Connect with us

PEMILU

Rekomendasi Gerindra di Pilkada Pangandaran 2020 Segera Turun untuk Pasangan Juara

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pasangan Juara (Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan), berpeluang besar mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra pada Pilkada Pangandaran 2020.

Ketua DPC Partai Gerindra Pangandaran Idi Supriadi mengatakan, peluang bagi pasangan Juara untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP sekitar 90%.

“Peluangnya besar, kemungkinan rekom itu akan turun pada hari Sabtu (besok-red). Nanti ada kabar lagi kalau sudah turun,” kata Idi di DPRD Pangandaran, Kamis (27/8/2020).

Jika rekomendasi turun ke pasangan Juara, pihaknya akan langsung mengatur strategi untuk memenangkan Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan di Pilkada Pangandaran 2020.

“Kalau memang rekomendasi Partai Gerindra turunnya ke pasangan Juara, itu merupakan hal yang biasa. Sebuah dinamika politik, dalam politik ini kan tidak ada yang abadi,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Jeje Wiradinata menyebutkan, menjelang kontestasi Pilkada Pangandaran 2020, dirinya intens melakukan komunikasi dengan partai Gerindra.

“Saya intens komunikasi dengan Gerindra, baik di tingkat daerah maupun pusat. Kalau memang peluangnya besar, tentu patut disyukuri,” sebutnya.***

Advertisement
Comments

PEMILU

Pasangan JUARA Siapkan Program Lumbung Pangan Mandiri

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata – Ujang Endin Indrawan (JUARA) akan lebih fokus pada bidang pertanian

Calon Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, persoalan pertanian itu kompleks, misalnya dari sisi ketepatan tanam. Jika tidak tepat memperkirakan musim tentu akan berdampak besar pada petani.

“Umpamanya saat baru tanam ternyata kekeringan atau kebanjiran. Maka itu akan menjadi perhatian kita dengan membuat pengelolaan pertanian yang tepat dan baik,” terang Jeje.

Kalau disisi produktivitas gabah menurutnya, sudah bagus, namun soal harga masih pluktuatif. Terutama saat panen raya. Harga bisa turun hingga Rp.1000 per kg.

“Kalau panen sekitar 10 persen harga masih diatas Rp. 5000 kg. Namun jika panen diatas 70 persen harga bisa turun Rp. 800 hingga Rp. 1000. Padahal jedanya hanya sekitar 2 mingguan harga sudah naik lagi, sedangkan petani sudah tidak memiliki padi,” terangnya.

Maka lanjut Jeje, akan disiapkan program lumbung pangan mandiri. Sehingga petani dapat menahan menjual gabah menunggu harga setabil lagi.

Menurut Jeje, petani nantinya akan diberikan kredit dengan jaminan padi mereka yang ada dilumbung. Sambil menunggu harga gabah normal lagi.

Nantinya, lanjut Jeje, juga akan menyiapkan penggilingan padi disentra-sentra produksi, sehingga memperkecil biaya transportasi pasca panen.

“Kita akan fokus pada bidang pertanian dan lainnya, karena berbagai program mendasar seperti infrastruktur, kesehatan gratis maupun pendidikan gratis sudah terpenuhi,” ucap Jeje.***

Continue Reading

PEMILU

KPU Pangandaran Tetapkan Jumlah DPT Untuk Pilkada 2020

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menggelar rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran tahun 2020, di Hotel Pantai Indah Timur Pangandaran, Sabtu (10/10/2020).

Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin mengatakan, jadwal dan tahapan tetap berjalan sesuai dengan proses yang ada.

“KPU Pangandaran menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilbup Pangandaran 2020 sebanyak 320.008 pemilih,” terangnya.

Muhtadin mengatakan pleno terbuka penetapan daftar pemilih ini merupakan agenda puncak dari proses pendataan calon pemilih Pilbup Pangandaran 2020.

“Ini agenda puncak dari rangkaian panjang proses pendataan pemilih,” kata Muhtadin.

Namun walaupun sudah menjadi DPT, warga atau calon pemilih yang memiliki hak namun ternyata tidak masuk dalam DPT, masih bisa memilih.

