Rumah Kertanegara Firli Bahuri: Dibiayai Alex Tirta Rp 650 jt setahun, Disorot Im57+ kemudian Saut Situmorang

Rumah Kertanegara Firli Bahuri: Dibiayai Alex Tirta Rp 650 jt setahun, Disorot Im57+ kemudian Saut Situmorang

SEPUTARPANGANDARAN.COM, TEMPO.CO, Jakarta – Polda Metro Jaya menemukan bukti baru masalah rumah yang mana ditempati Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di dalam Jalan Kertanegara Nomor 46, Kebayoran, Jakarta. Polda Metro Jaya mengatakan rumah itu milik orang berinisial E yang mana disewa oleh Alex Tirta untuk Firli.

Atas temuan tersebut, IM57+ Institute juga eks pimpinan KPK Saut Situmorang pun angkat bicara. Berikut rangkuman berita ihwal rumah Kertanegara Firli Bahuri yang dihimpun dari Tempo.

Disewa Rp 650 jt per tahun

Polda Metro Jaya mengatakan rumah Kertanegara adalah milik seseorang berinisial E yang digunakan disewa oleh Alex Tirta untuk Firli. Nilai sewa rumah pada kawasan Kebayoran itu mencapai Rp 650 jt per tahun.

“Yang menyewa rumah Kertanegara Nomor 46 Jakarta Selatan adalah Alex Tirta. Sewanya sekira Rp 650 jt setahun,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak, Selasa, 31 Oktober 2023.

Alex Tirta alias Tirta Juwana Darmadji diketahui sebagai Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia. Berdasarkan data pemberitaan Tempo, Alex Tirta adalah pendiri grup Alexis, tempat hiburan yang digunakan ditutup di dalam masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga:  Foto Filri Bareng SYL Jadi Materi Penyidikan Polda Metro Usut Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK

IM57+ Institute: Pasti gratifikasi

Atas temuan tersebut, IM57+ Institute yang mana merupakan wadah eks pegawai KPK yang dimaksud diusir Firli lewat tes wawasan kebangsaan pun angkat bicara. Ketua IM57+ Institute Praswad Nugraha dengan meyakinkan mengatakan bahwa Firli telah dilakukan menerima gratifikasi.

“Tak ada perdebatan lagi, pasti gratifikasi. Paripurna sudah kelakuan Firli,” kata Praswad, Selasa kemarin, 31 Oktober 2023.

Ia juga mengatakan jika terbukti rumah itu hasil pemberian dari seseorang, maka kemungkinan besar Firli dikenakan pasal berlapis antara pemerasan lalu gratifikasi. “Iya betul (pasal berlapis),” ujarnya.

Saut Situmorang: Termasuk Gratifikasi

Senada dengan Praswad, eks Pimpinan KPK Saut Situmorang mengatakan jika memang terbukti rumah yang tersebut disebut-sebut safe house itu berstatus pemberian atau hadiah, maka termasuk dalam gratifikasi.

“Memang tak boleh apalagi tempat tinggal, itu gratifikasi. Kalau tak dilaporkan dalam tempo beberapa hari pasti pidana. Itu gratifikasi kalau nilainya capai Rp 650 juta,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 31 Oktober 2023.

Selanjutnya: Bisa dikenakan pasal berlapis…

  • 1
  • 2
  • Selanjutnya

Sumber: tempo