Rumah Tertimpa Pohon Kelapa, Lansia di Pangandaran Selamat Saat Jemur Pakaian
PANGANDARAN — Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, pada Sabtu siang, 24 Januari 2026, memicu insiden pohon tumbang. Sebuah rumah di Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, rusak parah setelah dihantam pohon kelapa yang tak kuat menahan hembusan angin.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ini menimpa kediaman Dedi (71 tahun), seorang petani setempat. Beruntung, Dedi lolos dari maut karena sedang beraktivitas di luar rumah saat kejadian berlangsung.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, insiden bermula saat angin kencang tiba-tiba menerjang kawasan tersebut. Pohon kelapa yang berada di dekat hunian Dedi tumbang dan langsung menimpa atap bangunan.
”Sebagian rumahnya ambruk dan rusak parah. Pada saat kejadian, korban sedang menjemur pakaian di luar,” tulis laporan Tagana yang diterima redaksi.
Posisi Dedi yang berada di halaman menyelamatkannya dari reruntuhan material bangunan yang hancur tertimpa batang pohon. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Menolak Direlokasi
Meski rumahnya kini dalam kondisi rusak berat, Dedi yang tinggal seorang diri (sebatang kara) dikabarkan bersikeras untuk tetap bertahan di lokasi tersebut. Sikap ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat setempat.
Pihak Pemerintahan Desa Ciganjeng sebenarnya telah mendeteksi potensi bahaya di lokasi hunian Dedi jauh sebelum insiden ini terjadi. Sejak Oktober tahun lalu, aparat desa telah membujuk Dedi untuk pindah ke tempat yang lebih aman, namun permintaan tersebut terus ditolak oleh yang bersangkutan.
”Upaya dari pemerintahan desa sudah menyuruh pindah dari bulan Oktober lalu, tetapi korban tetap menolak untuk diajak pindah,” ungkap laporan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Dedi tercatat sebagai satu-satunya warga terdampak dalam insiden ini. Tim Tagana dan warga setempat terus memantau situasi sembari berupaya memberikan bantuan darurat.


