Connect with us

RAGAM

Residivis Ditangkap karena Lecehkan Putri Kandungnya

Dipublikasikan

pada

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Aksi bejat orang tua cabuli putrinya sendiri terjadi di Depok, Jawa Barat. Peristiwa itu menimpa SO bocah perempuan berusia 10 tahun yang dilakukan ayah kandungnya di rumahnya wilayah Cipayung, Depok pada Oktober 2019, lalu.

Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan kasus tersebut terbongkar setelah sang ibu curiga melihat sperma di celana dalam anaknya. Namun saat ditanya kepada korban, sang anak mengaku telah disetubuhi ayah kandunganya.

“Ibu korban bertanya langsung kepada anaknya. Si anak lalu mengaku jika telah disetubuhi oleh ayahnya sendiri,” kata Azis di Depok, Selasa (21/7/2020).

Dia menuturkan tindakan pencabulan itu kemudian dilaporkan ke Polres Depok pada 5 Oktober 2019. Selama proses penyelidikan Azis mengaku pihaknya baru menangkap pelaku lantaran pelaku kabur dan menjadi buronan kepolisian.

“Sempat menjadi buronan. Cukup licin, karena berganti identitas (KTP). Pelaku akhirnya berhasil dibekuk, di sekitaran Sukmajaya,” imbunya.

 

Dipenjara Melakukan Hal Serupa

Perbuatan bejat pelaku mencabuli putrinya juga pernah dilakukan olehnya beberapa waktu lalu, dimana korbanya saat itu kakak kandung SO. Aksi itu membuat pelaku dipenjara dan baru keluar dari lembaga pemasyarakatan.

“Atas perbuatannya, SU akan dijerat pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Namun, polisi memastikan bakal menjerat pelaku dengan tuntutan yang lebih berat, karena korbannya adalah anak kandung. Dan juga, ia merupakan residivis atas kasus serupa,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang ibu berinisial SU (50) warga Cipayung, Depok, Jawa Barat bersama Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mendatangi Polres Metro Depok.

Keduanya bermaksud mempertanyakan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh sang suami terhadap dua putri kandungnya beberapa waktu lalu.

“Suami dari ibu SU telah melakukan kejahatan seksual terhadap dua putri kandungnya dan itu dilakukan sejak beberapa kali kejadian yang menurut pengakuan korban,” kata Arist saat dihubungi wartawan di Balai Kota Depok, Selasa (14/7/2020).

Arist menjelaskan, pihaknya siap membantu kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus kekerasan pada anak. Sebab menurut Undang-Undang Perlindungan Anak tidak lebih dari 15 hari kasus kejahatan seksual itu sudah harus di masukan penyidikan dan kejaksaan.

“Kami juga ingin mempertanyakan itu kepada Polres Depok ada apa dan apa yang bisa dibantu oleh kami,” paparnya.

Kembali pada kasus SU, Arist menerangkan bahwa sebagai ayah kandung, pelaku sudah kerap kali melakukan aksi bejatnya terhadap anak perempuannya sendiri.

“Pelaku juga pernah melakukan kekerasan seksual terhadap anak ke-duanya dan menjalani hukuman selama kurang lebih dua setengah tahun,” tuturnya.

Namun setelah bebas, ia pun nekat beraksi lagi dan menjadikan anak ke-limanya sebagai pelampiasan nafsu bejatnya.***

Advertisement
Comments

RAGAM

Libur Nataru, Jadi Berkah Pedagang Sate Toe Khas Kalipucang 

Dipublikasikan

pada

Oleh

SEPUTARPANGANDARAN.COM -Libur panjang dari libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru), wisatawan masih berdatangan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pangandaran.

Momen ini, menjadi berkah para pedagang kuliner Sate Toe di Kecamatan Kalipucang untuk mendapat rezeki.

Salah satu pedagang Sate Toe, Isah mengatakan, bukan dihari libur panjang saja berjualan, melainkan setiap hari.

