MerahPutih.com – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 masih memiliki sederet catatan untuk dievaluasi. Apalagi untuk fasilitas kenyamanan jemaah haji Indonesia yang belum bisa dilengkapi atau diterapkan dengan baik.

Presiden DPR RI Nyonya Permaisuri mengaku mendapat informasi bahwa banyak jemaat yang sarana atau fasilitasnya tidak dapat diperlengkapi dengan baik atau terlaksana sesuai dengan harapan.

Baca juga

Kuota haji Indonesia tahun 2024 akan mencapai 221 ribu

“Misalnya, Indonesia mendapat tambahan kuota 8.000 jemaah haji dengan waktu pelaksanaan yang sangat singkat. Namun, kondisi di lapangan ternyata menjadi rangkaian permasalahan yang memang perlu kita selesaikan dan evaluasi untuk tahun depan,” ujarnya. ujar Puan di Jakarta, Senin (3/6).

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini menyebut penambahan kuota haji yang diberikan dalam waktu sangat singkat itu ternyata tidak dibarengi dengan ketersediaan fasilitas dan layanan.

Baca juga

Saat jemaah haji asal Jawa Barat antre membeli bakso campur nasi

Menurut Puan, kekurangan bukan hanya dari pemerintah Indonesia, tapi juga dari pemerintah Saudi terkait pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.

“Kemudian, mungkin ke depan, terkait pelayanan dan fasilitas, serta penambahan kuota jemaah haji, akan kita kaji bersama bagaimana, kemudian insya Allah tahun depan ketidaknyamanan jemaah haji Indonesia tidak terulang lagi,” ujarnya. dikatakan. .

Sekadar informasi, Tim Waspada Haji DPR menemukan beberapa catatan terkait penyelenggaraan haji 2023. Hal pertama yang dikritik adalah mashariq atau penyedia layanan haji Arab Saudi.

Tim haji DPR menilai layanan mashariq tidak memenuhi komitmen selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Terutama soal kapasitas tenda dan toilet. Timwas kemudian menyoroti pembagian makanan kepada jamaah di Mina yang kerap terlambat.

Selain itu, fasilitas MCK di tenda Mina dan Arafah masih sangat terbatas dan jauh dari daya tampung jumlah jemaah. Sehingga antrian panjang terlihat jelas saat menggunakan restroom.

Hal lainnya adalah akomodasi atau transportasi jamaah yang terlambat mengantarkannya ke Muzdalifah, yang menimbulkan insiden di sana. (Lb)

Baca juga

Timwas DPR mengungkap sejumlah temuan terkait penyelenggaraan haji



Source link