam keadaan kosong.
”Awalnya saya kira dicuri. Tapi setelah saya cari dan ikuti bekas telapak kakinya, ternyata mengarah ke lubang jalur goa,” ujar Eman saat dikonfirmasi, Minggu.
Setelah ditelusuri, kedua sapi tersebut ditemukan berada di dasar lubang goa yang sempit dengan medan yang cukup curam.
Evakuasi Selama 4 Jam
Melihat kondisi ternaknya terjepit, Eman segera meminta bantuan warga sekitar. Puluhan warga Dusun Cidadap datang membantu proses evakuasi dengan menggunakan alat penderek manual.
Namun, sempitnya ruang gerak di dalam goa menyulitkan warga untuk menarik tubuh sapi yang besar. Satu ekor sapi ditemukan sudah mati di lokasi, sementara satu lainnya masih hidup namun dalam kondisi lemas dan terjepit hebat.
Warga akhirnya mengambil keputusan untuk menyembelih sapi yang masih hidup di dalam lubang guna mempermudah proses pengangkatan.
”Posisinya sangat terdesak dan goanya kecil sekali, sulit kalau ditarik hidup-hidup. Jadi yang masih hidup kami sembelih dulu di dalam,” tutur Eman.
Proses evakuasi tersebut berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari empat jam. Asep, salah seorang warga yang terlibat, menyebutkan evakuasi baru dinyatakan selesai pada siang hari.
”Kami mulai pukul 09.00 WIB dan baru berhasil dievakuasi pukul 13.31 WIB,” kata Asep.
Tabungan Masa Depan yang Kandas
Bagi Eman, kehilangan dua ekor sapi ini bukan sekadar kerugian materiil biasa. Hewan ternak tersebut adalah aset berharga yang dirawatnya dengan penuh ketelatenan demi masa depan sang anak.
”Rencananya sapi itu untuk modal anak kuliah. Tapi kami tetap bersabar, mudah-mudahan ada rezeki lain untuk menyekolahkan anak saya ke jenjang lebih tinggi,” ucapnya lirih.
Kini, di lokasi kejadian hanya menyisakan bekas evakuasi warga. Meski terpukul, Eman berusaha tegar demi menjaga mimpi sang anak untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.