Pedagang Sate Toe di Kecamatan Kalipucang menjajakan jualannya. (foto : Eris Riswana/SP)

Dia pun mengaku tidak pernah kesulitan dalam mendapatkan pasokan Toe. “Kecuali musim hujan, pasokan agak telat. Air sungai besar, kemungkinan pencari Toe akan kesulitan,” terang Isah, Minggu (10/1/2021).

Dirinya memerlukan 2 kilogram Toe, dengan harga Rp54 ribu per kilogram. “Tapi kalau kita belinya ke pasar lebih mahal. Dikisaran Rp60 ribu,” ucapnya.

Namun, saat pandemi Covid-19 omsetnya sedikit menurun. “Untuk pendapatan di hari biasa, paling dikisaran Rp 50 ribu. Namun jika hari besar atau liburan panjang bisa mendapat Rp 200 ribu sehari,” ungkapnya.

Sate Toe makanan khas Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. (foto : Eris Riswana/SP)

Isah tak sendirian, ada 5 hingga 8 orang yang menekuni pekerjaan ini. “Karena tidak ada pekerjaan lain, kita bersama ibu-ibu yang lainnya berjualan dari pagi sampai sore,” jelasnya.

Di tempat berbeda, Camat Kalipucang Nana Sukarna mengatakan, Sate Toe atau biasa disebut Sate Totok merupakan makanan khas masyarakat Kecamatan Kalipucang.

Kata Nana, untuk kerang Toe atau totok banyak ditemui di sungai Citanduy dan di muara Majingklak.

“Kerang sungai ini biasanya sering dijajakan oleh pedagang di pinggir jalan nasional tepatnya sekitar Minimarket Kalipucang dengan cara di tawarkan kepada pengguna jalan. Selain enak rasanya, makanan yang satu ini harganya relatif murah,” kata Camat Nana.

Lebih jauh Dia menyampaikan, keberadaan Sate Toe atau Totok diharapkan bisa di kemas serta di publikasikan ke masyarakat luas.

“Jika bisa diketahui oleh masyarakat luas, maka dengan sendirinya kuliner khas Kalipucang Pangandaran ini bisa menjadi salah satu buruan para wisatawan. Rasanya pun enak dan bisa bikin ketagihan,” ungkapnya. (Eris Riswana/SP)

Lanjutkan membaca

RAGAM

Waspada! Penjual Spring Bed Abal-abal Keliling Kampung Beragam Modus

Dipublikasikan

pada

SEPUTARPANGANDARAN.COM Meskipun bukan terjadi di Kabupaten Pangandaran, namun tidak ada salahnya masyarakat menyimak kasus yang terjadi di Pekalongan belum lama ini dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Polisi di pekalongan berhasil mengungkap penjualan kasur pegas (spring bed) abal-abal bermotif cuci gudang yang kerap keliling kampung. Kasur pegas ini rupanya terbuat dari kardus yang dilapisi kain sehingga mudah jebol.

“Ya kami sudah mengamankan pelakunya dan masih kita dalami kasus ini,” kata Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Basuki, saat ditemui di kantornya, Pekalongan, Jawa Tengah, seperti dilansir detik.com, Senin (04/1/2021).

Polisi menyebut spring bed abal-abal itu diproduksi di Tegal. Pedagang spring bed abal-abal itu diketahui berinisial AS (46, SY (46), dan RM (47) yang juga berasal dari Tegal.

“Ketiganya mengaku dari Tegal dan menjual kasur itu di wilayah Pekalongan,” terang Basuki.

Penjual spring bed abal-abal ini diketahui berkeliling dari kampung ke kampung. Basuki mengimbau warga agar tidak mudah tergiur barang yang dijual dengan harga murah.

“Saya mengimbau pada warga masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga yang miring dari harga pasaran,” pesan Basuki.