“Hak konstitusinya masih bisa terjaga, sepanjang yang bersangkutan memiliki alat bukti berupa dokumen kependudukan yang sah, baik e-KTP atau surat keterangan maka masih bisa mencoblos. Dia akan diakomodasi ke dalam daftar pemilih tambahan atau DPTB,” papar Muhtadin.

Terkait mekanisme uji publik yang dilakukan sebelum KPU menetapkan DPT, Muhtadin menjelaskan proses uji publik ternyata mendapatkan respon yang positif sehingga daftar pemilih bisa terkoreksi dengan baik.

Proses uji publik berhasil mengkoreksi lebih dari 400 daftar pemilih yang keliru dan masuk di daftar pemilih sementara.

“Jumlah pemilih di DPS sebelumnya ada 320.456 orang. Setelah diuji publik, ada yang dicoret. Sehingga DPT menjadi 320.008 pemilih. Tentu kami mengapresiasi respon dari masyarakat sehingga bisa mengkoreksi daftar pemilih menjadi lebih akurat,” kata Muhtadin.

400 nama pemilih yang akhirnya tercoret dari DPS itu disebabkan oleh yang bersangkutan sudah meninggal dunia, pemilih tidak ditemukan atau daftar ganda.

“Mayoritas dari 400 itu adalah sudah meninggal atau tidak ditemukan keberadaannya. Tentu koreksi ini kami apresiasi agar daftar pemilih di DPT itu benar-benar akurat dan mutakhir,” kata Muhtadin.***

Continue Reading

PEMILU

Jadi Muka Pangandaran, Kalipucang Bakal Dipercantik

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pembangunan Proyek pembangunan Jalan Tol Bandung – Tasikmalaya – Cilacap diproyeksikan akan mulai beroperasi pada 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Calon Bupati Jeje Wiradinata saat kampanye daring di Kecamatan Kalipucang, Jumat (9/10/2020).

“Tol ini memiliki exit tol di Kecamatan Kalipucang atau 17 kilometer menuju kawasan Pangandaran, sehingga akan jadi daya dukung pariwisata Pangandaran,” Terang Jeje.

Dengan pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap sepanjang 205 kilometer ini, tambahnya, tentu harus disikapi dengan segala fasilitasnya, karena diyakini wisatawan akan semakin banyak yang datang ke Pangandaran.

Salah satu yang akan kita siapkan adalah, mempercantik wilayah Kecamatan Kalipucang karena akan jadi mukanya Kabupaten Pangandaran.

Namun menurutnya, pintu keluar tol ini masih cukup jauh dan kurang memadai untuk menuju Pangandaran. Selain itu dari Kalipucang ke Pangandaran kondisi lebar jalannya masih relatif kecil dan harus melalui jalan berkelok di daerah Emplak Kalipucang.

“Kami memang harus mempersiapkan jalan dari pintu keluar menuju Pangandaran, agar akses jalan darat semakin maksimal,” kata Jeje.

Selain itu Pangandaran juga harus terus berbenah agar ketika jalan tol sudah kelar, kondisi wisata di Pangandaran pun sudah tertata dengan baik.

“Pembangunan pengembangan wisata yang telah lakukan ini baru tahap penataan kawasan saja, memindahkan kaki lima dari pinggir pantai, memindahkan perahu dari pantai barat ke pelabuhan, dan beberapa langkah strategis lainnya. Pola-pola kebijakan yang akan datang yang harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pangandaran, agar Pangandaran lebih Juara,” ujar Jeje.

Satu agenda yang harus dilakukan adalah menyebar keramaian wisata agar tak terpusat di pantai Pangandaran saja.

“Kita ingin 91 km panjang pantai yang kita miliki dan potensi wisata alam perbukitan bisa dimaksimalkan,” kata Jeje.

Tahun ini, lanjut Jeje, akses jalan jalur pantai yang menghubungkan Pangandaran – Batuhiu mulai dilaksanakan. Kedepan akan dilanjutkan hingga Pantai Madasari di Kecamatan Cimerak.

Selain itu, kata Jeje untuk menyedot wisatawan supaya datang ke Pangandaran adalah dengan perluasan Bandara supaya dapat dibuka rute penerbangan ke Pangandaran.

