Proyek Satu Keluarga Satu Sarjana Jadi Impian Publik
SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – Proyek Satu Keluarga Satu Sarjana yang tersebut diusung pasangan calon presiden serta perwakilan presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD dinilai solusi menghadapi impian berbagai orang Indonesia dalam bidang pendidikan. Sebab, biaya sekolah tinggi di dalam Indonesia cukup mahal.
“Sekolah kan menjadi persoalan bangsa ini telah lama. Artinya sekolah itu mahal. Jadi pemerintah harus melakukan sesuatu. Bebas belajar 9 tahun, jadi pasca itu perguruan tingginya mahal,” kata pengamat kebijakan rakyat Agus Pambagio di keterangannya dikutip, Kamis (18/1/2024).
Menurut Agus, menjadi sarjana adalah idaman banyak orang Indonesia. “Jadi itu tentu menjadi impian orang Indonesia untuk minimal jadi S1. Jadi inisiatif itu (Satu Keluarga Satu Sarjana) memang sebenarnya menjadi idaman atau keinginan banyak pihak kalau kita baca selama ini,” katanya.
Sebelumnya, SMRC melakukan survei membandingkan inisiatif capres-cawapres 2024, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, juga Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Hasilnya, responden paling banyak memilih Rencana Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana milik Ganjar-Mahfud dengan raihan 48%.
Kemudian inisiatif tunjangan ibu hamil oleh Anies-Muhaimin memperoleh 32%. Sementara kegiatan makan siang serta susu gratis yang tersebut diinisiasi Prabowo-Gibran hanya saja dipilih 20% responden dikarenakan dinilai paling tak terlalu penting.
Terkait dengan acara paslon lain, Agus juga mengapresiasi. Ia mengumumkan kegiatan paslon 01 kemudian 02 saling terkait yakni persoalan stunting.
“Itu kan sebetulnya terkait antara 1 sebanding 2, Anies kan terkait dengan stunting sebetulnya. Proyek stunting itu kan tiada semata-mata mengobati anak stunting tetapi sejak dari beliau mau menikah, gizinya harus sudah ada baik, tiada anemia, tidaklah kurang darah,” katanya.
Sumber: Sindonews