Baca juga:Produsen Tahu Tempe Teriak Gara-gara Harga Kedelai Melonjak

Salah seorang warga Kertoharjo, Pekalongan Selatan, Arofatur Rohman (34) mengaku membeli kasur abal-abal itu pada Jumat (1/1) lalu. Kala itu dia membeli satu kasur pegas dengan harga Rp 1,2 juta ditambah dengan embel-embel garansi.

“Awalnya mereka berkeliling kampung sini menawarkan ke saya spring bed. Katanya cuci gudang harga murah Rp 1,2 juta,” kata Fatur saat ditemui detikcom di rumahnya.

Fatur mengaku tergiur karena mendapatkan harga murah dan bergaransi tiga tahun lamanya. Dia mengaku membeli kasur pegas itu dengan uang tunai dan barter dengan burung miliknya.

“Ya tergiur apalagi ada tulisannya garansi tiga tahun. Saya tawar untuk dikredit, uang muka Rp 300 ribu. Awalnya dia (penjual) mau. Tapi akhirnya balik lagi yang enam ratus minta ditukar burung milik saya senilai Rp 600 ribu,” beber Fatur.

Tak lama usai membeli kasur seharga Rp 900 ribu itu, penjual spring bed itu pergi. Namun, belum ada sehari digunakan, kasur itu langsung jebol usai dipakai anaknya bermain.

“Saya bongkar isinya ya seperti inilah. Tulisan garansi tiga tahun bohong. Saya kejar orangnya sudah menghilang,” katanya.

Merasa kecewa, Fatur lalu mencari pedagang spring bed abal-abal itu. Hingga akhirnya pada Minggu (3/1) kemarin, dia menemukan seorang pedagang kasur serupa di wilayah Gapuro, Kecamatan Warungasem, Batang yang tak jauh dari rumahnya.

“Setiap hari saya terus mencari penjual itu. Maklum masih Corona uang susah dicari malah kena tipu,” ujar Fatur.

“Mobil saya berhentikan saya nanya harga kasurnya berapa, dijawab Rp 1,2 juta. Istri saya ngidam diantar ke rumah ya,” sambungnya.

Fatur menyebut penjual yang dia setop itu berbeda dengan pria yang menjual kasur kepadanya. Setelah merayu penjual tersebut ke rumahnya, Fatur mencoba menawar lagi kasur yang sudah diketahui kasur abal-abal tersebut.

“Saya tawar Rp 300 ribu, penjualnya mau. Warga yang sebelumnya sudah tahu, meminta untuk nurunin kasur lagi satu persatu,” tuturnya.

Saat itu tetangga Fatur memang tertarik membeli spring bed dan meminta pedagang untuk menurunkan produknya untuk dilihat. Namun, pedagang kasur itu justru was-was karena takut dimassa dan akhirnya melarikan diri ke Mapolsek Pekalongan Selatan sementara kendaraan bersama barang dagangannya dia tinggalkan begitu saja di rumah Fatur.

“Yang kami inginkan pabrik pembuatanya ditutup agar warga tidak ada yang tertipu lagi terhadap penjualan kasur ini,” cetus Fatur.

Dari kasus ini polisi mengamankan lima kasur dan satu unit pikap bernomor polisi G 1776 QZ yang digunakan untuk mengangkut kasur tersebut. Para pelaku hingga saat ini masih dalam pemeriksaan intensif kepolisian.***

Lanjutkan membaca

RAGAM

Berkunjung Ke Pangandaran, Jangan Lupa Belanja Jambal Roti

Dipublikasikan

pada

Ikan Asin Jambal Roti. (foto : istimewa/internet)

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Berkunjung ke Pangandaran, selain menikmati pantai yang indah, dan cocok untuk tempat berekreasi bersama keluarga, jangan lupa berburu oleh- oleh.

