Rumah Nenek di Pangandaran Ambruk Disapu Angin Kencang, Korban Lolos dari Maut
PANGANDARAN — Sebuah rumah semi-permanen di Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, rata dengan tanah setelah diterjang angin kencang pada Sabtu siang, 24 Januari 2026.
Bangunan yang diketahui milik seorang lansia bernama Dinem (80 tahun) tersebut ambruk sekitar pukul 12.30 WIB. Beruntung, insiden ini tidak menelan korban jiwa.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, pemicu utama ambruknya rumah tersebut adalah hembusan angin kencang yang menghantam struktur bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Kondisi material kayu yang rapuh tak kuasa menahan beban atap saat cuaca buruk melanda kawasan Padaherang.
”Penyebab bencana adalah angin kencang yang mengakibatkan rumah ambruk karena kondisi bangunan telah rapuh dan lapuk,” tulis laporan resmi Tagana Pangandaran yang diterima redaksi, Sabtu.
Korban Sedang Sakit
Nasib baik masih memihak Dinem. Saat atap dan dinding rumahnya runtuh, janda yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tersebut sedang tidak berada di lokasi.
Diketahui, kondisi kesehatan Dinem sedang menurun. Ia tengah mengungsi sementara di rumah anaknya yang berjarak tak jauh dari lokasi kejadian untuk mendapatkan perawatan keluarga.
”Pada saat kejadian rumah dalam keadaan kosong dikarenakan korban dalam kondisi sakit dan sedang berada di rumah anaknya yang terdekat,” lanjut laporan tersebut.
Penanganan Cepat
Sesaat setelah kejadian, tim Tagana Kabupaten Pangandaran langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen (kaji cepat) dan membantu pembersihan puing-puing bangunan.
Akibat peristiwa ini, satu kepala keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada taksiran resmi mengenai total kerugian materiil, namun bangunan dinyatakan rusak total.