“Kita harus bersama-sama meyakinkan agen atau maskapai penerbangan untuk mendatangkan pesawatnya ke Pangandaran. Kita ingin besok ada penerbangan Jakarta – Pangandaran, Jogja – Pangandaran dan sebagainya,” kata Jeje.***

Continue Reading

PEMILU

Jeje Wiradinata : P3N akan Diberi Insentif Setara Perangkat Desa

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pasangan Pasangan Calon Jeje Wiradinata – Ujang Endin Indrawan (JUARA) mewacanakan akan menganggarkan insentif kepada Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) setara dengan perangkat desa.

Wacana tersebut dilontarkan langsung oleh Calon Bupati Jeje Wiradinata menanggapi aspirasi dari Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Kabupaten Pangandaran.

Hal itu dinyatakan Jeje, mengingat tugas penting dari petugas P3N tersebut. Karena selain bertugas melaksanakan pernikahan, mereka juga memiliki peran dan fungsi syiar kepada masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Insentif setara yang diterima perangkat desa. Ini sebagai bentuk perhatian kita terhadap tugas dan peran fungsi mereka di masyarakat,” jelas Jeje, Jumat (9/10/2020).

Program tersebut menurutnya harus direalisasikan.Karena menurutnya, tanpa disadari tugas dan peran P3N dimasyarakat termasuk berat.

“Tugas mereka sangat penting dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sangat wajar jika pemkab memberikan mereka penghargaan,” jelasnya.***

Continue Reading

PEMILU

Cegah Covid-19, Pasangan Juara Paparkan Visi Misi Secara Daring

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata – Ujang Endin Indrawan akan memaksimalkan kampanye daring selama masa kampanye Pangandaran 2020.

Sekretaris Tim Pemenangan Riki Zulfikri mengatakan, Pilkada di masa pandemi seperti sekarang, harus memiliki cara kampenye yang efektif namun tidak menimbulkan risiko penyebaran covid-19.

“Efektif atau tidak, kampanye secara daring harus dimaksimalkan,” tutur Riki, Rabu (7/10/2020).

Seperti yang dilakukan Calon Bupati Jeje Wiradinata yang menggelar pemaparan visi dan misinya secara virtual melalui aplikasi zoom yang dipusatkan di salahsatu Posko Juara di Desa Emplak Kecamatan Kalipucang, Rabu (7/10/2020).

Riki mengatakan kampanye secara daring ini dilaksanakan serentak di 12 titik kumpul dan dalam satu lokasi diikuti 50 peserta. Sehingga secara langsung dapat menjangkau 600 peserta.

Lebih jauh Riki menjelaskan untuk kampanye dua arah, pasangan dengan jargon JUARA ini, akan menggunakan Aplikasi Zoom sehingga masyarakat dapat melakukan interaksi langsung.

Sementara kampanye satu arah akan menggunakan Youtube, facebook dan media sosial lainnya.

Namun, kata Riki salah satu hambatan di Kabupaten Pangandaran adalah masih adanya beberapa titik yang tidak terjangkau internet.

“Kampanye konvensional dengan cara tatap muka langsung akan tetap dilakukan, terutama daerah yang tingkat penggunaan dan pemahaman terhadap internetnya masih rendah,” ujarnya.

Sementara Calon Bupati Jeje Wiradinata mengatakan meskipun dalam masa pandemi visi misi pasangan calon harus tetap harus tetap tersampaikan kepada masyarakat.

Pilkada kata Jeje, adalah momentum memilih pemimpin dengan cara menilai dari visi misinya. Ini momentum adu ide dan gagasan antara paslon yang akan memimpin Kabupaten Pangandaran ke depan.

Paslon harus memiliki visi misi yang nantinya akan dilaksanakan ketika terpilih.

“Ayo kita adu gagasan untuk kepentingan masyarakat Pangandaran. Bukan saling menjelekan lawan!” tegas Jeje.

Untuk itu, Dirinya mengajak masyarakat menentukan pilihan yang tepat pada 9 Desember 2020 mendatang.
***

Continue Reading

Populer