Berkunjung ke daerah pantai, rasanya tak lengkap bila tidak mencicipi kuliner seafood setempat, salah satunya ikan asin jambal roti.

Ikan asin ini juga merupakan salah satu oleh- oleh khas Pangandaran yang tak boleh di lewatkan. Tentunya ikan sudah diolah secara bersih dan higenis.

Tak hanya itu selayaknya ikan pada umumnya, kuliner ini juga memiliki kandungan gizi protein yang baik untuk tubuh.

Istilah Jambal Roti digunakan karena daging Jambal Roti yang telah di goreng akan mudah hancur seperti roti.

Ikan Asin jambal roti juga juga bisa dijadikan bermacam-macam jenis masakan yang menggugah selera.

Pembuatan Ikan Asin Jambal Roti

Pada dasarnya proses pembuatan semua jenis ikan asin relatif mudah. Demikian halnya pada ikan asin jambal roti, yang perlu diperhatikan adalah takaran yang pas antara garam dan juga bahan bakunya.

Untuk ikan asin jambal roti sendiri bisa dibuat dari dua jenis bahan baku, yakni Ikan Manyung dan Ikan Kadukang. Di bawah ini adalah proses pembuatan ikan asin jambal roti.

Yang pertama kali harus anda lakukan adalah mebersihkan kotoran yang ada di dalam ikan.

Setelah bagian dalam ikan dibersihkan, selanjutnya anda bisa menaruh garam di dalam perut ikan. Kemudian diamkan selama kurang lebih 3 hari, anda bisa menyesuaikan dengan bahan baku ikannya.

Setelah tiga hari, ikan kemudian dibelah, lalu dibersihkan kembali hingga benar-benar bersih. Selanjutnya dijemur hingga kering.

Rata-rata hasil dari 1 kg bahan baku yang berupa ikan basah, akan menjadi 3 ons ikan asin jambal roti. Penyusutan ikan mencapai 70%, mungkin ini yang menjadi salah satu faktor mahalnya ikan asin jambal roti.

Itulah proses pembuatan ikan asin jambal roti, ikan asin ini paling cepat memakan waktu produksi selama satu minggu. Tiga sampai empat hari untuk perendaman ikan hingga garam meresap, dan tiga hari untuk proses pengeringan.

Untuk ikan asin jambal roti dengan kualitas super, terbuat dari bahan baku ikan yang segar, bukan ikan yang sudah dimasukkan dalam es atau kulkas.***

Lanjutkan membaca

RAGAM

Kuliner Legendaris, Sate Galunggung di Pangandaran

Dipublikasikan

pada

Oleh

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pangandaran adalah surganya wisata kuliner, terutama olahan masakan sunda khas pesisir berupa makanan laut.

Namun tak hanya itu, di Pangandaran ada juga kuliner yang tidak kalah nikmat dibanding makanan laut. Apa itu?

Adalah Sate Galunggung, nah ini wajib dicoba. Selain rasanya yang enak harganya tak bikin dompet kempes.

Sate yang tersedia terdiri dari sate ayam, kambing, dan sapi. Disajikan dengan campuran bumbu rempah yang khas.

Daging sate dimasak dan dibakar hingga empuk, dan kemudian disajikan dengan lumuran bumbu kacang dan sambal kecap.

Disediakan pula sepiring nasi atau lontong, sebagai pelengkap sajian.

Sate Galunggung berlokasi di Jalan Kidang Pananjung, Kawasan Wisata Pantai Pangandaran.

Warung sate ini terbilang legendaris karena telah ada sejak tahun 1970.

Dijamin, sate yang disajikan memiliki cita rasa yang khas dan lezat, dengan harga yang relatif standar.***

Lanjutkan membaca

RAGAM

Seluk Beluk Kerupuk Ikan

Dipublikasikan

pada

Oleh

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Halo kerupuk lovers! Gimana rasanya makan nasi, bakso, mie instan dan makanan lainnya tanpa ditemani kerupuk? Disini kalian akan mengetahui mengenai salah satu jenis kerupuk yang hits di Indonesia.

