Sandi Ingin Ekonomi Menjadi Perhatian Dalam Tahun Politik

Merah Putih. dengan – Pendaftaran calon presiden (cawapres) dan calon wakil presiden (cawapres) dijadwalkan pada 19 Oktober hingga 25 November 2023. Namun, hingga saat ini partai politik belum mengumumkan pasangan calon presiden dan cawapresnya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyerahkan kepada presiden jenderal partai politik keputusan untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden atau wakil presiden pada pemilu 2024.
Baca juga:
Bawaslu mengungkap potensi masalah di Pilkada 2024
“Saya mencalonkan diri sebagai cawapres, meski tidak mendapatkan mandat, saya pasti akan berusaha, tapi terserah ketua partai yang memutuskan. Saya tidak mau berasumsi,” Sandiaga ujarnya saat berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/12).
Ia mengatakan, dinamika politik menjelang Pemilu 2024 harus disikapi dengan suka cita. Selanjutnya, meminta masyarakat untuk memahami bahwa kontestasi demokrasi harus dilakukan tanpa memecah belah persatuan bangsa Indonesia.
“Jangan sampai politik berubah menjadi peristiwa yang memecah belah,” tambahnya.
Pemilu 2024, kata Sandi, harus dijadikan sebagai peluang untuk bersama membangun Indonesia. Maka apapun keputusan yang diambil tentang siapa yang akan menjadi capres dan cawapres, kita harus semangat dan terus bersinergi membangun Indonesia bersama.
Salah satu cara untuk membangun Indonesia adalah dengan fokus pada penyelesaian ekonomi dan mendengarkan kebutuhan masyarakat, seperti memberikan saran, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan akses dukungan modal.
Sandi mengatakan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi harus menjadi perhatian di tahun politik, bukan mengembangkan isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa Indonesia.
“Kami tidak akan mengembangkan isu-isu yang bisa menjadi polarisasi,” katanya dikutip Antara.
Baca juga:
Sri Mulyani memperkirakan target penerimaan pajak 2023 lebih tinggi dari target
