BERITA  

Riki Zulfikri : Soal Cabup-cawabup Tak Bisa Berandai-andai, Tunggu Rekomendasi

Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pangandaran, Riki Zulfikri.

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Untuk keempat kalinya pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak akan digelar, termasuk di Kabupaten Pangandaran yang akan berlangsung pada 23 September 2020 mendatang.

Konstalasi politik pun mulai dinamis. Berbagai spekulasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan mendapat rekomendasi dari pengurus partai politik di tingkat pusatpun menjadi perbincangan berbagai kalangan.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pangandaran Riki Zilfikri mengatakan, sebagai partai yang mendominasi kursi di DPRD tidak bisa berandai-andai untuk terbitnya sebuah rekomendasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

“Benar bahwa kami sekarang memiliki 15 kursi di DPRD Pangandaran dari jumlah kursi keseluruhan sebanyak 40 kursi. Namun meskipun cukup untuk mengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati, pengurus partai di daerah tidak bisa menentukan rekomendasi tersebut,” kata Riki, Jumat (28/2/2020).

Lanjut Riki, pihaknya tetap menunggu rekomendasi partai ditingkat pusat dan sebagai kader juga pengurus partai akan taat kepada intruksi rekomendasi dari partai.

Riki menambahkan, untuk sebuah rekomendasi calon Bupati dan Wakil Bupati tidak sesederhana, seperti keinginan dan asumsi yang saat ini bergulir di masyarakat.

Baca juga:  Wisata Kampung KB Makaya Pertama Diresmikan di Pangandaran

Riki berharap, rekomendasi calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran sudah turun ke DPC pada Maret 2020 mendatang, sehingga mesin partai sudah bisa bergerak menghadapi Pilkada 2020.

“Harapan dan keinginan baik internal partai dan masyarakat untuk mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati hal yang lumrah,” jelasnya.

Saat ini, tidak dipungkiri keinginan internal dan eksternal PDI Perjuangan dan masyarakat, menginginkan paket Jeje Wiradinata dan Adang Hadari (JIHAD) Jilid 2 maju lagi di Pilkada.

“Menyikapi opini yang terus berkembang soal rekomendasi paket calon Bupati dan Wakil Bupati kami tidak bisa berandai-andai, nanti saja tunggu rekomendasi tertulis yang resmi,” terang Riki. (*)