PT GIN Layangkan Somasi ke Subkontraktor Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

MerahPutih.com – PT Galang Insan Nusantara (GIN), subkontraktor pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, melayangkan somasi kepada salah satu subkontraktornya, Ahmad Mustaqim, Jumat (9/6).

“Saya hadirkan somasi terbuka (Ahmad), bahwa saya segera meminta maaf kepada klien saya atas kerugian yang diderita dan demi nama baik PT Waskita Karya (pelaksana proyek Masjid Raya Sheikh Zayed),” kata kuasa hukum PT GIN, Christiansen Aditya, dalam deposisi di Solo, Jumat (6/9).

Baca juga

Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed membuat subkontraktor terlambat dari jadwal

Ia mengatakan, PT Waskita Karya selaku kontraktor telah menyurati PT Gilang Insan Nusantara berupa pemotongan tagihan akibat pekerjaan overhaul handrail, bunga kawung dan handrail menara Masjid Agung Sheikh Zayed yang dilakukan Ahmad. tidak sesuai.

“Saya ambil pendekatan Waskita, akhirnya tidak jadi, tapi Pak Abraham (pemilik PT Galang Insan Nusantara) harus secepatnya menyelesaikannya. Sekarang masih dikaji,” ujarnya.

Ia meminta Ahmad meminta maaf atas laporan yang tidak benar dalam waktu 3×24 jam. Pengacara menyusun bukti dugaan tindak pidana penipuan dan pencemaran nama baik.

Baca juga:  DPRD Solo Desak Gibran Tuntaskan Permasalahan Benteng Vastenburg yang Disita Kejagung

“Kalau saya tidak minta maaf, saya harus lapor (ke polisi). Sebenarnya kami sudah lama ingin menuntut karena pada umumnya kami menyayangkan itu, mengingat pengerjaan bunga kawung, railing menara, desain interior untuk proyek Solo Urbana, tapi hasilnya kurang bagus”, jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Mustaqim (24) mengaku belum menerima somasi dari PT Galang Insan Nusantara.

“Kalau ada somasi, kita pelajari dulu. Kita lihat dulu situasinya,” ujarnya.

Baca juga

Wisata Tamasya ke Masjid Tembus Zayed Ground 310.000 Orang

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Desa Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, kembali menyisakan masalah utang sebesar Rp. 150 juta.

Sebelumnya, kontraktor menitipkan utang Rp 150 juta di tenda makan selama dua tahun, yang akhirnya lunas.

Kali ini ada subkontraktor konstruksi yang belum menerima pembayaran penuh atas jasa pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed. Salah satu subkontraktornya adalah warga Solo, Ahmad Mustaqim (24), yang merupakan subkontraktor PT Galang Insan Nusantara.

Baca juga:  Komunitas Honda CRF Bandung dan CB150X Depok Raya Geruduk Booth AHM di IIMS 2023

Ahmad mengatakan awal permasalahan ini adalah ketika PT Galang Insan Nusantara menjadi bagian dari subkontraktor pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed, PT Waskita Karya.

“Makanya, awalnya saya pasang iklan online di OLX. Tak lama kemudian, PT Galang Insan Nusantara menawarkan untuk membangun Masjid Sheikh Zayed,” kata Ahmad, Rabu (6/7).

Ia mengaku bekerja mulai Oktober 2022. Saat itu, para pelaksana proyek sedang menyelesaikan pembangunan masjid menjelang peresmian masjid yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), 14 November 2022.

“Saya mendapat pekerjaan untuk pegangan tangga menara, pegangan tangan bunga kawung dan pemasangan rambu,” katanya.

Ia mengaku mengurus pembelian material, pengerjaan proyek, hingga penyelesaian pengerjaan sebelum peresmian. Pekerjaan selesai tepat waktu.

Meski selesai sesuai jadwal, kata dia, masih akan ada revisi pekerjaan dari Desember 2022 hingga Februari 2023. Namun, setelah itu diduga tidak ada pembayaran penuh.

“Saya coba memungut biaya, sampai sekarang belum ada pembayaran biaya pengerjaan. Di sisi lain, saya juga ditagih oleh penyedia jasa yang membantu saya”, ujarnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga

Musim haji, Masjid Zayed Solo dikunjungi 30.000 orang tembus pandang setiap hari



Source link