SEPUTARPANGANDARAN.COM, SERANG Siti Atikoh Supriyanti terus mengakomodasi aspirasi masyarakat. Kali ini, istri calon presiden (capres) Ganjar Pranowo itu melanjutkan safari urusan politik ke Banten untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari para santri di dalam Pondok Pesantren Syifaul Qobul, Serang.

Dalam kesempatan ini, manusia santri laki-laki bernama Muhammad menyampaikan keluhan untuk Siti Atikoh. Muhammad menurutkan bahwa ibunya merupakan seseorang guru TK sementara ayahnya belum mempunyai pekerjaan. Sang ibu menjadi satu-satunya orang yang dimaksud memiliki pemasukan di tempat keluarganya.

“Karena cuma Ibu saya yang dimaksud punya penghasilan, suka pusing tuh kalau sertifikat belum cair, tanggal tua, biaya ke mana-mana. Terus belum lagi bayar listrik lah, bayar itu lah,” tutur Muhammad, Selasa (7/2/2024).

Kondisi itu menyebabkan orang tuanya kesulitan membayar biaya sekolah, apalagi kuliah. Muhammad kemudian bertanya pada Siti Atikoh, apakah pasangan calon presiden kemudian duta presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo serta Mahfud MD miliki inisiatif untuk meringankan biaya pendidikan?

“Kalau acara 01, ada beasiswa anak guru. Kalau di tempat 03 ada juga enggak?” tanya Muhammad.

Mendengar pertanyaan tersebut, Siti Atikoh secara langsung menjelaskan tentang inisiatif 1 keluarga 1 sarjana. Menurut Atikoh, semua anak di dalam Indonesia yang tidak ada mampu berhak mendapatkan bantuan acara yang disediakan Ganjar lalu Mahfud tersebut.

“Kalau di tempat Ganjar-Mahfud itu kalo berasal dari keluarga tiada mampu, tidaklah harus yang prestasinya itu mentereng,” tutur Atikoh.

Atikoh menjelaskan, penerima beasiswa tidaklah semata-mata diukur oleh prestasi anak. Sebab, menurut Atikoh, adab pun menjadi salah satu pertimbangan yang digunakan penting.

“Kami sih lebih banyak mementingkan adab ya, jadi tidak cuma dari sisi intelektualitas, tapi adab si anak, etika akhlak, oleh sebab itu itu yang dimaksud akan dibawa, tidak ada belaka di dalam dunia tapi di dalam akhirat. Jadi jangan khawatir ya, itu mempunyai tadi yang mana saya sampaikan, 1 keluarga 1 sarjana itu kalau yang tersebut difasilitasi pemerintah,” ucap Siti Atikoh.

“Apabila anaknya berprestasi, kan mampu ambil dari acara beasiswa,” lanjutnya.

Menutup jawaban untuk Muhammad, Siti Atikoh berpesan agar Muhammad tidak ada pernah durhaka pada orang tua. “Belajar terus ya semangat. Kamu harus berbakti dengan orangtua kamu,” kata Atikoh.

Sumber Sindonews