Ada yang tau? Yupss benar yaitu kerupuk ikan, rasanya yang gurih dan bertekstur renyah membuat kerupuk ini banyak peminatnya mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Kerupuk ikan merupakan sebuah produk makanan kering yang terbuat dari tepung pati, daging ikan dengan menambahkan bahan-bahan lainnya dan bahan tambahan makanan yang diizinkan (SNI 1999).

Pengolahan produk kerupuk ikan sangat menguntungkan sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Dalam satu kali produksi sebuah industri pengolahan kerupuk ikan dapat menghasilkan ±1600 kg kerupuk  dari ±392 kg ikan segar.

Nilai tambah tersebut dapat mencapai  Rp 38.287,-/kg atau 4,08 kali harga ikan dalam bentuk segar. Kelebihan kerupuk ikan yaitu memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan dengan kerupuk biasa (tanpa ikan).

Dimana protein ini baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Adapun syarat mutu kerupuk menurut SNI sebagai berikut.

Kriteria Uji

Satuan

Persyaratan Kerupuk Non Protein

Persyaratan Kerupuk Protein

Bau, rasa, warna Normal Normal
Benda Asing % Tidak Nyata Tidak Nyata
Abu % Maks 2 Maks 2
Air % Maks 12 Maks 12
Protein % Min 5

Sumber : Badan Standar Nasional (1999)

Segmentasi kerupuk ikan di pasar sangat luas dan harganya relatif murah sehingga produk ini dapat dibeli serta dikonsumsi mulai dari orang berpenghasilan rendah sampai yang berpenghasilan tinggi. Belum ada data mengenai jumlah kebutuhan konsumen terhadap kerupuk ikan.

Namun jika diperkirakan tingkat konsumsi kerupuk ikan relatif tinggi, karena produk olahan ini banyak digemari masyarakat. Biasanya permintaan kerupuk ikan banyak dari  toko/mini market, pedagang, usaha penggorengan sampai kegiatan acara.

Bentuk produk dari kerupuk ikan sangat bervariasi mulai dari bentuk kepingan, bunga, dan wheel. Dijual dalam keadaan mentah dan matang dengan packaging menggunakan plastik polypropilena.

Biasanya penjualan kerupuk ikan dengan jarak jauh berbentuk mentah sedangkan untuk jarak lebih dekat kerupuk diedarkan dalam keadaan matang.

Saluran pemasaran produk kerupuk ikan biasanya sebagian besar pengusaha memasarkan ke konsumen akhir melalui 3 cara, yaitu usaha Penggorengan, toko/ agen, pengecer/ retail.

Promosi yang dilakukan oleh para pengusaha kerupuk masih kurang karena sebagian besar pengusaha kerupuk masih berskala tradisional sehingga hal tersebut ditakutkan akan menambah pengeluaran biaya.

Padahal kegiatan promosi sangat diperlukan agar menambah daya jual produk pada konsumen misalnya dengan brosur, pamflet dan secara online (website, e-commerce dan media social).

Penulis :

Nia Isnaini

(Mahasiswa Perikanan Unpad)

 

Prof. Junianto S.Pi M.Si

(Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad)

 

Aulia Andhikawati S.Pi M.Si

(Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad)

 

Referensi

Beria, M., Gumiar, I., Yuiadi, i. P., & Nurhayati, A. 2017. Anaisis Usaha dan Niai Tambah Produk Kerupuk Berbahan Baku Ikan dan Udang (Studi Kasus Di Perusahaan Sri Tanjung Kabupaten Indramayu). Jurna Perikanan dan Keautan, 8 (2), 118-125.

Badan Standar Nasional (BSN). 1999. Kerupuk Ikan. SNI 01-2713-1999, 1-4.

Lanjutkan membaca

Populer